Kenapa mimpi bisa terasa begitu nyata, bahkan lebih hidup dari kenyataan yang kita jalani? Dari mimpi indah yang memberi harapan sampai mimpi buruk yang meninggalkan jejak kecemasan, dunia tidur selalu punya cara untuk menyingkap hal-hal yang nggak kita sadari.
Kali ini, film animasi Netflix yang tayang sejak 14 November 2025, ‘In Your Dreams’, memanfaatkan misteri itu dengan menghadirkan kisah petualangan ajaib tentang keluarga, perubahan, dan bagaimana anak-anak memaknai kebahagiaan.
Disutradarai Alex Woo dan ditulis olehnya bersama Erik Benson, film ini jadi sajian yang bukan hanya visualnya memanjakan mata, tapi juga emosinya menghangatkan hati lho.
Dengan deretan pengisi suara: Jolie Hoang-Rappaport, Elias Janssen, Cristin Milioti, Simu Liu, Craig Robinson, hingga Gia Carides, kisah ini ngajak kita masuk dunia mimpi yang liar, lucu, kadang aneh, tapi tetap sarat makna.
Penasaran dengan Kisahnya? Kepoin Bareng, Yuk!
Ceritanya tentang Stevie (disuarakan Jolie Hoang-Rappaport) merasa dirinya adalah penjaga keluarga. Dia sering merasa bertanggung jawab mengatasi masalah apa pun yang muncul.
Dulu, ketika masih empat tahun, dia punya kenangan sempurna tentang kebahagiaan kecil bersama kedua orang tuanya: memasak pancake sambil tertawa. Namun seiring waktu, kenangan itu semakin jauh, dan realita nggak lagi semanis itu.
Kini Stevie duduk di bangku sekolah menengah. Adiknya, Elliot (Elias Janssen), menurutnya lebih sering mengganggu daripada membantu.
Orang tua mereka yang dulu tampil sebagai duo musisi harmonis, kini tampak mulai renggang. Sang ibu mendapat tawaran pekerjaan yang lebih stabil, itu berarti mereka harus pindah. Bagi Stevie, perubahan itu terasa seperti bencana.
Di tengah kegundahan itu, Stevie menemukan sebuah buku mimpi kuno. Saat dia dan Elliot membaca mantra di dalamnya, keduanya mendapati bisa masuk ke mimpi masing-masing dan mengubahnya.
Dari sinilah dimulai petualangan gila yang membawa mereka ke berbagai dunia mimpi. Dari negeri sarapan yang dipenuhi animasi lucu, petualangan ala anime, hingga dunia mimpi buruk yang dipenuhi fenomena universal seperti gigi rontok dan ujian dadakan.
Menarik Banget, Deh!
Yup, saat nonton Film In Your Dreams, aku langsung merasa film ini memadukan dua hal yang sangat disukai banyak penonton. Ada petualangan dengan visual kreatif dan drama keluarga yang dekat dengan kenyataan.
Aku nggak hanya diajak masuk ke dunia mimpi yang liar dan lucu, tapi juga ke dalam isi hati sosok kakak yang sedang kebingungan menghadapi perubahan.
Ditambah dengan setiap dunia mimpi yang dibuat dengan gaya visual berbeda. Kadang imut, surealis, bahkan ada yang berbau parodi pop culture. Semuanya terasa relevan dengan kondisi psikologis karakter.
Misalnya, Breakfast Town yang penuh pancake dan telur mata sapi nggak hanya lucu, tapi juga gambaran memori kebahagiaan awal Stevie. Atau kemunculan Baloney Tony, boneka kesayangan Elliot yang hangat sekaligus jenaka.
Aku juga suka bagaimana film ini menggunakan dunia mimpi menggambarkan dinamika keluarga yang rumit tapi juga realistis. Stevie ingin memperbaiki segalanya, tapi dia lupa nggak semua masalah harus dia tanggung sendirian.
Di sisi lain, Elliot, yang awalnya tampak menyebalkan, perlahan menunjukkan dirinya juga punya cara sendiri melihat dunia.
Namun, di balik keceriaan visual, yang paling menancap bagiku adalah pesan utamanya. Apa tuh? Mimpi tuh bukan tentang mengubah dunia, melainkan tentang mengubah cara kita melihat kenyataan. Stevie akhirnya menyadari hidup boleh kacau, keluarga nggak selalu sempurna, dan perubahan nggak selalu buruk.
Suka banget sama film ini! Sobat Yoursay yang lagi mencari film yang nggak sebatas menghibur, ini jawabannya. Coba deh ditonton bareng keluarga tercinta, dan rasakan keseruannya. Selamat nonton ya.
Baca Juga
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja
-
Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak
-
Review Cold Storage: Ketika Ruang Penyimpanan Berubah Jadi Perangkap
Artikel Terkait
-
Ernest Prakasa Ungkap Tantangan untuk Vino G. Bastian di Film Lupa Daratan
-
Ulasan Film In Your Dreams: Tatkala Mimpi Jadi Kunci Mengubah Nasib
-
Sinopsis Positively Yours, Dibintangi Choi Jin Hyuk dan Oh Yeon Seo, Tayang 2026
-
Netflix Hentikan Dukungan Fitur Casting dari HP ke Smart TV, Kenapa?
-
3 Novel Best Seller Dee Lestari Bakal Diadaptasi Jadi Serial Original Netflix
Ulasan
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
Terkini
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah