Sudah baca buku Tere Liye berjudul bumi? Berikut ulasan yang juga perlu kamu baca.
Identitas Buku
Judul Buku: Bumi
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal Halaman: 440 halaman
Cetakan kedua belas, Agustus 2016
Buku Pertama dari Serial Bumi
Ulasan
Petualangan tiga remaja berusia lima belas tahun bernama Raib, Seli, dan Ali dimulai ketika tiang listrik yang berada di belakang sekolah mereka mengalami kerusakan dan roboh. Tiang itu hampir menimpa Raib dan Seli yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian, karena ingin makan di kantin sekolah yang letaknya memang dekat dengan gardu listrik. Namun, secara tiba-tiba tiang listrik tersebut hilang begitu saja, lenyap bak di telan Bumi.
Buku pertama berjudul Bumi ini sudah terbit sejak beberapa tahun yang lalu. Para penggemar setia Tere Liye pasti sudah tidak asing lagi dengan buku satu ini. Menceritakan tentang tiga tokoh utama remaja yang memiliki berbagai keunikan masing-masing, saling bahu-membahu menaklukan misteri dunia paralel yang sama sekali tidak sederhana.
Ada banyak sekali rahasia yang tersembunyi dalam dunia ini, misalnya saja tentang kenyataan sebenarnya mengenai orang tua Raib. Serta jangan lupakan kekuatan yang ia miliki. Raib mampu menghilang hanya dengan menangkupkan kedua tangannya ke wajahnya, lantas seluruh tubuhnya menjadi transparan dan tidak terlihat begitu saja.
Seli, ternyata juga memiliki kekuatan unik, ia bisa mengeluarkan petir dari tangannya, serta mampu menghalau listrik jutaan volt ketika tiang listrik di belakang sekolah hampir menimpa tubuhnya dan Raib saat itu. Rahasia-rahasia besar lainnya mulai terungkap, seperti adanya klan-klan lain yang hidup bersamaan dan berdampingan di atas Bumi.
Ali, dengan otaknya yang jenius, berhasil menjelaskan cara kerja berbagai dunia lain mampu hidup dan berjalan berdampingan di tempat yang sama. Ia berkata, cukup bayangkan saja satu buah lapangan yang bisa digunakan untuk bermain bola basket, voli, badminton, dan sepak bola. Dunia paralel dapat dianalogikan secara sederhana seperti itu. Tentu saja kenyataannya lebih rumit, karena di dunia paralel, semua bisa berjalan bersamaan tanpa saling tabrak, saling ganggu, dan saling menyadari.
Sebagai salah satu pembaca yang mengikuti karya-karya Tere Liye sejak dulu, aku tergugah untuk kembali membaca buku ini. Dengan membaca ulang, aku jadi ingat kembali beberapa detail yang sempat terlupakan dan membuatku kesulitan mengaitkannya dengan buku-buku lanjutannya.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang senang buku fantasi, tetapi dengan cerita yang ringan dan kental akan rasa persahabatan. Jangan lupakan serunya interaksi tiga remaja ini saat bersama-sama menghadapi musuh dan menjelajah klan lain.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
-
Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
Terkini
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan