Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau masih memiliki destinasi wisata yang tersembunyi dan belum banyak diketahui masyarakat. Salah satunya yaitu panorama di area persawahan Desa Kenali yang berada di Kecamatan Kuantan Mudik.
Area persawahan Desa Kenali ini juga ditutup pasca panen usai dan telah berlangsung beberapa tahun belakangan. Hal ini dilakukan atas kesepakatan masyarakat sehingga memudahkan dalam proses membajak area persawahan nantinya jika telah memasuki masa tanam.
Sekilas memandang ke area perkebunan kelapa yang berada di pinggir sawah ini mirip dengan pantai di Pulau Maldives. Hijaunya tumbuhan yang berjejer di pinggir sawah menambah eksotisnya pemandangan dan sangat memanjakan mata.
BACA JUGA: Ngabuburit di Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta, Asyik Banget!
Panorama sawah
Pantulan bayangan yang berada di air persawahan pun menjadi daya tarik tersendiri jika berkunjung ke lokasi ini.
Bagi pelancong yang ingin berkunjung ke lokasi ini dapat melewati pasar Lubuk Jambi dan ambil posisi jalan sebelah kanan di persimpangan desa Koto Lubuk Jambi. Jarak dari simpang ini menuju persawahan Desa Kenali lebih kurang 3 kilometer dengan jarak tempuh 7 menit perjalanan.
Pelancong tidak di kenakan biaya masuk dan dapat menyusuri area jalan semenisasi yang berada di pinggir persawahan. Serta terdapat juga jalan semenisasi yang mengarah ke area tengah sehingga pelancong dapat mengabadikan momen dikelilingi air persawahan.
Area persawahan ini membelah tiga desa yaitu Desa Aur Duri, Bukit Kauman dan Desa Kenali. Pelancong juga akan dimanjakan dengan pemandangan hijau di area perbukitan yang terlihat jelas dari persawahan ini.
BACA JUGA: 5 Makanan Khas Kerinci, Nikmatnya Menggugah Selera
Pengunjung juga dapat menikmati panorama di persawahan ini dengan menikmati sajian kelapa muda yang berada di jalan lintas Lubuk Jambi-Lubuk Ambacang tepatnya di Desa Aur Duri. Tidak hanya kelapa muda, terdapat juga menu pilihan makanan lainnya hingga gorengan yang dapat dinikmati pelancong.
Area persawahan ini juga disebar bibit ikan dan akan ditangkap masyarakat ketika akan memasuki masa penanaman padi saat area persawahan mulai dikeringkan. Sesekali akan terlihat ikan melompat-lompat memperlihatkan ketangguhannya kepada pengunjung.
Sungguh nikmat menyaksikan keindahan alam di Kabupaten Kuantan Singingi yang selalu menyajikan cerita dan kisah berbeda di setiap destinasinya.
Baca Juga
-
Tergulung Doomscrolling, Ketika Layar Jadi Sumber Cemas
-
Tersesat di Usia Muda, Mengurai Krisis Makna di Tengah Quarter Life Crisis
-
Fame Cafe Jambi: Suasana Santai, Rasa Juara, Bikin Tak Mau Pulang
-
Terjebak dalam Kritik Diri, Saat Pikiran Jadi Lawan Terberat
-
Takut Dinilai Buruk, Penjara Tak Terlihat di Era Media Sosial
Artikel Terkait
-
Punya Harta Rp4,73 Miliar, Intip Isi Garasi Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Sekda Riau SF Hariyanto Diperiksa KPK, Pakaian Istri Langsung Berubah Jadi Syar'i
-
Ridwan Kamil Kunjungi Kediaman Bah Jajang yang Viral: Sudah Takdir Abah punya Rumah Menghadap Curug Citambur, 'Million Dollar View'!
-
Terjaring OTT KPK, Petinggi BPK Riau Ikut Diangkut Bareng Bupati Meranti
-
Bupati Meranti Diduga Korupsi Rp 26,1 Miliar, Uangnya untuk Maju Pilgub Riau 2024
Ulasan
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Film Jangan Seperti Bapak: Drama Aksi yang Sarat Pesan Keluarga
Terkini
-
Harga Sebuah Peluang: Mengapa Pengambil Risiko Lebih Sering Menang dalam Perlombaan Karier?
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
9 Drama China tentang Dunia Kerja yang Seru dan Edukatif
-
Long Weekend ke Sukabumi? 5 Spot Seru Dekat Stasiun yang Bisa Kamu Kunjungi