Serial Dark yang pertama kali dirilis pada tahun 2017, disusul dua musim berikutnya pada 2019 dan 2020, hasil garapan Baran bo Odar dan Jantje Friese, bukan sekadar kisah misteri anak hilang biasa.
Serial Netflix asal Jerman ini membawa penonton berkelana menembus waktu, menggabungkan ilmu pengetahuan, filsafat, dan ketegangan ke dalam misteri yang kompleks, serta mengungkap rahasia kelam empat keluarga di kota fiktif Winden, dan bergulat dengan paradoks yang rumit.
Dengan alur cerita yang memutar balik waktu, karakter yang mendalam, dan penggarapan visual yang cermat, "Dark" menciptakan pengalaman menonton yang luar biasa dan penuh teka-teki.
Cerita berawal di kota Winden, Jerman, kehidupan para penduduknya terjerat dalam kejadian misterius.
Kisah dimulai dengan menghilangnya Mikkel Nielsen, putra Jonas Kahnwald, pada 2019. Kejadian ini terjadi bersamaan dengan meninggalnya Michael Krellhof, ayah Ulrich Nielsen, secara tragis pada 1986.
Penyelidikan Jonas mengungkap keberadaan gua misterius di hutan Winden, terhubung dengan terowongan tua yang ternyata menjadi portal waktu yang membuka pintu ke masa lalu dan masa depan.
Salah satu daya tarik utama "Dark" adalah plot yang rumit dan dirancang dengan cermat.
Alur cerita yang melibatkan perjalanan waktu, paradoks, dan dimensi paralel memberikan teka-teki yang penuh ketegangan. Setiap detail dihubungkan dengan baik, menciptakan web kompleks yang memerlukan perhatian penuh penonton.
Pengembangan karakter dalam "Dark" juga patut diacungi jempol.
Meskipun melibatkan banyak karakter di beberapa era, serial ini berhasil memberikan dimensi emosional pada masing-masing individu. Penonton menyaksikan perubahan dan perkembangan karakter dari masa ke masa, menambah nuansa ke dalam kepribadian mereka yang semakin kompleks.
Pendekatan sinematografi "Dark" adalah salah satu yang memukau.
Penggunaan warna yang khas dan visual yang gelap menciptakan atmosfer yang tebal dan misterius.
Penggunaan musik dan suara juga mendukung pembangunan ketegangan dan kecemasan, membawa penonton lebih dalam ke dalam kegelapan yang mengelilingi Winden.
Sebagai karya yang memadukan unsur fiksi ilmiah dan misteri, "Dark" menghadirkan pertanyaan filosofis tentang kebebasan, takdir, dan dampak tindakan manusia terhadap masa depan.
Pertanyaan moral dan etis tentang perjalanan waktu, manipulasi, dan konsekuensinya menjadi wacana mendalam yang memberikan ruang untuk refleksi.
Satu elemen unik adalah penggunaan periode waktu yang berbeda yang membentang cukup panjang mulai tahun 1888 hingga 1954, kemudian tahun 1971 hingga 1987, tahun 2019 berikutnya hingga 27 Juni 2020, dan terakhir dari bulan September 2020 hingga 2053.
Hal ini memberikan dimensi tambahan pada cerita dan membangun lapisan kompleks yang memberikan gambaran lebih lengkap tentang teka-teki Winden. Pemilihan periode waktu ini tidak hanya menjadi penghias visual, tetapi juga menjadi fondasi bagi alur cerita yang semakin mendalam.
Namun, bagi sebagian penonton, kompleksitas alur cerita dan banyaknya karakter mungkin terasa sulit diikuti.
Beberapa penonton mungkin mengalami kesulitan menjaga jejak dengan perubahan waktu dan hubungan antar karakter.
Keberhasilan menikmati "Dark" sering kali bergantung pada kemampuan penonton untuk menyusun puzzle rumit yang disajikan dalam serial ini.
Alhasil, "Dark" merupakan karya ambisius yang berhasil membawa misteri dan perjalanan waktu ke tingkat baru.
Alur cerita yang rumit, pengembangan karakter yang mendalam, dan penggarapan visual yang cermat membuat serial ini menjadi salah satu yang paling dicari dan dibicarakan di genre misteri.
Alih-alih menantang, "Dark" memberikan hadiah kepada penonton yang sabar dengan pengalaman menonton yang mendalam dan memikat.
Serial ini tidak hanya memenuhi ekspektasi penggemar cerita perjalanan lintas waktu, tetapi juga memimpin tema serupa dalam membentuk standar untuk kisah-kisah misteri yang dikemas dengan cerdas. Skor 95/100.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Film 'The Zone of Interest', Potret Ganda sang Penjahat Perang
-
Rekomendasi 3 Sinema Mancanegara Buat Penggemar Film 'Siksa Kubur', Berani Nonton?
-
Ulasan Film The Night Eats the World, Kisah Sepi Penyintas Serangan Zombie
-
Review Anime 'Parasyte', Kompleksitas Hubungan Manusia dan Alien
-
Review Film Dokumenter 'Amy', Pergulatan di Balik Ketenaran Amy Winehouse
Artikel Terkait
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Ulasan Your Friendly Neighborhood Spider-Man: Fresh, Fun, dan Penuh Aksi!
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga