Setiap ibu di dunia pasti menginginkan anak-anaknya agar menjadi orang yang sukses. Tak hanya itu, doa yang tulus dari seorang ibu, pasti selalu mengalir deras dalam iringan langkah dan pencapaian yang diraih oleh sang anak.
Namun, bagaimana jadinya jika kesuksesan sang anak membuat mereka tak lagi bisa memberikan perhatian penuh pada sang ibu? Iya, kejadian ini diangkat dalam film Indonesia berjudul Just Mom yang rilis pada 27 Januari 2022 lalu.
Dari film bertema drama keluarga tersebut, kita dapat memetik beberapa pelajaran penting, loh.
Berikut 3 pelajaran berharga yang dapat kita petik dari film Indonesia 'Just Mom':
1. Kasih Sayang Ibu tak Terbatas Hanya pada Anak-Anak kandungnya
Di film Ini, kita akan disuguhi dengan keputusan berani nan menyentuh yang dilakukan oleh Ibu Siti (Christine Hakim), seorang ibu tua yang menginginkan tempat berbagi.
Ibu Siti yang anak-anaknya pada sibuk dengan urusan masing-masing, memutuskan untuk merawat dan membawa pulang Murni (Ayushita Nugraha), seorang tuna wisma pengidap gangguan jiwa yang tengah hamil tua. Disini kita bisa melihat, meskipun Murni bukanlah anak kandung dari Ibu Siti, namun diperlakukan dengan sangat baik, selayak darah daging bu Siti sendiri.
2. Uang dan Harta Bukanlah yang Utama
Sebuah kritik sosial terhadap para anak yang telah menuai kesuksesan dalam karirnya. Seorang ibu sejatinya membutuhkan perhatian dan waktu dari anak-anaknya, bukan uang ataupun harta yang melimpah.
Karena sejatinya, rasa kesepian yang melanda Ibu Siti sehingga dirinya memutuskan merawat Murni, lebih dikarenakan tak adanya waktu dari anak-anak kandungnya yang tengah sibuk dengan dunia masing-masing. Kita juga bisa melihat, uang dan harta yang melimpah, bukanlah sebuah hal yang penting bagi ibu Siti dalam film ini.
3. Nikmati setiap waktu yang tersisa bersama orang tercinta kita
Ibu Siti harus menghabiskan waktunya seorang diri sebelum pada akhirnya memutuskan untuk merawat Murni yang ditemuinya di suatu tempat. Meski demikian, ketika anak-anaknya protes dan melarangnya untuk melakukan hal tersebut, Ibu Siti tak pernah secara gamblang menyatakan motifnya melakukan hal tersebut.
Hingga pada akhirnya, semua tersadar bahwa kebersamaan antara ibu dan anak merupakan sebuah hal yang diidamkan oleh Ibu Siti. Terlebih, sang ibu mengidap kanker yang kian melemahkan tubuhnya. Maka, setiap waktu yang tersisa harus benar-benar mereka manfaatkan dan dinikmati kehangatannya.
Nah, bagaimana? Adakah pelajaran lain yang dapat teman-teman petik setelah menonton film Just Mom ini? boleh ditambahkan?
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
Ulasan
-
A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
-
Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap