Seperti pepatah bilang, "Jangan pernah menilai buku dari sampulnya", itu juga yang terjadi pada saya untuk film berjudul "Fair Play".
Saat melihat poster film ini di sebuah layanan nonton berbayar, saya cenderung under estimate dan mengira filmnya akan serupa dengan "50 Shades of Grey" atau trilogi "365 Days". Nyatanya saya salah.
"Fair Play" adalah sebuah thriller psikologi tentang dua orang yang jadi pasangan kekasih dan bekerja di perusahaan yang sama.
Film "Fair Play" ditulis dan disutradarai Chloe Domont yang sebelumnya menggarap film-film pendek dan sejumlah serial sepeti "Billions" dan "Star Trek: Discovery". Sementara Phoebe Dynevor dan Alden Ehrenreich menjadi dua pemeran utama.
Sinopsis film "Fair Play" bercerita tentang pasangan muda, Emily (Phoebe Dynevor) dan Luke (Alden Ehrenreich), yang tengah berada dalam puncak kebahagiaan setelah memutuskan untuk bertunangan. Namun, suasana manis ini hanya menjadi awal dari kisah yang kompleks.
Posisi keduanya, yang sama-sama bekerja sebagai analis di perusahaan pengelola investasi ternama di New York, memaksa mereka untuk menyembunyikan hubungan karena kebijakan perusahaan yang melarang karyawan berkencan.
BACA JUGA: Okie Agustina Siapkan Bukti Perselingkuhan, Gunawan Dwi Cahyo Urungkan Niat Laporkan Sang Istri
Ketika sebuah peristiwa mengguncang perusahaan dan seorang Portfolio Manager dipecat, Emily tanpa sengaja memberikan informasi kepada Luke, mengira bahwa sang kekasih yang akan menggantikan posisi tersebut. Sayangnya, yang terjadi sebaliknya, ternyata justru Emily yang mendapatkan promosi.
Meski awalnya Luke menyatakan bangga atas prestasi Emily, perlahan tapi pasti, perubahan sikap mulai terjadi.
Luke menunjukkan keraguan terhadap kemampuan Emily dan berpikir bahwa promosi tersebut seharusnya didapatkan berdasarkan kompetensi, bukan karena faktor fisik.
Ulasan film "Fair Play"
Dinamika antar Emily dan Luke dari yang semula begitu manis, namun kemudian dihadapkan pada naik turun emosi yang ekstrim menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Phoebe Dynevor dan Alden Ehrenreich yang menjadi karakter sentral memainkan dinamika dengan cerdas dan bikin ikut greget.
Selain itu "Fair Play" juga menyorot kejamnya persaingan di Wall Street, terutama untuk para pekerja perempuan.
Domont dengan cermat merinci upaya Emily untuk diterima dalam lingkungan yang didominasi laku-laki dengan pendekatan ekstrim, seperti kunjungan ke klub malam dan upaya untuk menyesuaikan diri dengan norma maskulinitas.
Disisi lain, Luke menjadi gambaran betapa rapuhnya ego seorang lelaki. Saat Emily naik jabatan, ego Luke hancur, memperlihatkan sisi insecure dan seksisnya. Perlahan tapi pasti, perubahan karakter Luke digambarkan secara subtil, memberikan lapisan ke dalam konflik yang berkembang.
Skor untuk film "Fair Play" 91/100. Chloe Domont berhasil menyajikan isu-isu seksisme dan male fragility melalui dialog substansial dan realistis tanpa mengandalkan monolog klise dan membungkus hancurnya hubungan akibat hal tersebut secara elegan dan efektif.
Film "Fair Play" tayang di layanan streaming Netflix sejak Oktober 2023 lalu. Selamat menyaksikan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film 'The Zone of Interest', Potret Ganda sang Penjahat Perang
-
Rekomendasi 3 Sinema Mancanegara Buat Penggemar Film 'Siksa Kubur', Berani Nonton?
-
Ulasan Film The Night Eats the World, Kisah Sepi Penyintas Serangan Zombie
-
Review Anime 'Parasyte', Kompleksitas Hubungan Manusia dan Alien
-
Review Film Dokumenter 'Amy', Pergulatan di Balik Ketenaran Amy Winehouse
Artikel Terkait
Entertainment
-
Black Clover Hadirkan Season 2 pada Oktober 2026, Sutradara Baru Diumumkan
-
Joshua SEVENTEEN Siap Berpidato di Markas Besar UNESCO Paris pada 25 Juni
-
Tayang Tahun Depan! Pixar Kenalkan Gangster Kucing Jalanan di Film Gatto
-
Kwon Eun Bin CLC Pensiun dari Dunia Hiburan Setelah 10 Tahun, Ini Alasannya
-
Rayakan 10 Tahun Tayang, Drakor Love in the Moonlight Siapkan Acara Spesial
Terkini
-
Seni Menolak Keinginan Anak Tanpa Harus Bikin Dompet Emak Ikut Menangis
-
Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia
-
3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran
-
Resmi Disetujui DPR, Mengapa PSSI Ngotot Naturalisasi Pemain Liga Amatir?
-
Menyoal Tulisan di Bak Belakang Truk: Viral, Vulgar, Atau Puitis Saja Sih?