Tersenyum dan tertawa merupakan sesuatu hal yang manusiawi dan dibutuhkan oleh setiap orang untuk menghilangkan penatnya kehidupan dan mengusir kebosanan. Selain itu, ternyata tertawa itu juga baik untuk kesehatan. Asalkan porsinya pas dan tidak berlebihan. Sebab, segala sesuatu jika dilakukan secara berlebih-lebihan itu tidak baik dan mendatangkan dampak yang buruk.
Humor adalah salah satu hal yang bisa membuat kita tersenyum atau tertawa. Mengutip halodoc.com (27/11/2020) humor akan meringankan beban, menghubungkanmu dengan orang lain, membuatmu tetap membumi, dan selalu fokus. Ini juga membantu kamu melepaskan amarah dan memaafkan lebih cepat.
Membaca buku berisi kumpulan humor segar dan menyelipkan pesan moral juga bisa dijadikan sebagai pilihan. Buku berjudul Kitab Gelak Tawa Nasrudin Hoja karya Syamsuddin Haris ini misalnya, dapat dijadikan bacaan menghibur di waktu senggang Anda.
Salah satu humor yang bisa dinikmati dalam buku tersebut berjudul Menampar Hakim. Begini kisahnya: suatu hari, ketika sedang dalam perjalanan ke tempat kerja, tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Nasruddin dan menamparnya tepat di wajah. Nasruddin terkejut dengan tindakan laki-laki itu.
Laki-laki itu kemudian menoleh ke belakang, dan menyadari bahwa ia telah menampar orang yang salah. Seketika itu juga wajahnya memerah dan segera minta maaf pada Nasruddin. Meskipun sudah meminta maaf, Nasruddin tetap membawa laki-laki tersebut ke pengadilan. Setelah menjelaskan kasusnya kepada hakim, lalu hakim membuat keputusan: “Dengan ini saya memutuskan agar penggugat menampar wajah terdakwa.”
Nasruddin tak mau menerima keputusan hakim. Dan hakim yang bosan mendengar celotehan Nasruddin kemudian mengubah keputusannya: “Dengan ini saya memerintahkan terdakwa untuk membayar penggugat dua puluh dirham”. Nasruddin menerima dengan senang hati keputusan tersebut. Tapi laki-laki itu berkata bahwa ia harus pulang mengambil uang untuk membayar denda tersebut.
Setengah jam kemudian, laki-laki itu belum kembali dan Nasruddin tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Nasruddin kemudian menghampiri sang hakim dan menampar wajahnya, sembari berkata, “Saya terlambat dan harus pergi, jadi harap menerima dua puluh dirham atas nama saya”.
Semoga kehadiran buku Kitab Gelak Tawa Nasrudin Hoja terbitan Araska (2019) ini dapat mengibur para pembaca sekalian. Selamat menikmati.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri
-
Di Bawah Hujan 1991: Melankolia dalam Novel Goodbye Fairy
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Masjid Baiturrahman, Tempat Melepas Penat di Tengah Kesibukan Kota Semarang
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan
Terkini
-
Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun Bersatu di Drama Medis Romantis, Tayang 1 Juni
-
Saat Menabung Terasa Mewah: Bisa Bertahan Hidup Saja Sudah Bentuk Prestasi
-
HYBE Luncurkan Label ABD, Siap Debutkan Girl Group Baru dengan Konsep Fresh
-
Sembari Nunggu My Royal Nemesis, Intip 5 Drama Rom-Com Heo Nam Jun Ini!
-
Ironi Tumpukan Sampah Makanan di Negeri yang Kelaparan