Buku yang membahas tentang seputar beragam jenis kanker dan cara pengobatannya yang dtulis oleh Dr. Toshio Akitsu ini menarik dibaca. Kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu kanker dibahas dalam buku terbitan Qanita 2015 ini. Salah satunya ialah kebiasaan merokok. Dapat memicu penyakit kanker paru-paru.
Ya. Kebiasaan merokok ternyata dapat memicu munculnya penyakit kanker paru-paru. Dalam pemaparannya, penulis membuat subbab tersendiri. Dia mengajukan pertanyaan: perokok “10 batang/hari selama 40 tahun” atau “40 batang/hari selama 5 tahun”, yang lebih berisiko terkena kanker paru-paru?
Indikator yang mewakili hubungan kesehatan dan merokok adalah indeks Brinkman: jumlah rata-rata rokok yang diisap per hari dikalikan berapa tahun merokok. Contohnya, jika dalam 10 tahun merokok 10 batang per hari, maka (10 x 10 = 100).
Orang yang menunjukkan angka 400-600, berarti memiliki 4,9 kali lipat kemungkinan meninggal karena kanker paru-paru daripada orang yang tidak merokok. Dengan kata lain, jika kasusnya seperti pada subbab pertanyaan tersebut, maka jika dihitung orang pertama (10 batang kali 40 tahun, sama dengan 400) dan orang kedua (40 batang kali 5 tahun sama dengan 200), orang kedua lebih banyak merokok setiap harinya daripada orang pertama.
Namun, orang pertama memiliki risiko yang lebih tinggi terjangkit kanker paru-paru daripada orang kedua. Ini karena menurut Indeks Brinkman, meskipun Anda berhenti merokok, kumulatif dari racun yang terdapat dalam rokok tidak akan berkurang.
Kanker kulit termasuk ke dalam jenis kanker yang dibahas dalam buku ini. Dijelaskan bahwa ternyata paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menyebabkan kanker kulit. Ini adalah informasi yang benar.
Dengan terpapar sinar ultraviolet, sel-sel tubuh menjadi terluka. Meskipun luka dari sinar ultraviolet tersebut akan diperbaiki dalam waktu sekitar dua hari, jika program genetik tidak benar memperbaikinya, dapat mengakibatkan terjadinya kanker kulit.
Pada sel-sel yang terpapar sinar ultraviolet, terdapat penyimpangan struktur DNA yang bernama dimmer timin (sebuah produk akhir dari mutasi alam di DNA tubuh kita yang tidak berfungsi dengan normal akibat paparan sinar ultraviolet). Penyimpangan inilah yang menjadi penyebab besar kanker kulit.
Semoga terbitnya buku Mana yang Menyebabkan Kanker? karya Dr. Toshio Akitsu ini dapat membuat para pembaca semakin menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kesehatan sama artinya berusaha menjauhkan diri dari beragam jenis penyakit.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Waspadai 5 Kondisi Kesehatan Ini Setelah Banyak Konsumsi Hidangan Lebaran
-
Jangan Disepelekan! Waspada 5 Ancaman Kesehatan Ini Setelah Lebaran
-
Zodiak Kesehatan Senin 2 Mei 2022: Lebaran Ini Libra Perlu Hati-Hati Saat Diet
-
Survei: Stres Bikin Sepertiga Mahasiswa di Amerika Serikat Ingin Berhenti Kuliah
-
Kiki Fatmala Divonis Kanker Paru-Paru Stadium 4, Suami Sempat Pikirkan Skenario Terburuk: Warisan Gimana
Ulasan
-
Menapak Jejak Islam di Eropa: Membaca Ulang 99 Cahaya di Langit Eropa
-
Mengulik Amanat dalam Novel Bukan Semillah: Jejak Hidayah di Meja Judi
-
Pertikaian dan Konflik Kian Menyaru dalam Anime Diabolik Lovers: More Blood
-
Setiap Proses Harus Kita Nikmati: Membaca Remember Me & I Will Remember You
-
Realitas Quarter Life Crisis dan Jodoh Absurd dalam Novel Ze Pengantin Koboi
Terkini
-
Kerja Saja Tidak Cukup: Membedah Jebakan Hustle Culture di Hari Buruh
-
May Day dan Nasib Lulusan Baru: Gaji Dipotong Paksa, Kerja Borongan
-
Glorified Internships: Saat Magang Berubah Menjadi Perbudakan Modern
-
Bebas Gatal dan Kerak! Cek 5 Pilihan Serum Rambut untuk Usir Ketombe
-
Ngabarin Itu High-Level Manners: Mengapa Ini Lebih Penting dari yang Kamu Kira?