Bharada Richard Eliezer atau Bharada E baru saja melakukan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang dilaksanakan secara tertutup pada hari Rabu (22/02/2023). Hasil dari sidang etik tersebut memutuskan bahwa Bharada E tetap dipertahankan sebagai anggota Polri, akan tetapi ia harus dikenakan sanksi demosi. Selama masa demosi, Bharada E akan ditempatkan di satuan Pelayanan Mabes (Yanma) Polri selama satu tahun. Lalu apa itu demosi?
Mengutip dari website resmi Polri.go.id sanksi demosi ialah salah satu sanksi yang diatur dalam Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Demosi berarti memindahkan anggota polisi yang terkena sanksi dari hierarki yang ia tempati sebelumnya ke jabatan yang lebih rendah.
Sanksi demosi sendiri diatur dalam Pasal 1 Angka 24 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Ibu Bharada E Akhirnya Bertemu dengan Presiden Jokowi, Benarkah?
Aturan tersebut berbunyi: “Demosi adalah mutasi yang bersifat hukuman berupa pelepasan jabatan dan penurunan eselon serta pemindahtugasan ke jabatan, fungsi, atau wilayah yang berbeda.”
Maksud mutasi tersebut bukanlah sebagai sebuah promosi jabatan, melainkan penurunan tanggung jawab yang diemban sebelumnya ke posisi yang lebih rendah akibat suatu tindak pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.
Adapun pejabat Polri yang berhak memberikan hukuman kepada anggotanya yang diberikan sanksi tersebut adalah Provos Polri atau pengemban Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) Polri. Pejabat Polri tersebut nantinya juga harus melakukan pengawasan terhadap anggotanya yang sedang menerima sanksi apakah ia menjalankan tugasnya dengan baik selama dijatuhi sanksi tersebut.
BACA JUGA: Usai Jalani Sidang Etik, Bharada E Segera Dijebloskan Ke Penjara
Diketahui sebelumnya bahwa Bharada E telah menerima vonis hakim yaitu penjara selama 1 tahun 6 bulan. Vonis tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa Bharada E selama 12 tahun penjara. Saat itu Majelis Hakim yang dipimpin oleh Wahyu Iman Santoso mengabulkan justice collaborator yang sebelumnya diajukan oleh Bharada E.
Hakim mempertimbangkan kejujuran serta pernyataan logis Bharada E selama persidangan, untuk itulah vonis yang didapatkan Bharada E sangat jauh berbeda dengan empat terdakwa lainnya yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON
-
Netflix Rilis Trailer Steps, Angkat Sisi Lain Saudari Tiri Cinderella
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
Artikel Terkait
-
Hasil Sidang Kode Etik Bharada Eliezer: Tetap Jadi Anggota Polri Tapi Disanksi Demosi 1 Tahun, Ini Alasanya
-
Apa Itu Demosi, Sanksi yang Diberikan Kepada Bharada E Richard Eliezer Meski Tak Dipecat Dari Polri?
-
Inilah Enam Alasan Richard Eliezer Tidak Dipecat dalam Sidang Etik Polri Menurut Humas Polri
Ulasan
-
Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis
-
Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa
-
Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati
-
Ulasan Culture Shock: Perjalanan Riko Menghadapi Dunia Baru di Jakarta
-
Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!
Terkini
-
Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?
-
Anti-Kusam Seharian! 4 Chemical Sunscreen Brightening Bikin Wajah Glowing
-
Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON
-
Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4
-
Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak