Belum lama ini ramai berita soal rusaknya habitat Edelweis Rawa di Ranca Upas akibat sejumlah oknum tak bertanggungjawab yang melakukan event trail di Ranca Upas, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Banyak netizen yang mengutuk perbuatan oknum tersebut, terlebih sang petani yang menanani bunga Edelweis tersebut yang bernama Supriatna alias Mang Uprit. Petani Edelweis tersebut meradang dan bersedih karena bunga yang ia tanami dari 2 tahun silam hancur begitu saja.
Lalu apa saja fakta seputar bunga Edelweis? Dilansir dari Gramedia, berikut adalah 5 fakta bunga Edelweis yang harus kamu tahu.
1. Bisa tumbuh hingga 4 meter
Bunga yang biasanya tumbuh subur di daerah pegunungan ini bisa tumbuh hingga 4 meter. Ada juga jenis Edelweis yang bisa tumbuh hingga 8 meter di atas permukaan tanah.
Dijuluki bunga abadi, Edelweis bisa hidup hingga 10 tahun lamanya, akan tetapi keberadaannya bisa terancam punah akibat tangan-tangan jahil manusia.
BACA JUGA: Balap Motor Trail Rusak Ranca Upas, Lebih Baik Lakukan 5 Hal Positif Ini Saja!
2. Bagian kebutuhan adat
Bunga Edelweis merupakan salah satu dari ritual adat yang digunakan suku Tengger. Bunga Edelweis dijadikan sebagai sesajen untuk acara keagamaan seperti upacara Karo, Entes-Entes, dan Kasada.
Oleh karena itu, bunga Edelweis dilestarikan di Gunung Bromo oleh suku Tengger, bahkan rumah mereka turut ditanami bunga Edelweis yang bibitnya didapatkan dari program swadaya.
3. Salah satu obat tradisional
Tidak hanya terkenal karena keindahan dan keabadiannya, ternyata bunga Edelweis juga merupakan salah satu obat tradisional karena ekstraknya mengandung antioksidan tinggi hingga bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Sebuah penelitian mengatakan jika Edelweis juga mengandung antimikroba yang bisa membasmi bakteri dan jamur.
4. Pernah muncul dalam perangko nasional
Keindahannya membuat Edelweis muncul di perangko nasional pada tahun 2003. Perangko bergambar Edelweis tersebut didedikasikan karena bunga tersebut terancam punah.
BACA JUGA: Mengenali Berbagai Jenis Edelweis, Apakah Bunga Rawa Termasuk?
5. Ditemukan lebih dari 200 tahun lalu
Bunga Edelweis ditemukan lebih dari 200 tahun lalu di lereng Gunung Gede, Jawa Barat oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Georg Karl Reinwardt di tahun 1819.
Demikian tadi 5 fakta bunga Edelweis yang bisa diinformasikan. Semoga tidak ada lagi tangan-tangan jahil yang merusak bunga yang semakin langka tersebut. Sayangi lingkungan di sekitar agar mereka tetap bisa memberikan keindahannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
-
Apple Resmi Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Segini Harganya
-
Trailer Film Artificial Dirilis, Tampilkan Sisi Gelap Teknologi AI
Artikel Terkait
-
Rekomendasi 4 Kafe Kekinian di Kabupaten Bandung, Cocok Untuk Quality Time dengan Spot Foto Instagramable!
-
Kronologi Mang Uprit Ngamuk Hingga Dipanggil Polisi, Kang Dedi Mulyadi Beri Pendampingan
-
Rombongan Motor Trail Rusak Bunga Rawa, Kang Dedi Mulyadi Sebut Mang Uprit Bukan Provokator
-
Soleh Solihun Viral di Twitter, Sindir Pungli di Sekolah Bandung Hingga Seret Nama Ridwan Kamil!
-
KBB Saber Hoaks Dibentuk, Tangkal Informasi Menyesatkan di Media Sosial
Ulasan
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya
-
Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
Terkini
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan