Film The Lost Boys, disutradarai oleh Zeno Graton, sutradara pemenang penghargaan untuk film pendeknya. Dia mengarahkan dengan kepekaan artistik, melalui karakter dua remaja yang diperankan oleh Ben Gharbia dan de Saint Jean.
Kisahnya tentang Joe, remaja cowok berusia 17 tahun, yang tengah bersiap-siap untuk dibebaskan dari pusat pendidikan remaja nakal (semacam tahanan). Namun, nggak lama setelahnya, dia bertemu dengan narapidana baru, William, yang baru saja pindah dari sel. Meskipun awalnya pertemuan mereka penuh ketidaknyamanan, takdir memintanya untuk jatuh cinta satu sama lain.
Kisah cinta mereka tumbuh di balik jeruji besi, menguji keterlibatan mereka dalam kehidupan yang keras. Rupanya, demi mereka selalu dekat, satu-satunya cara adalah mereka harus melanggar hukum lagi biar tetap berada di sana, alias agar nggak terpisah.
Ulasan:
Meskipun aku BUKAN penikmat film pelangi, akan tetapi, karena film telah menjadi bagian hidupku, dan aku termasuk pelanggan KlikFilm, yang mana, KlikFilm menjadi partner dari My French Film Festival (MyFFF), yang tengah diselenggarakan dari tanggal 19 Januari hingga 19 Februari 2024, aku pun mencoba menonton film ini.
Keputusan untuk mengeksplorasi Film The Lost Boys dari My French Film Festival (festival film yang memberikan akses ke sejumlah film berkualitas dari Prancis), yang mana kendatipun KlikFilm menayangkan tanpa sensor, tetapi sejauh aku menontonnya, ini masih dalam kategori wajar.
Film dengan nuansa Eropa seringkali dikenal dengan pendekatannya yang lebih hening dan fokus pada karakter utama. Sepertinya, "The Lost Boys” nggak jauh berbeda, kentara banget memadukan elemen naratif yang menyoroti kehidupan dua remaja narapidana. Meskipun begitu, sejujurnya, keheningan yang berlebihan menjadi kendala, yaitu: penonton cenderung diserang rasa bosan dan kantuk.
Fokus yang hanya tertuju pada dua karakter utama, itu membuat detail tambahan yang ditampilkan dalam filmnya, hanya berfungsi seakan-akan sebagai elemen hiasan, yang nggak perlu dipedulikan. Meskipun durasinya relatif singkat, yaitu sekitar 80-an menit, pengalaman yang membosankan agaknya meredam apresiasi terhadap potensi cerita yang sebenarnya menarik. Durasi singkat, tetapi terasa lama. Nggak hanya itu, selain terasa lama, sesingkat durasinya itu, latar belakang karakter utama pun kurang digali.
Jujur saja, tema pelangi jelas cukup kontroversial dan nggak dapat diterima oleh sebagian orang, tetapi aku harus jujur, filmnya nggak buruk, alias cukup bagus dan layak masuk dalam festival itu. Dan sejujurnya, ini i menciptakan dilema subjektif yang terkadang sulit untuk memberikan penilaian. Meskipun film yang masuk dalam festival ini mungkin nggak cocok untuk semua orang, tapi jika kamu penasaran, silakan menontonnya dengan syarat, buka lebar-lebar pikiran dan ketahuilah bahwa The Lost Boys mungkin terlahir karena dari kultur negaranya memang sudah menerima hubungan ‘pelangi’.
Skor dariku: 5,9/10. Belum bisa kukasih lebih. Selamat menonton, buat yang kepo. Ups.
Baca Juga
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja
-
Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak
-
Review Cold Storage: Ketika Ruang Penyimpanan Berubah Jadi Perangkap
Artikel Terkait
-
4 Rekomendasi Film Asia Versi Jaemin NCT, Cocok Ditonton Saat Senggang
-
Film Dilan Wo Ai Ni 1983, Pamer Cast & Segera Diproduksi Falcon Pictures!
-
Review Film 'Faces of Anne', Kisah Gadis Muda yang Terus Berganti Wajah
-
Ulasan The Truman Show, Film Oscar tentang Kehidupan Seseorang yang Penuh Rekayasa
-
Review Film Alienoid 2: Return to the Future, Sedang Tayang di Bioskop!
Ulasan
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
Terkini
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah