Geliat modernisasi alutsista nasional sepertinya masih belum berakhir. Melansir dari situs indomiliter.com, pada rabu (23/08/2023) lalu, setelah melakukan penandatangan MoU dengan pihak Boeing dari Amerika Serikat perihal pengadaan 24 unit jet tempur F-15EX, kini pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama pihak PTDI dan Sikorsky Aircraft Company menandatangani HoA (Head of Agreement) mengenai pengadaan sekitar 24 unit helikopter serbaguna Blackhawk.
Helikopter angkut serbaguna Blackhawk atau yang memiliki nama lengkan UH-60 Blackhawk memang menjadi salah satu incaran Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sejak tahun 2021 silam.
Pengadaan helikopter ini kemungkinan untuk memodernisasi sekaligus memajukan pengembangan PTDI sebagai produsen utama kedirgantaraan Indonesia. Selain itu, pengadaan helikopter Blackhawk ini juga menjadi bagian dari MEF (Minimum Essetial Force) militer Indonesia di tahun 2024.
Indonesia Akan Membeli Varian S-70M Blackhawk
Melansir dari situs resmi lockheed-martin.com, pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, PTDI dan pihak Sikorsky dan Lockheed-Martin sepakat akan menjual 24 unit helikopter Blackhawk varian S-70M. Helikopter varian S-70M ini sendiri adalah versi ekspor dari UH-60 Blackhawk untuk pangsa pasar negara non-aliansi NATO atau Amerika Serikat. Pabrikan yang berwenang untuk memproduksi varian S-70M ini adalah pabrikan PZL-Mielec dari Polandia.
Pabrikan PZL-Mielec sendiri telah diberi kewenangan untuk memproduksi helikopter varian S-70M dan dikhususkan untuk pangsa pasar ekspor negara non-aliansi NATO. Direncanakan pula apabila kontrak aktif telah ditandatangani plus pembayaran uang muka, maka PZL-Mielec dan PTDI akan bekerjasama guna membangun helikopter tersebut sekaligus membuka lini produksi perawatan dan beberapa suku cadangnya di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi langkah yang cukup positif bagi kemandirian produksi alutsista nasional kedepannya.
BACA JUGA: Review Buku 'Bahagia, Berbagi dalam Keberagaman', Kisah Pahlawan Kehidupan
Spesifikasi dan Rekam Jejak Helikopter Blackhawk
Melansir dari situs militarytoday.com, helikopter Blackhawk merupakan satu dari sekian banyak alutsista barat yang paling sering terjun ke medan laga. Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1979 silam, helikopter ini sudah kenyang beragam misi tempur. Mulai dari konflik Somalia, Perang di Afghanistan, Perang Teluk, Konflik di Timor-Timur, Konflik Sipil Suriah, Konflik Lebanon-Suriah dan beberapa medan konflik lainnya.
Helikopter yang didesain sebagai multi-role helikopter ini mampu membawa sekitar 12 orang penumpang atau prajurit bersenjata lengkap plus 2-3 awak operator. Helikopter ini ditenagai oleh sepasang mesin General Electric T700-GE-701C/D turboshaft yang mampu membuat helikopter ini terbang dengan kecepatan 294 km/jam dan mencapai jarak jelajah hingga 590 km. Helikopter ini juga mampu mengangkut beban hingga 4.000 kg
Helikopter ini mampu digunakan sebagai helikopter angkut pasukan, evakuasi medis, helikopter pengintaian, helikopter SAR ataupun helikopter serbu. Apabila dijadikan sebagai helikopter serbu, maka helikopter ini mampu dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 7.62 mm atau 12.7 mm yang ditempatkan pada dudukan jendela di samping kiri atau kanan. Selain itu, helikopter ini juga mampu membawa beragam roket un-guided, berbagai jenis rudal, bom un-guided ataupun bom berpemandu dan tangki bahan bakar cadangan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
Ulasan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial
Terkini
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja