Berbakti kepada orangtua merupakan hal yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh setiap anak. Jangan sampai anak melupakan jasa-jasa kedua orangtua yang telah merawat dan membesarkan dengan segala susah-payahnya. Bahkan terhadap orangtua yang berbeda keyakinan (agama) pun kita tetap harus menghormati dan mempergaulinya dengan baik.
Mari kita renungi keluasan rahmat Allah untuk para hamba-Nya saat Dia berwasiat kepada Sa’ad bin Abi Waqqash agar berbuat baik kepada ibunya, meskipun ia kafir kepada-Nya. Allah menurunkan ayat Al-Qur’an (Surat Al-Ankabut: 8) tentang persoalan ibunya. Dia berfirman, “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya...”. Alangkah agungnya rahmat Allah. Dia berwasiat kepada Sa’ad agar berbuat baik kepada ibunya. Padahal, ia adalah wanita yang kafir kepada-Nya (Wahai Anakku, Mana Baktimu? halaman 19-20).
Dalam buku Wahai Anakku, Mana Baktimu? Hani Saad Ghunaim juga menjelaskan, Allah telah menyetarakan kata ibadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orangtua. Karena itu, amal yang paling utama kepada Allah ialah ibadah yang benar (tauhid yang murni) dan berbuat baik kepada kedua orangtua. Allah Swt. dalam Surat Al-Isra’: 23 berfirman: “Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”.
Bagaimana ketika orangtua kita telah meninggal dunia? Apakah kita masih bisa berbakti kepadanya? Pertanyaan semacam ini mungkin terlintas di benak sebagian orang yang merasa dirinya belum sepenuhnya berbakti kepada kedua orangtuanya. Tentu saja masih bisa. Misalnya, dengan rutin mendoakan kebaikan kepada mereka berdua, bersedekah dengan mengatasnamakan kedua orangtua, dan lain sebagainya.
Hani Saad Ghunaim menjelaskan, amal yang berguna bagi orang yang telah meninggal beraneka ragam. Amal tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi orang yang telah meninggal dunia terutama kedua orangtua. Di antaranya: amal saleh Anda ada dalam timbangan kebaikan mereka berdua.
Seluruh amal saleh yang Anda kerjakan akan bermanfaat bagi Anda di dunia, alam kubur dan akhirat, serta bermanfaat bagi kedua orangtua Anda, insya Allah. Anda serta amal saleh Anda berada dalam timbangan kebaikan Anda dan kedua orangtua Anda. Jika Anda shalat, puasa, membaca atau menghafalkan Al-Qur’an, memberi sedekah ataupun melakukan amal saleh apa pun, itu semua akan disertakan dalam kebaikan kedua orangtua.
Terbitnya buku Wahai Anakku, Mana Baktimu? karya Hani Saad Ghunaim ini dapat menjadi salah satu sumber referensi bagi kita, agar selalu berusaha meningkatkan bakti kita kepada kedua orangtua. Saya sarankan, ketika ada pemahaman yang agak sedikit berbeda dari penulis dalam buku ini, ada baiknya mencari sumber referensi lain dengan pemahaman beragam yang lebih luas. Bisa juga dengan berkonsultasi atau bertanya kepada orang yang lebih mumpuni dalam pemahaman agama seperti ustaz dan para kiai. Semoga bermanfaat.
Tag
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris
-
Review My Perfect Stranger, Ajak Penonton Renungi Takdir Lewat Time Travel
-
Review Sejarah Islam Klasik: Membedah Peradaban Lewat Sudut Pandang Barat
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
Terkini
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara