Sebuah premis sederhana mengenai sudut pandang seorang cowok terhadap cewek yang jadi mantan, diangkat menjadi sebuah film bergenre teenlit berjudul Radio Galau FM. Film yang dilempar ke pasaran pada 2013 lalu ini memang berpusat pada kisah cinta remaja sekolah. Dibintangi oleh Dimas Anggara (berperan sebagai Bara Mahesa) dan juga Natasha Rizki (berperan sebagai Velin Caliandra) film berdurasi 94 menit ini mengisahkan tentang lika-liku kisah asmara.
Bara Mahesa yang bermimpi menjadi seorang penulis, merasakan kegalauan karena belum memiliki pacar. Dalam pemikirannya, memiliki seorang kekasih pasti akan sangat menyenangkan karena bisa membuat dunia menjadi lebih berwarna. Karena tulisan yang dibuatnya, suatu ketika ada seorang adik kelas bernama Velin Caliandra yang ingin berkenalan dengan Bara.
Singkat cerita, dari awalnya saling malu-malu, akhirnya Bara dan Velin menjadi sepasang kekasih. Namun sayangnya, sifat Velin yang manja dan cemburuan membuat Bara menjauh, hingga pada akhirnya Bara ingin break dengan Velin. Ketika tengah menjalani break dengan Velin, datang sosok Diandra (Alisia Rininta), kakak kelas yang perfect di mata Bara. Dan bisa ditebak, ditengah kegalauan hati yang dialami oleh Bara, Diandra mampu menjadi penyejuk. Mereka pun jadian, dan secara tak langsung menggantungkan Velin.
Dan disini, Bara seolah mendapatkan karma instan. Setelah berpisah dengan Velin, Bara justru menjadi lebih menderita dengan hubungannya bersama Diandra. Sebuah hal yang tak pernah dirasakannya ketika masih bersama dengan Velin. Hingga pada akhirnya, Bara pun mundur dari Diandra, dan kembali mendekati Velin Caliandra. Bara yang bertekad untuk menjadi lebih baik bagi Velin, mengajaknya untuk makan malam di tempat langganan mereka ketika masih menjadi pasangan kekasih dulu.
Dan disinilah Bara tersadar, ternyata Velin jauh lebih baik daripada Diandra yang di matanya merupakan sosok gadis yang sempurna. Tak hanya sikap dan sifatnya yang lebih dewasa, Velin juga menjadi sosok yang lebih cantik di mata Bara, ketika mereka kembali berjumpa. Dengan tekad bulat, Bara pun menyatakan niatnya untuk balikan dengan Velin. Kira-kira, diterima atau tidak ya sama si Velin? Bagi yang belum menonton filmnya, temukan jawabannya di film ini ya!
Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama ini memang sangat cocok ditonton oleh anak-anak muda yang tengah mencari sosok terbaik untuk dijadikan pasangan. Dari film ini kita bahkan bisa belajar, kesempurnaan fisik yang dimiliki oleh seseorang, belum tentu akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Iya, karena kebahagiaan tidak datang dari fisik saja ya!
Baca Juga
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
Artikel Terkait
Ulasan
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Di Balik Panas dan Jalan Berlubang: Menemukan 4 Sudut Syahdu di Kota Udang Cirebon
-
Kisah Ikal dalam Edensor: Dari Lorong Sorbonne hingga ke Padang Sahara
-
Nestapa Gregor Samsa Si Manusia Kecoa dalam Metamorfosis Franz Kafka
-
Tidak Ada Kampus yang Sempurna! Membaca Catatan Hati Seorang Mahasiswa
Terkini
-
Segelas Air dari Jantung Kekasihku
-
Rumah Kontrakan Nomor 7
-
Semalam Malas Nikah, Pagi Malah Ingin: Bagaimana FYP TikTok Mengacak Standar Kebahagiaan Kita
-
Headphone Retro "Kalcer" di Bawah 500 Ribu: Mengulik Moondrop Old Fashioned
-
Di Lereng Merbabu, Saya Menemukan Rumah yang Tak Pernah Saya Cari Sebelumnya