"Sweet Home" adalah webtoon asal Korea Selatan yang ditulis oleh Kim Carnby dan diilustrasikan oleh Hwang Young Chan.
Webtoon ini telah diadaptasi menjadi serial drama di Netflix dengan season 1 yang tayang pada tahun 2020 dan season 2 yang akan tayang 1 Desember 2023 mendatang.
Webtoon ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 18 tahun bernama Cha Hyunsoo yang orang tuanya meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil.
Dia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut dan dengan anggaran sebanyak 2000 Dolar dia kembali melanjutkan hidupnya.
Setelah pindah ke apartemen baru, dia menyadari bahwa dengan cara hidupnya, uang tersebut tidak akan bertahan hingga dua bulan, jadi dia menetapkan tanggal untuk bunuh diri.
Namun, sebelum dia bisa mencapai hari itu, sebuah kiamat monster tiba-tiba terjadi. Cha Hyunsoo mencoba untuk bertahan hidup sampai akhir acara TV yang dia sukai tayang.
Dalam episode selanjutnya, dia bertemu dengan orang-orang baru yang tinggal di gedung yang sama dengan tempat tinggalnya.
Dalam perjalanannya melewati hari-hari itu, dia menemukan sisi baru dari dirinya dan karakteristik yang mungkin tidak disukainya. Dia dan teman-teman barunya mencoba bertahan hidup di dunia yang baru yang dikelilingi monster yang menakutkan.
Review Webtoon Sweet Home
Menurut saya, webtoon ini memiliki gaya seni yang keren dan punya alur cerita yang apik. Beberapa adegan di episode pertama mungkin membingungkan, tetapi setelah membaca lebih lanjut akan lebih mudah dipahami.
Meskipun saya menyukai cerita ini dan sangat layak untuk dibaca, cerita dan apa yang akan terjadi selanjutnya terkadang cukup mudah ditebak.
Hal lainnya adalah pengembangan karakter dan desainnya juga. Beberapa karakter lebih banyak menonjol, sementara karakter penting lainnya tidak terlalu sering muncul.
Dari beberapa karakter, kamu bisa mengetahui perasaan mereka dan mempelajari masa lalu mereka, sementara yang lain hanya dibawa ke dalam cerita untuk memberikan sedikit tambahan yang cukup menyedihkan, karena menurut saya webtoon ini akan jauh lebih baik jika beberapa karakter tidak terlalu ditinggalkan.
Dari sisi karakternya, Hyunsoo sang protagonis, awalnya terlihat seperti orang jahat, namun begitu mengetahui masa lalunya, para pembaca akan mengerti bahwa ia dulunya adalah anak baik yang diintimidasi karena sifatnya yang suka menolong hingga mengurung diri di kamar dan melukai dirinya sendiri berkali-kali.
Dia kemudian kehilangan keluarganya dan keinginannya untuk hidup bersama. Seiring berjalannya cerita, Hyunsoo perlahan-lahan mendapatkan kembali keinginannya untuk hidup dan berteman serta mencoba yang terbaik untuk melindungi mereka sambil berduka karena kehilangan keluarganya.
Tidak hanya Hyunsoo, karakter lainnya juga diperankan dengan sangat baik. Jisu memiliki sifat yang baik hati, dan sering bertindak sebagai pendamping dan penyambung lidah orang-orang di sekitarnya.
Dia menghargai kehidupan dan membenci ide tentang bunuh diri, seperti yang ditunjukkan saat dia bereaksi keras saat melihat bekas luka Hyunsoo.
Hyuk Lee cerdas dan tidak takut mengambil risiko. Kepemimpinannya berkali-kali menyelamatkan gengnya.
Awalnya, Hyunsoo dan Hyuk hanya mengenal satu sama lain melalui nama game online mereka, dan keduanya agak kasar satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, kecanggungan di antara keduanya mendingin.
Hyuk dan Jisu menjadi orang yang penting dalam hidup Hyunsoo yang mendukung dan membantunya melalui perjuangannya.
Para pemeran cerita ini sangat solid dan kamu akan menyukai masing-masing dari karakter mereka yang ditampilkan dalam cerita.
Jadi secara keseluruhan webtoon ini sangat layak untuk dibaca, khususnya bagi para pencinta monster yang mengusung tema horor.
Baca Juga
-
Film Penyalin Cahaya, Mengungkap Potret Gelap di Balik Institusi
-
Warung Mekar Jaya, Menikmati Gurihnya Nasi Genjes Khas Kota Malang
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
Artikel Terkait
-
Review Motor Listrik Alva One, Tak Perlu Bensin, tapi Jarak Tempuh Cuma 70KM
-
Ulasan Manhwa The Legendary Beast Animal Hospital: Pelanggan Misterius?
-
Review Film Oppenheimer, Ambisi dan Penyesalan Pencipta Bom Nuklir
-
Review Little Women, Drama Korea Produksi Netflix tentang Tiga Bersaudara
-
Review Webtoon 'UnOrdinary', Atasi Pelaku Bullying dengan Kekuatan Super
Ulasan
-
The Privileged Ones: Memahami Makna Privilese dan Isu Kesehatan Mental
-
Review Film Robot Dreams: Kisah Kehilangan dan Harapan dalam Sebuah Animasi
-
Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Satir Gila tentang Kecanduan Teknologi
-
Review Film Reminders of Him: Drama Emosional tentang Pengampunan Keluarga
-
Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan
Terkini
-
Ramadan dan Etika Perang: Apakah Kemanusiaan Masih Punya Tempat?
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik
-
Perempuan yang Menyeret Rambutnya Tengah Malam di Kandang Ayam Lek No
-
Spesifikasi OnePlus 15T Bocor, Upgrade Lensa Kamera Periskop LUMO Terbaru
-
Terlalu Tua untuk Bekerja? Wajah Ageisme di Dunia Kerja Indonesia