Jalan-jalan ke Jepang tidak lengkap tanpa mengunjungi Kyoto, ibukota kuno Jepang. Kyoto terletak di Pulau Honsu sekitar 30 mil dari Osaka. Menjadi kota ketiga paling yang banyak dikunjungi di Jepang, Kyoto memiliki sejumlah pesona yang tidak bisa dilewat, terutama kuil-kuilnya. Apabila kamu mengunjungi Kyoto, pastikan kamu sambangi 3 kuil di bawah ini.
1. Fushimi Inari Taisha
Tempat suci agama Shinto ini adalah kuil yang paling cantik. Kuil Fushimi Inari Taisha banyak digunakan untuk memuja Dewa Keselamatan dan Kemakmuran.
Terletak di selatan Kyoto, Fushimi Inari Taisha mempunyai 10.0000 gerbang torii. Jadi, pastikan kamu memakai alas kaki yang nyaman saat berkunjung ke kuil ini sebab kamu akan berjalan jauh untuk mencapai lokasinya.
Panorama kuil ini adalah salah satu keunggulan. Di sini ada banyak pohon Sakura yang membuat pemandangan di sekitar kuil menjadi cantik.
2. Kuil Kiyomizu-dera
Selain sebagai tempat ibadah, Kuil Kiyomizu-dera juga merupakan situs warisan dunia UNESCO Jepang. Didirikan 1200 tahun yang lalu, kuil Kiyomizu mempunyai pemandangan menakjubkan yang terpancar dari pemandangan Gunung Higashiyama.
Kuil ini memiliki arsitektur yang luar biasa dan teknik pembuatan yang unik. Pembangunannya tidak menggunakan paku. Kuil Kiyomizu-dera disebut juga dengan nama Kannon Reijo yang berarti tempat suci. Kuil ini adalah tempat pemujaan Dewa Kannon, Dewa Welas Asih.
3. Kuil kinkaku-ji
Kuil yang juga termasuk situs warisan dunia UNESCO ini adalah tempat suci agama Buddha Zen. Nama kuil ini kerap diterjemahkan sebagai Kuil Paviliun Emas.
Berlokasi di Kinkakuji-Cho, Kinkaku-ji dibangun oleh Saoinje Kintsune pada tahun 1393. Kuil ini terletak di tepi Danau Cermin yang menjadikan pemandangan di sekitar ini sangat cantik.
Pengunjung bisa beribadah sekaligus menikmati pesona keindahan taman tradisional, air terjun, susunan bebatuan, dan mata air alami yang mengalir di tempat ini.
Nah, itulah 3 kuil yang wajib dikunjugi saat kamu ke Kyoto, ibukota kuno Jepang. Meskipun boleh dikunjungi siapa saja, namun sebagai tempat ibadah, pengunjung diwajibkan menaati tata tertib di tempat ini.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Kanzashi, Hiasan Rambut Tradisional Khas Jepang yang Dianggap Berbahaya
-
International Friendly Match: Timnas Futsal Jepang vs Timnas Futsal Brazil Jilid 2, Tanding Siang Ini
-
Mengenal Jamur Matsutake, Bahan Makanan Mewah Simbol Musim Gugur di Jepang
-
Kreator Asal Jepang Ini Kreasikan Omurice dengan Ragam Warna, Bikin Ngiler!
-
Dalam 38 Hari Terjual Lebih 10 Juta Tiket! Amazing One Piece Film Red
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap