Ngopi, nongkrong, dan sekadar ngobrol ngalor-ngidul bersama sahabat adalah kegiatan yang menyenangkan. Pasalnya, aktivitas ini dinilai dapat memberikan berbagai keuntungan, salah satunya adalah untuk melepas penat.
Saat ini telah menjamur cafe dengan tema-tema tertentu. Namun demikian, apakah kamu pernah nongkrong di cafe bertema container box?
Kali ini akan diulas sebuah cafe dengan gaya yang unik di Kota Semarang. Cafe unik ini bernama Confee. Yap, cafe ini terbilang unik karena konsepnya yang terbilang berbeda.
Dengan konsep container box, kamu bakal mendapatkan pengalaman unik saat nongkrong di sini. Nah, saat berada di Semarang, sempatkanlah untuk berkunjung ke cafe kekinian ini.
Confee terbagi menjadi area indoor dan outdoor. Dengan dominasi warna biru tosca yang eyecatching, Confee menjadi salah satu instagramable cafe di kota lumpia ini. Area indoor tidak terlalu besar, namun sangat comfy.
Buat kamu yang suka nongkrong di open space, silakan nongkrong di area outdoor yang luas. Alih-alih panas, suasana pun terasa sejuk karena di sekitar area outdoor dikelilingi oleh pepohonan hijau.
Karena bentuk cafe yang unik, jangan lupa untuk berfoto OOTD di sekitarnya. Dengan berfoto di sini, dijamin feed Instagram kamu bakal makin tampak ciamik.
Buat kamu yang penasaran, kamu bisa berkunjung ke cafe hits di Semarang ini setiap hari. Pada weekdays beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Kemudian, saat weekend sejak pukul 11.00 hingga 23.00.
Cafe kekinian ini sangat direkomendasikan buat kamu yang sedang mencari minuman coffee based dengan rasa yang istimewa.
Kalau ke sini, kamu wajib coba Ice Confee Susu. Rasanya yang khas pastinya gak bakalan bikin kamu kecewa! Selain coffee based, terdapat pula olahan minuman nonkopi yang juga bisa kamu pesan untuk menemani kegiatan nongkrongmu.
Nah, menu lain yang jadi favorit di sini adalah terang bulan. Apakah kamu mengenal menu yang satu ini? Ini adalah menu yang cukup underrated karena eksistensinya sudah sangat langka.
Terang bulan di sini tidak hanya nikmat, tetapi juga nostalgic. Dahulu, makanan ini bisa ditemukan di depan sekolah sebagai jajanan SD. Selain terang bulan, kamu bisa menikmati menu-menu lainnya, seperti cireng, Indomie, mie lidi, cilok, dan jagung keju susu.
Seluruh sajian nikmat di cafe ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. Penasaran dengan sajian kopi dan cita rasa terang bulan khas Semarang? Silakan berkunjung dan nikmati ambience Confee yang chill di Jalan Puri Anjasmoro Blok EE2 Nomor 6, Kota Semarang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Serunya Belajar Bahasa: Tim Dosen Linguistik UPN Jawa Timur Menyapa Siswa SMK 1 Probolinggo
-
3 Rekomendasi Cafe buat Para Pencinta Cake di Jogja, Sudah Terkenal Enak!
-
3 Kafe Unik di Jogja dengan Nuansa Jepang, Bikin Betah Nongkrong
-
Bikin Betah, 3 Rekomendasi Kedai Teh di Jogja dengan Suasana Syahdu
-
3 Rekomendasi Gelato Cafe di Lampung, Nikmat Menggoda!
Artikel Terkait
-
Ngabuburit di Pasar Ramadhan IM3 Aloon-Aloon Kauman, Icip-icip Ragam Kuliner Semarangan
-
Carlos Fortes Diganti Lawan Persebaya Surabaya, PSIS Semarang Blunder Perpanjang Kontrak?
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan Wilayah Jawa Tengah Tanggal 31 Maret 2023
-
PSIS Semarang Kalah Lagi, Gilbert Agius Sebut Ada yang Salah di Skuad Mahesa Jenar
-
Kampanyekan Serunya Silaturahmi, IM3 Hadirkan Pasar Ramadan di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang
Ulasan
-
Mengurai Benang Kusut Persahabatan dalam Novel Other People's Summers
-
Pantai Tablolong, Wisata Populer dengan Ciri Khas Lopo Unik di Kupang
-
Bicara Luka Memang Tidak Mudah dalam Film Mungkin Kita Perlu Waktu
-
Benteng Tolukko, Kini Jadi Objek Wisata Sejarah di Ternate
-
Dari Pop ke Dangdut: Transformasi Epik Anya Geraldine di Film Mendadak Dangdut!
Terkini
-
Hwang Jung Eum Ditinggal Banyak Brand, Imbas Jadi Pelaku Penggelapan Dana untuk Kripto
-
Jadwal Laga Final Thailand Open 2025, Didominasi Wakil dari Empat Negara
-
Jadi Pelatih Tinju, Jamie Foxx Resmi Bergabung di Film Fight for '84
-
KISS OF LIFE Batal Tampil di KCON LA 2025, Imbas Isu Apropriasi Budaya
-
Ngajar di Negeri Orang, Pulang Cuma Jadi Wacana: Dilema Dosen Diaspora