Sangat menarik membaca kisah orang-orang yang memiliki segudang keterbatasan tapi mereka tetap mampu menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, pantang menyerah, bahkan berhasil meraih banyak prestasi.
Salah satu buku bagus yang mengisahkan orang-orang yang menjalani hidup dengan keterbatasan misalnya berjudul “Qian Hong Yan” karya Nazaruddin Thamrin. Dikisahkan, Qian Hong Yan, adalah gadis yang mengalami kecelakaan di masa kecil dan mengharuskan kedua kakinya diamputasi.
Ya, dokter harus mengamputasi kedua kakinya tepat di bawah pinggul untuk menyelamatkan hidupnya. Sejak saat itulah ia harus menjalani hidup dengan cara yang berbeda.
BACA JUGA: Cara Ampuh agar Gemar Mengarang dari Buku 'Membangun Kreativitas Mengarang'
Qian Hong Yan terlahir dari keluarga kurang mampu. Orangtuanya tak mampu memberikan sepasang kaki palsu untuk buah hati mereka. Dengan terpaksa, sebuah bola basket bekas, menjadi alat untuk melindungi bagian bawah tubuhnya saat beraktivitas. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman.
Agar bisa dapat bergerak lincah, Hong Yan juga memerlukan alat bantu untuk menopang kedua tangannya. Menggunakan tangan secara langsung untuk menekan lantai atau tanah akan membuat tangannya mudah cedera dan tentu saja menjadi kotor.
Sebagai alat bantu, ia menggunakan pegangan kayu yang dibentuk mirip gagang sikat sebagai alas tangan untuk mengangkat tubuhnya. Dengan alat bantu sederhana tersebut, ia dapat kembali bergerak bebas dengan segala keterbatasan fisiknya. Ia pun dapat melanjutkan tekadnya untuk terus bersekolah.
BACA JUGA: Lika-liku Kehidupan Rumah Tangga dalam Buku Selembut Angin Setajam Ranting
Siapa yang mengira jika ternyata Hong Yan memiliki cita-cita tinggi ingin menjadi seorang perenang. Sebuah cita-cita yang bisa jadi dianggap oleh kebanyakan orang sebagai hal yang mustahil karena ia tak memiliki kedua kaki. Tapi ternyata ia mampu mewujudkan impiannya tersebut dengan usaha yang tekun, dan pantang menyerah.
Hong Yan lantas bertekad untuk bergabung di klub renang khusus penyandang cacat. Orangtuanya mengantar Hong Yan berkonsultasi dengan Zhang Honghu, pelatih renang terkenal di China yang telah banyak melatih banyak atlet renang cacat. Anak asuhan Zhang Honghu telah sering meraih juara di paralimpiade.
Singkat cerita Zhang Honghu membuatkan jadwal latihan khusus bagi Hong Yan. Latihan berat tersebut bertujuan membantu menyeimbangkan dan menambah kekuatan tangan. Setiap hari Hong Yan berenang sejauh 2000 meter. Ia juga selalu melakukan latihan beban dan shit up. Ia harus melakukan semuanya dengan tetap berhati-hati agar tak mengalami cedera.
Setelah melewati proses yang tak mudah dan setelah Hong Yan tumbuh remaja, penampilannya semakin menawan. Kedua lengannya sangat kuat. Wajahnya yang cantik selalu dihiasi senyum manis. Ia telah menguasai berbagai macam gaya renang. Bersama timnya, ia berlatih 4 jam setiap hari dengan disiplin tinggi di bawah bimbingan pelatih renang.
BACA JUGA: Wawasan dari Buku 'The Power of Showing Up', Membangun Ikatan Orang Tua dan Anak Nuril Maulidiyah
Pada akhirnya, berkat keteguhan, ketekunan, dan semangatnya yang kuat, Hong Yan berhasil meraih tiga medali emas dalam kejuaraan nasional renang untuk penyandang cacat tahun 2009. Setahun kemudian, ia meraih tiga medali perak di ajang yang sama. Terlihat sebagai sebuah penurunan memang, tapi itu lebih karena persaingan yang sangat ketat. Mempertahankan prestasi memang jauh lebih sulit daripada merebutnya.
Kisah Qian Hong Yan, gadis yang memiliki keterbatasan fisik tapi mampu meraih impiannya dalam buku terbitan Puspa Swara (Jakarta) ini sangat inspiratif dan membuat orang-orang yang memiliki fisik sempurna mestinya merasa tertampar dan malu karena masih sering mengeluh dan kurang bersyukur.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Cara Ampuh agar Gemar Mengarang dari Buku 'Membangun Kreativitas Mengarang'
-
Mengenal Manifestasi dan Cara Melakukannya, Cara Baru Mewujudkan Impian
-
Tumbuh sebagai Anak Broken Home, Menempa Luka Jadi Senjata
-
Lika-liku Kehidupan Rumah Tangga dalam Buku Selembut Angin Setajam Ranting
-
Wawasan dari Buku 'The Power of Showing Up', Membangun Ikatan Orang Tua dan Anak
Ulasan
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka
-
Novel "Nyala yang Tak Pernah Padam": Saat Luka Tidak Membuatmu Menyerah
Terkini
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur