Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari setahun memberikan banyak gambaran mengenai skema pertempuran modern. Pertempuran yang berlangsung di sebagian besar wilayah timur Ukraina tersebut juga menunjukkan pertempuran antara kendaraan tempur seperti tank melawan prajurit infantri. Di era modern, tank bukan lagi menjadi alutsista yang ditakuti prajurit musuh karena dapat dihancurkan dengan menggunakan drone ataupun rudal anti tank portable (Anti-tank Guided Missile (ATGM)).
Melansir dari situs indomiliter.com, militer Rusia secara masif menggunakan rudal anti tank andalannya, yakni Kornet. Rudal anti-tank kelas berat ini menjadi salah satu momok bagi prajurit Ukraina karena daya hancurnya yang sangat mematikan. Bahkan, tank-tank Ukraina kerap kali dibuat lumpuh atau hancur oleh rudal tersebut di medan laga.
Didesain Pasca Runtuhnya Uni Soviet
Rudal anti-tank kornet mulai didesain pasca runtuhnya Uni Soviet di tahun 1991. Namun, sejatinya konsep dari rudal ini mulai dipikirkan sejak tahun 1988. Melansir dari situs resmi kbptula.ru, rudal kornet mulai didesain sejak tahun 1994 oleh KBP Instrument Design Bureau yang berkerjasama dengan Degtyarev Plant. Rudal tersebut direncanakan sebagai pengganti rudal yang lebih tua, yakni 9K113 Konkurs dari era Uni Soviet.
BACA JUGA: Review Buku 'Off The Record': Suka Duka jadi Food Vlogger
Rudal ini mulai memasuki layanan milter Rusia pada tahun 1998 dan memiliki nama resmi 9M113 Kornet atau dalam kode NATO dikenal dengan nama AT-14 Spriggan. Rudal ini dianggap sebagai salah satu senjata paling mematikan yang pernah diciptakan oleh Rusia. Hal ini dikarenakan kemampuan rudal Kornet yang dapat menghancurkan hampir seluruh tank tempur utama (Main Battle Tank) milik blok barat.
Mampu Menghancurkan Target hingga Jarak 10 km
Salah satu hal yang paling ditakuti dari rudal anti tank Kornet adalah jarak jangkauan efektifnya yang cukup jauh. Melansir dari situs armyrecognition.com, rudal kornet varian awal mampu mencapai jarak 5.000 meter dan untuk varian terbarunya dapat menghancurkan tank secara telak hingga jarak 10 km.
Hal ini dikarenakan rudal tersebut menggunakan tenaga pendorong roket solid yang membuat rudal denagn panjang 1200 mm tersebut mampu terbang hingga jarak yang cukup jauh. Selain itu, hulu ledak rudal kornet mampu membawa bahan peledak hingga berat 4.7 kg. Rudal Kornet varian terbaru atau Kornet-EM kerap kali dipasang di kendaraan seperti APC (Armoured personel Carrier) atau kendaraan tempur ringan lainnya.
Selain digunakan oleh pihak Rusia, rudal Kornet juga diketahui digunakan oleh beberapa negara seperti Aljazir, Armenia, Azerbaijan, India, Iran, Pantai Gading, Arab Saudi dan bahkan beberapa unit juga digunakan oleh Ukraina. Bahkan, beberapa negara seperti Korea Utara, Iran dan Jordania juga memproduksi rudal Kornet secara mandiri melalui program lisensi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Masuk Radar John Herdman, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Jadi WNI?
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
-
Jumpa Bulgaria di FIFA Series 2026, Bagaimana Peluang Indonesia Raih Kemenangan?
-
Pulih dari Cedera, Shayne Pattynama Dirumorkan Merapat ke Liga Indonesia?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Pabrik Gula: Horor Psikologis yang Menguliti Dosa Masa Lalu
-
Novel 23:59: Saat Patah Hati Harus Berdamai dengan Jawaban
-
Langit Goryeo: Ketika Cahaya Menemukan Langitnya di Tengah Puing-puing Luka
-
Ketika Waktu Menjadi Ancaman: Ulasan Film Sebelum 7 Hari
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
Terkini
-
Juri Oscar Beber Sengaja Skip Wicked 2 Raih Nominasi pada 2026
-
4 Rekomendasi Bedak Tabur untuk Kulit Berjerawat, Anti Kusam dan Ringan!
-
Tayang Februari 2026, Film Rajah: Horor Jawa dan Petaka Zaman Edan
-
Guliran FIFA Series 2026 dan Tamparan Telak untuk Komentar Terlampau Tinggi EXCO PSSI
-
Aktifkan Open To Work, Prilly Latuconsina Tertarik Cari Loker Sales?