Setiap orang memandang uang dengan makna yang berbeda-beda. Ada yang bekerja keras tanpa istirahat untuk mendapatkan uang. Sedangkan ada pula orang yang bermain cerdas dengan membuat uang bekerja untuk mereka.
Salah satu buku yang membahas mindset tentang keuangan adalah buku berjudul Secrets of the Millionaire Mind karya T. Harv Eker. Buku ini membahas tentang pola pikir seseorang dalam memandang uang.
Berikut ini adalah beberapa poin yang ada pada buku ini menyangkut pola pikir si kaya dan si miskin.
1. Perbedaan cara memandang hidup
Si kaya mengatakan 'hidup ini tanggung jawab saya'. Sedangkan si miskin mengatakan 'hidup ini takdir'. Kamu lebih setuju dengan pola pikir siapa?
Jika ingin menjadi si kaya, kita harus bisa memegang kontrol penuh terhadap hidup kita sendiri. Kebanyakan orang yang menang lotre adalah mereka yang menggantungkan hidup pada nasib. Si kaya tidak tertarik untuk bermain lotre karena ia sadar bahwa hal itu tidak bisa ia kontrol. Daripada sibuk bermain sesuatu yang tidak pasti, si kaya lebih memilih sesuatu yang lebih pasti.
2. Perbedaan komitmen
Si kaya 'berkomitmen' untuk menjadi kaya. Sedangkan si miskin 'mau' menjadi kaya. Ada perbedaan mendasar antara komitmen dan sekadar keinginan.
Si kaya akan berusaha untuk mewujudkan komitmennya menjadi orang kaya. Sedangkan si miskin terhenti pada kata 'mau' saja tanpa melakukan usaha lebih. Ketika si miskin melihat si kaya sukses, respon yang diberikan biasanya adalah berupa ucapan iri atau nyinyir.
3. Perbedaan pemikiran
Si kaya fokus pada kata 'dan', sedangkan si miskin fokus pada kata 'atau'. Si kaya selalu melihat segala sesuatu dari banyak sisi dan berusaha meraih sukses dalam segala hal. Sedangkan si miskin terpaku pada kata 'atau' serta pilihan-pilihan yang sebenarnya bisa disiasati.
Misalnya, ketika dihadapkan pada pilihan antara karier dan keluarga, si kaya akan berpikir bagaimana cara mendapatkan karier 'dan' keluarga sekaligus, sedangkan si miskin terfokus pada pilihan antara karier 'atau' keluarga.
Itulah tiga perbedaan mendasar si kaya dan si miskin yang menjadi poin pada buku terjemahan karya penulis Eker ini. Terlepas dari sebutan 'si kaya' dan 'si miskin', makna yang ada pada buku ini tidak hanya terbatas pada cara kita memandang uang, tetapi juga cara kita memandang kehidupan secara keseluruhan.
Baca Juga
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
-
5 Sepatu Bola Terbaik 2026: Harga Mulai 100 Ribuan, Kualitas Nggak Main-Main
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Laptop Berat dan Susah Dibawa? Ini 5 Rekomendasi Paling Tipis dan Ringan!
Artikel Terkait
-
5 Istilah untuk Para Pencinta Buku, Kamu Termasuk yang Mana?
-
Sri Mulyani Sebut Anggaran Subsidi Energi Sebesar Rp520 Triliun Banyak Dinikmati Orang Kaya
-
Sri Mulyani: Anggaran Subsidi Energi Sebesar Rp520 Triliun Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya
-
Resep Praktis Menulis Cerpen, Ulasan Buku 'Sakti Menulis Fiksi'
Ulasan
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
Terkini
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita