Perang antara pejuang Palestina melawan tentara Israel di Jalur Gaza sudah memasuki bulan ke-3 di tahun 2023 ini. Melansir dari laman indomiliter.com, konflik yang pertama kali pecah pada bulan Oktober 2023 kemarin hingga kini belum ada tanda-tanda akan menunjukkan pemberhentian kendati kedua pihak sempat sepakat melakukan gencatan senjata selama 4 hari pada pekan kemarin.
Konflik tersebut juga menimbulkan ribuan korban jiwa dari kedua pihak yang bertikai, termasuk korban dari pihak sipil. Melansir dari akun twitter resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (@Kemhan_RI), pemerintah Indonesia resmi memberikan beberapa bantuan kemanusiaan termasuk menerjunkan salah satu kapal bantu rumah sakit terbaru yang dimiliki oleh TNI-AL, yakni KRI Radjiman Wedyodiningrat guna menjalankan misi kemanusiaan di Palestina.
BACA JUGA: Review Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, 'Romcom' Abu-abu Terbaik!
Kapal Bantu Rumah Sakit Terbaru yang Dimiliki oleh TNI-AL
Kapal bantu rumah sakit (BRS) merupakan salah satu spesifikasi kapal bantuan militer yang dioperasikan oleh TNI-AL. Melansir dari laman PT. PAL (pal.co.id), TNI-AL kini mengoperasikan 2 unit kapal Bantu Rumah Sakit, yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Kedua kapal tersebut diklasifikasikan sebagai Sudirohusodo-class hospital Ship.
TNI-AL sendiri mengutip dari laman PT. PAL, mengoperasikan 3 unit kapal Bantuan Rumah Sakit (hospital Ship) dengan 1 unit Tanjung Dalpele-class dan 2 unit dari Sudirohusodo-class. Kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) merupakan kapal termuda dari kelas ini yang memperkuat TNI-AL sejak awal tahun 2023 ini setelah resmi menyelesaikan pembangunan dan uji coba laut sejak tahun 2021-2022 silam.
BACA JUGA: Staycation di Villa Manoko Ville Bandung, Ada Kolam Renang dan Bisa BBQ Party!
Dikembangkan Dari Kapal Pendarat Pasukan Buatan Indonesia dan Korea Selatan
Melansir dari laman militarytoday.com, kapal dari kelas Sudirohusodo-class sendiri sejatinya merupakan pengembangan dari kapal pendarat pasukan Makassar-class yang merupakan proyek kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan. KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat sendiri dilengkapi dengan beragam fasilitas medis standar dan memiliki beragam fasilitas medis kelas C yang tidak dimiliki oleh kapal bantu rumah sakit sebelumnya, antara lain seperti ruangan isolasi, ruangan penyimpanan steril, kamar CT scan dan fasilitas medis lainnya.
Kapal yang diawaki oleh sekitar 600 personil termasuk awak medis terlatih ini mampu berlayar dengan kecepatan maksima 18 knots atau 33 km/jam dan memiliki daya tahan di lautan sekitar 30 hari. Kapal ini juga mampu dipasangi meriam otomatis 20 mm atau 30 mm apabila diperlukan dan beberapa senapan mesin kaliber 7.62 mm dan 12.7 mm.
Guna mendukung misi SAR dan medis, kapal ini memiliki helipad yang mampu mendaratkan 2 helikopter dan juga memiliki hangar ruangan. Selain itu, kapal yang direncanakan akan diberangkatkan ke Palestina pada akhir tahun ini juga memiliki sistem sensor berjenis Terma SCANTER 6002. Melansir dari laman indomiliter.com, kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat direncanakan akan berangkat ke Mesir terlebih dahulu guna menuju ke Palestina untuk melaksanakan misi kemanusiaan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dihujat Usai Gabung Persija, Shayne Pattynama Minta Dukungan Publik!
-
Tegas! Eks-Punggawa Jerman U-17 Tolak Pinangan Membela Timnas Indonesia
-
Polemik Transfer Maarten Paes: Dianggap Mahal untuk Seorang Kiper Pelapis!
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Persaingan Kiper Timnas Kian Panas!
Artikel Terkait
-
Seberapa Kaya The Weeknd? Mantan Bella Hadid Donasi Rp38 Miliar untuk Palestina
-
Bocor Tanggal Peluncuran dan Spesifikasi Utama Vivo S18e, S18, S18 Pro, Sensor Kamera Utama 50MP
-
Menkes Palestina: 70 Persen dari 15.523 Orang yang Terbunuh karena Perang Gaza adalah Anak dan Perempuan
-
Pasukan Darat Israel Teruskan Serangan Ke Bagian Selatan Jalur Gaza
-
Mengenal Sosok Oli London, Influencer Pro-Israel yang Dirujak Habis-Habisan Oleh Netizen Indonesia dan Malaysia
Ulasan
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
-
Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu
-
Review Novel O Eka Kurniawan: Satir Pedas Tentang Monyet Berambisi Jadi Manusia
-
5 Centimeters Per Second Live-Action: Kisah Penerimaan atas Kehilangan
-
Review Film The Plague: Metafor Kecemasan Sosial yang Menyeramkan!
Terkini
-
Preppy Hingga Street Style, Intip 4 Ide OOTD Layering ala Shin Eun Soo Ini!
-
Fetisisme Kesibukan: Saat Lelah Menjadi Simbol Status Sosial
-
Dihujat Usai Gabung Persija, Shayne Pattynama Minta Dukungan Publik!
-
Prilly Latuconsina Pasang 'Open to Work' di LinkedIn: Gimmick Marketing yang Nirempati?
-
Antrean Panjang Pohon Furufara