Sebagai orang Islam, kita tentu telah mengerti bahwa dalam ajaran agama, kita dilarang mengonsumsi makanan dan minuman yang telah jelas keharamannya. Sementara di sisi lain, Islam memperbolehkan kita untuk mengonsumsi beragam jenis makanan dan minuman yang halal serta menyehatkan tubuh. Hal yang penting, dalam mengonsumsi perkara yang halal harus dengan porsi yang pas dan tak berlebihan.
Dalam buku Jangan Makan Barang Haram! Dipaparkan sederet makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi karena di baliknya terdapat dampak buruk bagi kehidupan manusia. Khususnya dampak buruk yang berhubungan dengan kesehatan kita semua. Minuman keras atau alkohol (yang jenisnya sangat beragam) adalah termasuk barang atau minuman yang dilarang dalam ajaran Islam.
Dalam dunia kedokteran, disebutkan bahwa kecanduan minuman keras menyebabkan perubahan sel-sel jantung yang hidup menjadi berbagai serabut mati yang tidak berguna bagi tubuh manusia. Proses penyerabutan jantung sebagai pengairan dalam perut dapat membuat seseorang yang menderita penyakit itu diantarkan ke ambang kehancuran (Jangan Makan Barang Haram! halaman 96).
Jantung yang rusak akibat minuman keras bisa juga menimbulkan penyakit delirium. Sebab, fungsi jantung yang buruk akan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida dalam darah. Dalam kondisi seperti inilah, delirium muncul. Biasanya, ciri utama delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian alias tidak dapat berkonsentrasi. Delirium membuat orang kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi (Jangan Makan Barang Haram! halaman 97-98).
Dalam Islam, ada beragam jenis hewan yang boleh dikonsumsi (halal) dan ada juga sederet hewan yang haram untuk dimakan. Salah satu hewan yang haram dikonsumsi adalah beruang dan harimau. Sebagaimana diungkap dalam buku Jangan Makan Barang Haram! bahwa harimau jelas-jelas dilarang oleh Rasulullah Saw. karena binatang ini termasuk binatang buas yang memangsa apa pun ketika lapar.
Beruang juga termasuk jenis binatang buas yang haram dikonsumsi, apapun alasannya. Sebagaimana binatang buas lainnya, beruang tidak mengandung gizi atau protein yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Justru lebih banyak efek negatif yang ditimbulkannya ketika seseorang memakan daging beruang (Jangan Makan Barang Haram! halaman 59-60).
Terbitnya buku Jangan Makan Barang Haram! (Najah, 2013) karya Nor Fadilah ini layak diparesiasi, sebagai bacaan pengingat bagi kita semua agar selalu berusaha menghindari makanan dan minuman yang diharamkan dalam agama Islam.
Baca Juga
-
Seni Mengatur Waktu dengan Baik dalam Buku "Agar Waktu Anda Lebih Bermakna"
-
Buku Perjalanan ke Langit: Nasihat tentang Pentingnya Mengingat Kematian
-
Ulasan Buku Resep Kaya ala Orang Cina, Cara Menuju Kekayaan yang Berlimpah
-
Ulasan Buku "The Wisdom", Merenungi Kebijaksanaan Hidup
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Novel The Game of Love: Hidup Bersama Tanpa Menaruh Rasa
-
Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Lebih Ngakak, Hangat, dan Menyala
-
Ulasan Film Pawn, Perjalanan Haru Jaminan dan Rentenir yang Jadi Keluarga
-
5 Rekomendasi Novel Berlatar Masa Kolonial Hindia Belanda di Indonesia
-
Review Film Legenda Kelam Malin Kundang: Menarik di Awal, Kendor di Akhir
Terkini
-
Indy Masuk Nominasi Akting, Jadi Anjing Pertama yang Raih Pengakuan Ini
-
Nova Arianto Ditunjuk Latih Timnas U-20, Realisasi Jangka Panjang PSSI
-
Ganti Agensi, Kyuhyun Sebut Tetap Setia pada SM: Pink Blood Masih Mengalir!
-
Yoo Yeon Seok dan Esom Akan Jadi Pengacara Para Arwah di Drama Baru
-
Karir Nova Arianto di Timnas U-20 Diprediksi Bakal Mulus, Kok Bisa?