Film animasi "Drifting Home" dari Netflix merupakan sebuah film petualangan dengan cerita yang imajinatif yang mengusung tema tentang tumbuh dewasa.
Anime yang tayang tahun 2022 dan disutradarai oleh Hiroyasu Ishida ini bercerita tentang bangunan apartemen lama Kosuke yang akan segera dihancurkan.
Kosuke dan beberapa temannya pergi mengunjungi gedung yang ditinggalkan untuk melihat apakah rumor tentang gedung itu dihantui oleh hantu itu benar atau tidak.
Ketika berada di sana, mereka bertemu dengan teman sekelas mereka, Natsume, yang dulu tinggal bersama Kosuke dan keluarganya. Mereka segera bergabung dengan 2 teman sekelas lainnya.
Merasa malu karena ditemukan di sana, Natsume memberi tahu semua orang tentang Noppo, seorang anak muda lain yang pernah tinggal di gedung itu. Mereka semua berangkat untuk mencarinya.
Ketika Natsume jatuh, sesuatu yang aneh terjadi dan mereka menemukan diri mereka berada di gedung apartemen yang sama, hanya saja sekarang terombang-ambing di laut dan kota mereka tidak dapat ditemukan.
Tidak tahu apa yang terjadi pada mereka atau bagaimana mereka akan kembali, kelompok ini harus menemukan cara untuk bekerja sama dan memperkuat persahabatan untuk bertahan hidup.
Ketika kelompok ini menemukan berbagai bangunan dari masa lalu yang juga terombang-ambing di laut, mereka menjelajah untuk menemukan makanan dan air, tetapi mereka menemukan lebih dari itu dalam bentuk kenangan yang kuat.
Anak-anak dipaksa untuk menghadapi dan memproses kenangan ini, dan pada akhirnya belajar untuk melanjutkan hidup.
Anime "Drifting Home" merupakan sebuah film fantasi yang memiliki durasi 2 jam dengan kedalaman makna yang mencolok.
Cerita ini memaparkan perjuangan, baik dalam melepaskan sesuatu yang belum siap dihadapi maupun dalam melangkah maju setelah perpisahan.
Selain itu, film ini menyampaikan pesan yang kuat tentang sifat sosial manusia. Terkadang dalam menghadapi masalah, kita perlu bantuan.
Menunjukkan sisi lemah sesekali dan berbagi keluh kesah sejenak adalah hal yang manusiawi. Meminta dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat merupakan langkah yang wajar
Dalam hal karakter, meskipun anime ini berfokus pada kisah Kosuke dan Natsume, karakter lain juga memiliki peran yang signifikan. Semua karakter berkembang dengan baik dengan kepribadian yang seimbang.
Meskipun karakter utama terlihat memiliki ego tinggi dan berbeda pendapat, mereka tetap bekerja sama hingga akhir cerita.
Meskipun sinematografi dan visualnya mungkin tidak seindah beberapa film lain, namun tetap enak untuk ditonton. Dalam beberapa bagian, mungkin akan pusing bagi mereka yang sensitif terhadap cahaya.
Film ini membawa pesan kuat tentang nilai persahabatan, khususnya melibatkan manusia yang saling membantu dan mengakui kelemahan serta kekuatan masing-masing.
Alur cerita ini mudah diikuti dan cocok untuk berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Film ini juga dapat dinikmati bersama keluarga dan teman-teman terdekat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Durasi Musik Modern Semakin Pendek, Apakah Kreativitas Ikut Berubah?
-
Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?
Artikel Terkait
-
Ulasan Film Fair Play, Thriller Psikologi di Dunia Kerja dan Konflik Asmara
-
Review Anime 'The Concierge', Kisah Pramutamu yang Melayani Hewan Langka
-
Review Anime Mahoutsukai no Yome, Kisah Seorang Budak yang Menemukan Cinta
-
Ulasan Film 'Godzilla Minus One', Teror Mengerikan di Masa Sulit Jepang
-
Ulasan Buku Bride of Clay: Kisah Klasik Keluarga Cemara yang Bahagia
Ulasan
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia