Chilling Adventures of Sabrina adalah salah satu series Netflix favorit saya yang bergenre supranatural. Series ini pertama kali tayang di Netflix pada tahun 2018 dengan total 4 season. Bagi kamu yang ingin mencari pengalaman nonton film supranatural dan horor, series ini bisa dijadikan pilihan untuk kamu.
Menceritakan seorang gadis bernama Sabrina yang lahir dengan mewarisi darah manusia dan iblis. Namun, di awal cerita ditampilkan bahwa Sabrina hanya tahu dia keturunan manusia dan penyihir.
Ayah dan ibunya meninggal saat dia masih kecil karena kecelakaan pesawat sehingga dia diasuh oleh 2 bibinya yang dari keluarga penyihir ayahnya.
Sabrina diperankan oleh Kiernan Shipka yang merupakan aktris asal Amerika Serikat. Jajaran aktor dan aktris lain ikut meramaikan series ini seperti Ross lynch, Gavin Leatherwood, Chance Perdomo, serta ada aktris senior seperti Michelle Gomez, Miranda Otto, dan Richard Coyle.
Selama hidupnya, Sabrina dituntut untuk mengikuti tradisi dan ritual dari keluarga penyihirnya karena ayahnya adalah mantan imam besar gereja. Tapi, di sisi lain, Sabrina lebih menikmati kehidupannya dengan teman-teman manusianya.
Pada akhirnya, Sabrina mengikuti tradisi keluarga karena dia sendiri membutuhkan kekuatan untuk melindungi keluarga dan temannya dari ancaman supranatural yang jahat.
Ulasan Chilling Adventures of Sabrina
Overall, latar suasana memang dibuat dengan nuansa mistis dan horor. Dunia normal manusia dan dunia penuh dengan sihir terlihat ada sekat secara jelas. Totalitas penerapan suasana supranatural sangat kental ditambah dengan adanya konsep kepercayaan kepada iblis.
Jadi, pada ras penyihir, mereka memiliki ritual, tradisi dan budaya menuhankan iblis yang dinamakan The Dark Lord alias Lucifer Morningstar.
Pada pertengahan cerita, Sabrina merasa terkejut karena telah mengetahui dia adalah putri dari Lucifer Morningstar dan memiliki warisan untuk mengklaim takhta di neraka.
Meski begitu, Sabrina tidak terlalu serius memanfaatkan warisannya karena dia lebih memilih pilihan hidup sendiri di dunia fana.
Meski pada series ditunjukkan berbagai adegan, mantra, dan ucapan mistis untuk menyembah iblis. Saya tidak terlalu memikirkan soal itu selama saya bisa mengambil pelajaran yang bisa diambil.
Saya lebih menyoroti adegan sihir yang bervariasi dan unik yang telah ditunjukkan pada setiap seasonnya. Ini seolah-olah menggambarkan kehidupan paranormal juga, namun dibuat secara kreatif dengan memproyeksikan dunia fantasi supranatural.
Saya merasa kagum dengan Sabrina karena meski dia tahu bahwa dia memiliki warisan takhta untuk menjadi ratu neraka dengan mendapatkan takdir kekuatan sihir yang besar, dia tidak mempedulikan itu semua.
Sabrina memilih jalan hidup sesuai keyakinan dan prinsipnya yang memberi tahunya mana yang seharusnya benar dan mana yang salah.
Pada cerita, Sabrina sempat melakukan perjalanan waktu sehingga menghasilkan dirinya satu lagi. Jadi, seolah-olah dia membelah diri dan ada 2 Sabrina. Keduanya, memiliki pemikiran dan sifat yang selaras serta rupa yang sama. Justru ini memberikannya peluang untuk meminta dirinya memainkan 2 peran.
Dia bisa mengambil peran dari keturunan Lucifer, yaitu menjadi ratu neraka. Di sisi lain, dia masih bisa memilih kehidupan normalnya dengan ras manusia melihat dia telah memiliki teman-teman yang dia sayangi dan selalu membantunya dalam petualangannya memecahkan misteri.
Karakter Sabrina mencoba menyampaikan kepada penonton bahwa privileged belum tentu menjadi pilihan hidup bagi diri sendiri. Jika memang itu tidak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang diyakini pribadi, maka kita berhak untuk menentukan jati diri kita seperti apa yang sesuai keyakinan kita.
Selain itu, Sabrina memilih jalan itu dengan tegas dan siap menanggung risikonya meski terjadi kekacauan pada keluarga dan di neraka.
Sekian ulasan dari saya, saya beri rating 9/10 untuk series ini karena kreativitas dan totalitas alur cerita serta eksplorasi dunia supranaturalnya. Yuk tonton seriesnya di Netflix dan jangan sampai terpengaruh dengan adegan ritualnya, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
AI Mengguncang Dunia Seni: Kreator Sejati atau Ilusi Kecerdasan?
-
Lebaran di Tengah Gempuran Konsumerisme, ke Mana Esensi Kemenangan Sejati?
-
Dungeons and Dragons: Honor Among Thieves, Saat Game RPG Dijadikan Film
-
Mengupas Bahaya Digital Anxiety di Hari Raya, Silaturahmi atau Kompetisi?
Artikel Terkait
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga