Apa definisi pacar sungguhan versi kamu? Ruby Oliver punya definisinya sendiri mengenai makna 'pacar sungguhan'. Dia akan menceritakan pengalaman hidupnya yang berhubungan dengan segala hal tentang 'pacar sungguhan'nya ini.
Identitas Buku
Judul Buku: Real Live Boyfriends
Penulis: E. Lockhart
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman: 248 Halaman
Sinopsis Cerita
Cinta adalah ketika kamu memberikan kekuasaan pada seseorang untuk menghancurkanmu, dan kamu percaya mereka nggak akan melakukannya.
Ruby Oliver lagi dimabuk cinta. Atau dia akan dimabuk cinta andai saja Noel, pacar sungguhannya menjawab teleponnya. Tapi Noel berubah menjadi pod-robot, pasien lobotomi, dan Rubi tak tahu apa sebabnya.
Ulasan Buku
Real Live Boyfriends adalah karya E. Lockhart pertama yang aku baca. Sesuai judul, buku ini bercerita tentang 'boyfriends' alias pacar-pacar sungguhan. Sepertinya cerita hidup Ruby Oliver ini memiliki banyak seri, dan ini adalah buku keempat.
Jujur, mungkin karena aku langsung membaca buku keempat tanpa berkenalan lebih dulu dengan para tokohnya yang ada di buku pertama hingga ketiga, aku jadi merasa kurang 'sreg' dan kurang menikmati isi serta jalan ceritanya.
Ditambah lagi ini adalah buku terjemahan. Aku merasa gaya terjemahannya terlalu 'mentah' atau dengan kata lain terlalu dipaksakan, selaki lagi ini menurut pendapatku sebagai pembaca pertama karya E. Lockhart.
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama dari sisi Ruby Oliver sendiri. Ia digambarkan sebagai sosok remaja perempuan yang rutin berkonsultasi dengan psikiater (atau psikolog, aku lupa) karena ia beberapa kali terkena serangan panik.
Tipikal kisah cinta remaja ala barat, hubungan antara Ruby dan pacarnya, Noel, agak bebas dan tidak terlalu pas dan mungkin dianggap tidak 'berbudaya' jika diterapkan remaja Indonesia. Namanya juga perbedaan budaya dan kebiasaan antarnegara.
Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa aku pelajari dari para tokohnya. Mulai dari Ruby sendiri yang akhirnya lebih bisa memanajemen perasaan sendiri sehingga tidak lagi mengalami serangan panik, sampai pelajaran agar tidak asal menarik kesimpulan sebelum mencari tahu kebenaran.
Tokoh-tokoh yang ada di buku ini cukup unik dan punya ciri khas mereka sendiri. Cara Ruby menggambarkan mereka masing-masing cukup menghibur, benar-benar pandangan seorang anak menengah atas yang masih labil dan suka menilai orang seenaknya sendiri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laptop Berat dan Susah Dibawa? Ini 5 Rekomendasi Paling Tipis dan Ringan!
-
Bye-Bye Mata Panda! 4 Eye Cream Korea Ini Bikin Area Mata Makin Cerah
-
Rambut Rontok Parah? Ini 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Rekomendasi Lipstik Korea biar Bibir Kamu Auto Mirip Idol K-Pop!
-
Cari Tablet Buat Kuliah? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It Mulai Rp2 Jutaan
Artikel Terkait
-
Raumanen, Kisah Dua Sejoli di Tahun 1990-an yang Melanggar Norma Masyarakat
-
Ulasan Novel 'The Burning God', Akhir Cerita dari Tragedi Perang Opium
-
Ulasan Novel "Bumi Manusia" Karya Pramoedya Ananta Toer
-
Ulasan Novel Cinta Lama, Kisah Cinta Masa Lalu yang Belum Selesai
-
Ulasan Novel The Strange Library, Terjebak di Perpustakaan Penuh Fantasi
Ulasan
-
Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir
-
The Amazing Digital Circus: The Last Act, Memahami Penjara Berkedok Hiburan
-
Ketika Hati Gelisah, Memburu Jiwa Tenang Menawarkan Jawabannya
-
Queen of Divorce: Drama Hukum Unik dengan Konsep Divorce Troubleshooter
-
Scary Movie 6 Resmi Kembali! Reuni Core Four yang Siap Mengocok Perut Sampai Kram
Terkini
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran