"Invisible Women" adalah sebuah karya yang menggugah dan menghadirkan pandangan mendalam tentang ketidaksetaraan gender terselubung dalam data dan desain dunia modern. Buku ini terbit tahun 2019 dan ditulis oleh Caroline Criado Perez.
Caroline Perez dapat membawa pembaca dalam perjalanan menyelidiki bagaimana ketidaksetaraan gender tercermin dalam pengumpulan data, analisis, dan keputusan dalam berbagai bidang, mulai dari transportasi hingga perawatan kesehatan.
Buku ini mengungkapkan bagaimana data yang dianggap netral sebenarnya seringkali memihak pada pengalaman dan kebutuhan laki-laki, sementara mengabaikan atau bahkan mengaburkan kontribusi dan kebutuhan perempuan. Dengan menggunakan penelitian yang mendalam dan contoh konkret, Perez membongkar sejumlah mitos tentang gender yang telah meresap dalam budaya kita.
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah kemampuannya untuk menyajikan data yang kompleks dengan cara yang mudah dimengerti, serta menyajikan argumen yang kuat secara logis. Perez tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi yang memungkinkan untuk mengatasi ketidaksetaraan gender dalam berbagai aspek kehidupan.
Misalnya saja, tangan perempuan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan tangan laki-laki. Namun, peralatan seperti gadget dan smartphone kebanyakan di desain dengan ukuran tangan laki-laki.
Contoh lainnya yang adalah fitur keselamatan pada mobil seperti air bag, sandaran kepala, hingga sabuk pengaman, semuanya di desain dengan ukuran laki-laki. Hal ini dikarenakan boneka untuk uji tabrak mobil berbentuk laki-laki. Hal ini jelas menggambarkan beberapa situasi tertentu dapat menghasilkan data yang kurang pas karena terhalang faktor gender.
Hal ini semakin menunjukkan bahwa dunia memang dirancang oleh laki-laki dan untuk laki-laki. Wanita hanya dianggap pelengkap kesengsaraan saja. Mulai dari penggunaan HP, keselamatan dalam mobil, kebijakan, semuanya lebih cenderung memihak laki - laki.
Tidak hanya itu, beberapa situasi memperlakukan laki-laki sebagai standar dan perempuan sebagai hal yang tidak biasa, bias dan diskriminasi dimasukkan ke dalam sistem kita. Bahkan perempuan harus membayar mahal atas bias ini, baik dalam bentuk waktu, uang, dan seringkali nyawa mereka. Dari contoh tersebut membuat pembaca bertanya - tanya apakah hal tersebut suatu kesengajaan atau tidak?.
Melalui "Invisible Women," pembaca diingatkan bahwa kesetaraan gender bukanlah hanya masalah moral, tetapi juga masalah praktis yang mempengaruhi efisiensi, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Buku ini merupakan panggilan bagi pembaca untuk mempertimbangkan dampak ketidaksetaraan gender dalam segala aspek kehidupan sehari-hari, dan untuk berpartisipasi dalam upaya untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil bagi semua orang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menyusuri Jejak Peradaban Islam di Baghdad Lewat Catatan Hamka
-
Letters to My Sisters, Ruang Aman bagi Perempuan yang Terluka
-
Ulasan Novel Sayap Berlian, Fantasi Seru dengan Plot Mengejutkan
-
Novel Koko Holmes: Petualangan Kucing Cerdas dalam Misi Menegangkan
-
Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Dr. Kims Odd Creature: Manhwa Isekai yang Bikin Ngakak Sampai Sakit Perut!
-
Rimba Satir dan Tawa Pahit dalam Buku Dongeng Mbah Jiwo Karya Sujiwo Tejo
-
Menyusuri Jejak Peradaban Islam di Baghdad Lewat Catatan Hamka
-
Ulasan Drama Unnatural Fire, Tiga Detektif Kebakaran Penyingkap Tabir Kelam
-
Antidot Budaya Konsumtif: Mengapa Mahakarya Tolstoy Tahun 1886 Semakin Relevan Sekarang?
Terkini
-
Film Live-Action BLUE LOCK Gandeng Ado, Lagu Baru Monstruo Resmi Jadi OST
-
RedMagic Astra 2 Siap Rilis, Usung Layar OLED 200Hz dan Snapdragon 8 Elite
-
Bahlil Lahadalia Ingin Bertemu Sosok di Balik Lagu MBG yang viral, Ada Apa?
-
Manipulasi Kursi Bioskop: Mengapa Strategi 'Bom Tiket' Tidak Pernah Bisa Membohongi Hati Penonton
-
Bukan Emas atau Berlian: 10 Buku 'Tua' Ini Justru Punya Harga Ratusan Miliar Rupiah!