Wisata kuliner sepertinya masih menjadi pilihan bagi banyak orang di berbagai belahan dunia ini. Setiap kita pergi ke luar kota, biasanya salah satu hal yang diburu adalah kuliner khas di kota tersebut. Yogyakarta, misalnya, terkenal dengan gudegnya yang begitu khas dan dirindukan banyak orang.
Lebih-lebih kota besar seperti Jakarta yang memiliki ragam kuliner yang harus dicicipi bila kita berkunjung ke sana. Bagi Anda yang penasaran apa saja ragam kuliner yang banyak tersebar di wilayah Jakarta, buku ini bisa dijadikan sebagai rujukan atau panduannya. Buku karya Utari Ninghadiyati ini memberi puluhan referensi tempat yang harus dan layak dikunjungi. Misalnya, Batagor Bang Agus, Nasi Bebek Ginyo, Warung Mpok Rodemah, dan masih banyak lainnya.
Bagi Utari, menyusuri jalan di Jakarta untuk menemukan harta karun kuliner sudah pasti sangat menyenangkan. Macet dan udara panas yang menerpa tubuh langsung sirna ketika berhasil menemukan sejumput kenikmatan. Tawaran ini tidak datang dari rumah makan besar atau restoran besar, tetapi justru datang dari tempat makan-tempat makan sederhana.
Batagor Bang Agus Batagor adalah salah satu jenis kuliner yang diminati banyak orang di Jakarta. Di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, misalnya, ada Batagor Bang Agus yang bisa dikunjungi. Gerobak Batagor Bang Agus ada di bagian samping sekolah Bakti Mulya 400, bersama dengan gerobak penjual makanan lainnya. Pemakaian ikan tenggiri terbukti mampu membuat batagor Bang Agus jadi lebih enak. Untuk menjaga mutunya, seluruh batagor dan siomay dibuat sendiri oleh sang penjual. Mungkin itu sebabnya tekstur dan rasanya berbeda. Begitu sampai di meja Anda, bau ikan langsung tercium.
Nasi Bebek Ginyo Jenis kuliner berikutnya yang diulas di buku ini adalah Nasi Bebek Ginyo. Lokasinya di Jalan Tebet Raya, Tebet, Jakarta Selatan. Ada cukup banyak sajian bebek di Nasi Bebek Ginyo, mulai dari bebek goreng, bebek bakar, bebek balado, bebek kremes, sampai bebek sambal ijo. Semuanya ditata rapi dan pembeli dapat mengambil sendiri bebek yang diinginkan, termasuk lalapan dan sambalnya.
Di sini, daging bebeknya sama sekali tidak keras. Selain dimasak cukup lama, bahan baku utamanya berasal dari bebek yang sudah tidak bertelur lagi atau afkir. Oleh karenanya, rasanya menjadi lebih gurih dibanding bebek yang masih muda.
Warung Mpok Rodemah Warung Mpok Rodemah menjadi pilihan kuliner berikutnya yang diulas penulis di buku ini. Lokasinya di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Warung ini menyajikan aneka masakan Betawi, mulai dari soto, pecak ikan, dan pindang bandeng seruni. Yang terakhir ini layak dicoba. Sajian makanan berbahan ikan bandeng memiliki rasa yang segar. Kesegaran ini berasal dari kuah yang berwarna kecokelatan. Ketika kuahnya diseruput, ada semburat rasa pedas yang berasal dari cabai bulat. Alhasil, pindang bandeng seruni menjadi hidangan yang pantas dinikmati.
Masih banyak jenis kuliner yang layak dicoba dan diuraikan lebih lanjut di buku ini. Misalnya Sup Buntut Cut Meutia, Soto Mi Rohaye, Soto Betawi Sapi Bang Ipin, dan lain-lain. Menariknya, penulis melengkapi penjelasan dengan peta; tujuannya tentu agar Anda tidak tersesat dan langsung bisa sampai pada tujuan. Setiap tempat dilengkapi dengan beragam info, seperti menu andalan, kapasitas pengunjung, hingga jam operasional. Buku ini layak dibaca oleh para pencinta kuliner di ibu kota.
Identitas Buku
- Judul Buku: Peta Kuliner Favorit Jakarta (Rasa Maknyus, Harga Murah)
- Penulis: Utari Ninghadiyati
- Penerbit: Kriya Pustaka
- Tebal Buku: vi + 134 halaman
- Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2009
- ISBN: 978-979-1477-88-8
Baca Juga
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
Artikel Terkait
-
Sambal Seruit Simpang Kopi, Primadona Pedas Lampung yang Menggetarkan Jambi
-
Di Atas Dendam, Ada Martabat: Mengenal Sisi Intim Buya Hamka Lewat Memoar Anak
-
Jelajah Rasa Dunia di Jakarta: MoreFood Expo 2026 Hadirkan Tren Kuliner Global dalam Satu Panggung
-
Sedang Kehilangan Arah? Novel 'Rumah' Karya J.S. Khairen Akan Menemanimu
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
Ulasan
-
Review Film Mother Mary: Balutan Estetika A24 dalam Tragedi Musikal Modern
-
Novel Lampuki: Tragedi Kemanusiaan yang Menghujam Desa Lampuki
-
Mendobrak Eksplorasi Provokatif lewat Benturan Humor Gelap Film The Drama
-
Mengupas Lirik Jiwa yang Bersedih: Pelukan Hangat untuk Jiwa yang Lelah
-
Buku Sebelum Aku Tiada: Suara-Suara Kecil dari Tanah yang Terluka
Terkini
-
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Evaluasi Lintasan Sebidang dan Sistem Sinyal
-
Hidup Kedua di Planet Kepler-186F
-
Saat Negara Gagal Hadir: Tragedi Anak NTT dan Luka Pendidikan Indonesia
-
Self-Service Bukan Cuma Soal Teknologi, Tapi Cara Melatih Mental Jadi Main Character yang Mandiri
-
Jawab Wacana Gerbong Perempuan ke Tengah, Dirut KAI: Semua Berhak Selamat