Wudhu yang dilakukan oleh umat Islam sehari-hari ternyata tak sekadar amal ibadah sebagai salah satu syarat sah sebelum mengerjakan shalat saja. Namun juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan jiwa dan raga manusia.
Rizem Aizid dalam buku Cantik Bercahaya dengan Air wudhu menguraikan bahwa wudhu memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Hal ini dibuktikan oleh Profesor Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan neurolog asal Austria, yang menyatakan bahwa wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia karena keselarasan air wudhu dan titik-titik saraf, sehingga kondisi tubuh senantiasa sehat.
Ulama fikih juga menjelaskan bahwa wudhu merupakan upaya untuk memelihara kebersihan. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu, seperti tangan, daerah muka, dan kaki merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, daerah tersebut harus dibasuh untuk menghindari penyakit kulit yang umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti sela-sela jari tangan, kaki, dan belakang telinga (Cantik Bercahaya dengan Air wudhu, halaman 88-89).
Secara tidak langsung, ketika wajah kita sering terkena air wudhu, maka wajah akan menjadi bersih dari kotoran. Ini artinya, wajah akan terlihat lebih berseri karena kotoran seperti debu-debu dan lemak yang menempel di kulit, hilang terbasuh oleh air yang mengalir.
Rizem Aizid memaparkan, wudhu tidak hanya membuat wajah menjadi cantik, bercahaya, mulus, berseri-seri, bermanfaat bagi kesehatan, seperti mencegah kanker kulit, mengobati berbagai penyakit, dan lain-lainnya, tetapi juga memiliki nilai religius yang membuat pelakunya mendapat perlakuan istimewa dari Allah Swt. kelak di akhirat.
Wudhu, bila dilihat secara sepintas, mungkin termasuk amalan ringan yang mudah dilakukan. Tapi manfaat dan hikmahnya sangat besar bagi umat Islam yang rutin menjalankannya. Rizem menjelaskan, wudhu memang amalan ringan, tetapi pengaruhnya luar biasa. Selain menghapuskan dosa, wudhu juga mengangkat derajat dan kedudukan seseorang dalam surga.
Semoga ulasan buku ini dapat menambah wawasan yang mencerahkan bagi kita semua.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bukan Minimarket Biasa: Rahasia Mematikan dalam A Shop for Killers
-
Review Drama Korea As You Stood By: Sulitnya Keluar dari Hubungan Toxic
-
Review Serial From Season 4: Malam yang Penuh Teror di Kota yang Terkutuk!
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian
Terkini
-
Kulit Anti-Stres! Inilah 4 Face Mist Sea Water yang Ampuh Menenangkan Wajah
-
5 Drama Korea dari Byeon Woo-seok, Populer Ada Lovely Runner!
-
Batasan Pertemanan Lawan Jenis: Masih Relevankah di Tengah Era Kebebasan Saat Ini?
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
6 Eyeliner Smudgeproof di Bawah Rp50 Ribu: Bebas Transfer, Anti Bleber!