Only Yesterday merupakan sebuah film animasi asal Jepang yang tayang pada tahun 1991. Film garapan Studio Ghibli ini disutradarai oleh Isao Takahata dan berhasil meraup keuntungan sebesar 3 juta yen pada masa penayangannya di Jepang.
Sama seperti film buatan Takahata yang lainnya, Only Yesterday juga mengusung konsep cerita lebih realistis dan bertema kemanusiaan. Film ini dibentuk bak kepingan puzzle yang akan tersusun sempurna menjelang akhir cerita.
Kisah dimulai dari seorang wanita bernama Taeko yang harus melepaskan seluruh kehidupannya, mulai dari pekerjaan, keluarga, dan kehidupan di kota besar. Taeko sangat membutuhkan liburan ke pedesaan yang dapat membangkitkan kenangan hangat di masa kecil sekaligus mengulang momen ketika dirinya sebagai siswi pada tahun 1966.
Di tengah liburannya itu, Taeko menjalin persahabatan baru sekaligus dihadapkan pada pilihan besar terkait masa depannya.
Secara alur, Only Yesterday memang memiliki premis sederhana yang cenderung membosankan. Sepanjang durasi film kita hanya melihat kisah liburan Taeko di pedesaan. Namun, bila memperhatikan lebih detail kita akan menemukan itensi Taeko yang kembali ke pedesaan untuk memuaskan inner child-nya. Mulai dari ketika ia pertama kali makan buah nanas, lalu saat mengetahui ada seseorang yang menyukainya, hingga konflik dengan kakak keduanya.
Film ini akan lebih terasa relate pada orang dewasa. Tentang rasa penat dan stres dari pekerjaan utama yang membuat kita ingin merasakan kembali kehidupan slow living ala pedesaan. Kita juga akan melihat bagaimana kehidupan di masa kecil Taeko memiliki pengaruh besar pada kehidupannya saat dewasa. Bahkan, momen di masa lalunya itu terus mengiringi langkah Taeko dewasa dalam membuat keputusan besar dalam hidupnya.
Sentuhan Ghibli juga dapat terlihat dengan menghidupkan suasana pedesaan melalui visual yang detail dan penggunaan backsound yang biasa terjadi di kehidupan pedesaan.
Film ini turut menyelipkan pesan bahwa setiap permasalahan di masa lalu tidak akan menghambat keputusan kita untuk meraih masa depan yang gemilang.
Meski alur film ini dapat dikatakan tergolong berat, Studio Ghibli dengan sukses membuat Only Yesterday dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan usia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lisa BLACKPINK Beri Isyarat Sudah Putus dengan Frederic Arnault
-
Catat Tanggalnya! CORTIS Siap Tampil di F1 GP Singapura 2026 Mendatang
-
Sinopsis Avatar: The Last Airbender 2, Upaya Aang Cs hingga ke Ba Sing Se
-
5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
Artikel Terkait
-
Irak dan Jepang Kehilangan Pemain Andalan di Piala Asia 2023, Bisa Dimanfaatkan Timnas Indonesia
-
Ulasan Film Whisper of the Heart, Kisah Cinta Remaja yang Berawal dari Buku
-
Review Film From Up on Poppy Hill, Kisah Cinta Dua Remaja Pasca-Perang di Jepang
-
Review Film Kiki's Delivery Service, Kisah Penyihir Muda di Kota Asing
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Sebenarnya BRI Liga 1 Pakai Jasa Wasit Jepang
Ulasan
-
Review Toko Buku Gerbang Kota: Ketika Buku Menjadi Penyembuh Kesepian
-
Review Film Obsession: Suguhkan Horor Psikologis tentang Obsesi Berbahaya
-
Review Viral Hit: Perjalanan Heroik Remaja Melawan Bullying secara Live
-
Pramoedya di Mata Adiknya: Inilah Sisi Maestro yang Tak Pernah Terungkap!
-
Notes from the Last Row: Drama Thriller yang Menipu Penonton Sampai Akhir
Terkini
-
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Zhang Xin Cheng di iQIYI
-
Token Telat Diputus, tapi Listrik Mati Sesuka Hati Tanpa Pengumuman
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Drakor Speaking Dead Tampil di BIFAN, Ungkap Misteri Kasus yang Terkubur
-
The Ogre's Bride Tayang 4 Juli, Hadirkan Kisah Cinta Manusia dan Ayakashi