Ketika terjadi gempa bumi, biasanya seluruh media elektronik selalu melaporkan mengenai seberapa besar kekuatan gempa yang telah terjadi di suatu daerah. Untuk mengetahui besarnya gempa tersebut, maka dibutuhkan alat ukur gempa yang disebut seismograf.
Mengutip dari Ilmu Geografi, seismograf merupakan alat ukur gempa bumi atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi dengan cara mencatat aktivitas getaran melalui grafik yang disebut dengan seismogram.
Adapun dua bagian penting dari seismograf adalah sebagai berikut:
- Massa stasioner atau gantungan pemberat yang berujung lancip
- Roll pita
Berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seismograf, yaitu:
- Seismograf Vertikal, yaitu seismograf yang mencatat gelombang gempa atau getaran gempa vertikal yang dipasang di satu titik saja
- Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang mencatat gelombang gempa atau getaran gempa horizontal yang dipasang sebanyak 2 pasang yaitu dengan arah timur- barat serta utara- selatan.
BACA JUGA: Arab Saudi Waspada! Lionel Messi dalam Kondisi Sangat Baik, Siap Jadi Mesin Gol Argentina di Piala Dunia 2022
Berdasarkan cara membaca datanya, terdapat dua seismograf, yaitu seismograf manual dan digital.
- Seismograf manual, seismograf ini bisa mencatat gempa horizontal maupun vertikal. Gempa bumi horizontal dicatat berdasarkan arahnya, sedangkan arah gempa vertikal berdasarkan arah gempa kompresi.
- Seismograf digital, seismograf ini lebih canggih karena sudah dilengkapi dengan display panel dengan kemampuan mentransfer data dengan cepat. Teknologi yang digunakan pada seismograf digital adalah teknologi elektromagnetik seismographer.
Cara kerja seismograf
1. Ketika terjadi gempa bumi yang ditangkap seismograf, maka roll pita akan bergerak terus menerus yang menyebabkan ujung massa stasioner bergetar hingga menyentuh roll pita.
2. Gelombang primer yang memiliki kecepatan rambat yang sangat tinggi akan lebih dulu tercatat dalam seismograf, setelah itu baru dilakukan pencatatan terhadap gelombang sekunder yang memiliki kecepatan rendah.
3. Gelombang primer dan sekunder yang tercatat berbentuk garis-garis atau grafik pada roll pita. Hasil berupa garis atau grafik tersebut disebut seismogram.
4. Hasil berupa grafik tersebut nantinya akan dibaca dan dianalisa oleh seorang ahli gempa yang biasa disebut seismologist.
Itu tadi pengertian seismograf, alat ukur kekuatan gempa bumi dan cara kerjanya. Semoga bisa memberikan informasi bermanfaat mengingat besarnya kekuatan gempa yang kerap terjadi di negara kita ini.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir
-
Pencinta Sepak Bola Wajib Baca: Tips Beli Jersey Orisinal Piala Dunia 2026
-
Emosional! Mengintip Ruang Ganti Norwegia Menuju Piala Dunia 2026 Lewat Dokumenter Terbaru
-
Ulasan JBound Bogor: Wisata Edukasi untuk Anak Belajar Sambil Bermain
-
Film Aksi Komedi 24 Jump Street Resmi Digarap, Aksi Dua Polisi Kocak Schmidt dan Jenko Kembali
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto
-
Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir
-
The Amazing Digital Circus: The Last Act, Memahami Penjara Berkedok Hiburan
-
Ketika Hati Gelisah, Memburu Jiwa Tenang Menawarkan Jawabannya
-
Queen of Divorce: Drama Hukum Unik dengan Konsep Divorce Troubleshooter
Terkini
-
Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema
-
Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik