Risalah Cinta merupakan sebuah novel yang ditulis oleh seorang penyair asal Lebanon yakni Gibran Kahlil Gibran, atau yang biasa kita kenal dengan nama Kahlil Gibran.
Kahlil Gibran merupakan seorang penyair yang lahir pada 6 Januari 1883 di dekat Holy Cedar Groove, Kota Bashari, Lebanon. Namanya terkenal karena ia banyak menulis karya-karya sastra klasik, seperti puisi klasik, novel, juga karya lain seperti lukisan.
Dalam bukunya yang berjudul Risalah Cinta ini, Kahlil Gibran secara langsung menuliskan pengalaman hidupnya beserta kisah asmaranya dengan seorang gadis sahabat ayahnya yang bernama Selma Karamy. Secara langsung dan tanpa direka-reka, Kahlil Gibran menuliskan kisah asmaranya bersama Selma Karamy yang penuh dinamika, dan juga ada banyak tokoh yang diceritakan oleh Kahlil Gibran tanpa direkayasa.
Diceritakan pada awal pertemuan Kahlil Gibran dengan Selma, yaitu ketika Kahlil Gibran berkunjung ke rumah sahabat mendiang ayahnya untuk menyambung tali silaturahmi. Pada saat kedatangannya di rumah sahabat ayahnya itu, Kahlil Gibran yang saat itu masih pemuda, disambut dengan suka cita oleh sang tuan rumah, yang bernama Faris Effandi.
Di pekarangan rumah Faris Effandi, Kahlil Gibran yang masih pemuda bermain-main di taman milik Faris Effandi, hingga tibalah saatnya ia berjumpa dengan seorang gadis jelita yang kemudian memikat hatinya. Gadis itu bernama Selma Karamy, putri dari Faris Effandi. Mereka hanya hidup berdua, karena sang ibunda telah meninggal. Adapun mereka berdua merupakan seorang yang sangat berada. Kendatipun demikian, mereka hidup layaknya manusia biasa.
Perjumpaan Gibran dengan Selma Karamy berlangsung seperti kedua sahabat pada umumnya, hingga akhirnya Selma pun jatuh cinta kepada Gibran yang memiliki paras tampan serta berbudi luhur. Hubungan mereka semakin lama semakin akrab, terlebih Gibran yang sering berkunjung ke rumahnya. Ayah Selma Karamy pun sama, merestui hubungan mereka.
Namun pada saat kedamaian cinta sedang memikat hati mereka, tibalah suatu prahara yang membuat Gibran akhirnya harus melepaskan Selma. Prahara itu ialah ketika seorang uskup bernama Mansour Bey Galib berkeinginan untuk mempersunting Selma, dengan tujuan untuk mengambil seluruh harta kekayaan milik Faris Effandi. Kahlil Gibran sendiri pun tak dapat melawannya, karena ia tahu kekajaman uskup itu kepada masyarakat kota. Gibran khawatir jika ia melawannya, Selma dan ayahnya lah yang akan menjadi korban kekekerasan uskup itu.
Singkat cerita Selma dan Mansour Bey Galib dinikahkan, akan tetapi Selma dan Gibran masih menyempatkan waktu untuk sesekali bertemu, di sebuah kuil suci di Lebanon. Selma yang pergi untuk menemui Gibran secara diam-diam, menceritakan bahwa kondisi kesehatan ayahnya sedang kritis. Gibran yang saat itu sedang mencari ilmu di Amerika Serikat pun harus lebih lama menetap di Beirut, Lebanon.
Pada akhir hayat Faris Effandi, Gibran dan Selma menemaninya di dalam kamarnya. Faris Effandi menceritakan berbagai kisah dan memberikan beberapa pesan kepada Gibran dan Selma, sebelum akhirnya menutup mata. Beberapa tahun berselang, Selma Karamy pun menyusul ayahnya berpulang, disebabkan karena penderitaannya yang tak kuat hidup bersama uskup serakah Mansour Bey Galib itu. Gibran sendiri pun merasakan kehilangan hingga akhirnya ia menetap di Amerika dan meninggal di sana.
Dalam bukunya ini Gibran menceritakan kisah hidupnya dengan kata-kata yang penuh akan kiasan serta kutipan-kutipan yang berkaitan dengan cinta dan kehidupan, kisahnya ini dikenal luas sebagai kisah cinta tragis di khazanah sastra dunia.
Itu saja yang ingin saya ulas mengenai buku ini, barangkali dari kalian telah mengetahui kisah cinta yang dramatis ini. Di akhir kalimat saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Menenun Kembali Persahabatan di Ujung Cakrawala Aldebaran
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Aku Punya Kendala Allah Punya Kendali: Sebuah Obat untuk Hati yang Lelah
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!