Di dunia ini, terdapat banyak sekali perasaan dari diri seseorang yang tidak kita mengerti. Bahkan, anehnya kita tidak memahami tentang perasaan kita sendiri.
Terkadang ada orang yang terlihat bahagia, namun di balik semua itu dia memiliki kesedihan yang amat mendalam. Ada pula saat kita berusaha menyembunyikan perasaan sedih dan berpura-pura bahagia.
Buku "Tokyo dan Perayaan Kesedihan" ini merupakan kisah asli dari penulis yang menceritakan mengenai pengalaman selama dia hidup. Penulis tinggal di kota Tokyo, Jepang tanpa keluarga dan kerabat yang tinggal di sana untuk melawan rasa takutnya.
Di tengah ramainya kota Tokyo, penulis menjelaskan bahwa terdapat banyak sekali perasaan yang berbeda-beda saat dia melewati beberapa kerumunan orang di jalan. Oleh sebab itu, penulis terinspirasi untuk membuat buku ini.
Novel "Tokyo dan Perayaan Kesedihan" ini merupakan karya dari Ruth Priscilia Angelina yang merupakan penulis dari buku best seller lainnya yang berjudul "Grey Sunflower", "Rainbow and Ocean", dan "Metropop: Forever".
Penulis buku ini mencatat mengenai kesedihan dengan nuansa malam yang gelap di kota Tokyo. Penulis berhasil mengubah pandangan seseorang mengenai kota Tokyo, yang awalnya pembaca mengira bahwa kota Tokyo yang sangat ramai, ternyata mempunyai sisi gelap di dalamnya.
Buku novel yang berjumlah 208 halaman tersebut merupakan buku dengan jumlah halaman yang pendek. Cerita yang di rangkum sedemikian rupa dan tidak bertele-tele menjadikan buku "Tokyo dan Perayaan Kesedihan" ini banyak diminati oleh banyak komunitas penggemar baca buku di seluruh dunia.
Cerita pada buku ini hanya terdapat dua tokoh, yaitu Shira dan Joshua, yang memiliki jalan cerita yang rumit namun menarik.
Shira merupakan seorang wanita yang sedang mencari jati diri kehidupannya. Sedangkan Joshua adalah seorang pria keras kepala yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Shira lahir di keluarga yang harmonis. Hingga dia memutuskan untuk pergi ke negara Jepang hanya karena dia ingin mendapatkan kehidupan yang sebenarnya.
Selanjutnya, tokoh kedua yaitu Joshua adalah seorang musisi biola profesional. Joshua memiliki sifat yang egois tapi tenang. Dia begitu karismatik dan dia memiliki karier yang sukses dan bersinar. Namun, di sisi lain dia memiliki sebuah rahasia masa lalu yang kelam.
Nah, itulah ulasan singkat dari novel Tokyo dan Perayaan Kesedihan karya Ruth Priscilia Angelina. Apakah kamu tertarik untuk membacanya? Jika iya, selamat membaca!
Baca Juga
-
Review Buku From Here to the Great Unknown: Sisi Manusiawi Keluarga Elvis Presley
-
Ulasan Buku 'The Wager', Misteri Lautan Perang Dunia Pertama
-
Ulasan Buku "What i Ate in One Year", Kuliner Dunia Yang Menakjubkan
-
Ulasan Buku "Brothers", Kenangan Kecil untuk Mendiang Sang Adik
-
Ulasan Buku The Demon of Unrest: Sejarah Kelam Dunia
Artikel Terkait
-
Pernah Timba Ilmu di Manchester United, Karol Borys Tak Gentar Hadapi Juara Asia
-
Empat Pemain Dipulangkan Gara-gara Mabuk, Marcin Wlodarski Pastikan Polandia Siap Hadapi Jepang
-
Jadwal Pertandingan Piala Dunia U-17 Pekan Pertama 11 dan 12 November, Tim Besar Keluar Kandang!
-
Review Novel 'Autumn in Paris', Kisah Cinta yang Begitu Tragis
-
Ulasan Buku Lupus ABG: Grafiti di Meja Ulangan, Gagal Mencontek Sesal Kemudian
Ulasan
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa