Anime "Beck: Mongolian Chop Squad" didasarkan pada manga karya Harold Sakuishi yang dirilis pada tahun 2004. Ceritanya mengikuti perjalanan Koyuki, seorang remaja yang berjumpa dengan Ryuusuke yang merupakan seorang musisi. Keduanya kemudian membentuk band rock yang diberi nama Beck.
Koyuki awalnya kurang mengerti tentang musik, namun secara perlahan ia belajar tentang dunia musik, terutama genre rock dan grunge. Ia memulai menggali lebih dalam dengan mendengarkan musik dan dari band-band seperti Queen,The Rolling Stones, dan Nirvana.
Beck awalnya hanya terdiri dari dua orang, lalu berkembang dengan kedatangan tiga anggota baru. Mereka berlatih dan tampil bersama sebagai band dan menjalani lika-liku perjalanan karier mereka dengan tambahan bumbu romansa di antara tokoh-tokoh utama.
Review Anime Beck
"Beck" lebih memusatkan ceritanya pada drama kehidupan nyata. Meskipun terdapat beberapa kelemahan, seperti desain karakter yang sederhana dan animasi yang tidak selalu konsisten, namun anime ini mampu mencapai keberhasilan dalam berbagai aspeknya.
Desain karakternya unik dengan caranya sendiri, dengan bentuk mata yang berbeda untuk setiap karakternya. Namun, ada beberapa contoh animasi daur ulang, seperti cara penyanyi utama yaitu Chiba, melompat-lompat selama setengah menit terasa agak canggung.
Selain itu, ada beberapa gerakan 3D untuk pertunjukan band, yang pada awalnya saya tidak suka, tetapi saya mulai terbiasa pada pertengahan cerita.
Salah satu kelebihan yang mencolok adalah soundtrack yang memukau, dengan pengaruh dari berbagai genre musik. Fokus cerita anime ini berpusat pada perjuangan sebuah band rock untuk mencapai kesuksesan, yang memberikan gambaran mendalam tentang tantangan yang dihadapi dalam industri musik.
Namun, ada kelemahan lain dalam anime ini, yang tampak pada perkembangan cerita yang berlangsung lambat dan klimaks yang datang secara tiba-tiba.
Meski begitu, kelebihan lainnya terletak pada kedalaman setiap karakter. Setiap anggota band memiliki perjuangan dan pengalaman pribadi yang memperkaya perkembangan karakter mereka.
Puncak emosional dalam cerita muncul dari hubungan romantis antara Koyuki dan Maho, yang menunjukkan kemampuan anime ini dalam menyampaikan kekuatan emosional yang sangat baik.
Perlu diingat bahwa daya tarik anime "Beck" terletak pada sifatnya sebagai anime, keabstrakan memungkinkan penonton untuk lebih fokus pada setiap karakter dan meresapi nuansa emosionalnya.
Meskipun tidak luput dari kekurangan, anime "Beck" tetap menjadi pengalaman menonton yang seru dan tak terlupakan.
Cek berita dan artkel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
-
Futsal dan Tren Urbanisasi: Solusi Ruang Terbatas di Lingkup Perkotaan
-
Bukan Sekadar Hobi, Futsal sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Artikel Terkait
-
Review Anime 'Btooom!', Survival Paling Brutal yang Pernah Ada
-
6 Anime Bertema Kerajaan Terbaik dengan Alur Cerita yang Unik dan Menarik
-
Review Anime Kagewani, Membongkar Rahasia Monster Abad Kuno
-
Review Anime Tari Tari, Perjuangan Klub Vokal dalam Meraih Impian
-
Review Anime Akame Ga Kill, Ketika Kebenaran Tidak Selalu Menang
Ulasan
-
Menyelami Buku Empat Arketipe: Warisan Psikis Manusia Menurut Carl Gustav Jung
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Membaca Rumah Pohon Kesemek: Menemukan Bahagia di Tengah Kehilangan
-
Lebih dari Sekadar Bangunan: Makna Sesungguhnya "Rumah" dalam Novel J.S. Khairen
-
Mengulas The Psychology of Money: Pelajaran yang Jarang Diajarkan di Sekolah