Taemin SHINee akhirnya resmi comeback sebagai solois dan kembali menyapa penggemar. Ini adalah album pertamanya dalam 2 tahun pasca wamil. Melalui mini album "Guilty" dengan lagu utama berjudul sama yang dirilis pada 30 Oktober 2023, Taemin ingin menunjukkan sisi yang baru dan berbeda dari dirinya.
Lagu ini menjadi salah satu lagu KPop yang viral di akhir tahun kemarin karena dancenya yang unik dan ikonik. Banyak idol dan penggemar ikut meramaikan dance challenge "Guilty" karena begitu menyukai lagu milik Taemin ini.
Lebih lanjut, "Guilty" adalah lagu tentang rasa bersalah yang membuatnya sakit begitu dalam akibat toksik relationship. Kesakitan yang dialami tokoh dalam lagu ini bahkan hingga menyerang fisik serta mentalnya.
Selama melihat musik videonya, saya seperti bisa merasakan kesakitan yang dialami Taemin. Bahkan saya sampai tidak bisa fokus pada liriknya karena story line dari "Guilty" sudah tergambar dengan jelas melalui musik video ini.
"Guilty" seolah kembali mengingatkan kita bahwa sebuah hubungan toksik itu tidak bisa disepelekan. Karena bagi mereka yang telah 'terjebak' di dalamnya, akan sulit untuk keluar tapi sekaligus hancur bila terus bertahan. Bahkan tidak hanya mental dan psikis yang terombang-ambing, tapi secara fisik juga akan terkena dampak yang buruk.
Selain tersentuh dan sangat menyukai story line dari musik video "Guilty", saya juga jatuh cinta dengan suara Taemin yang lembut tapi memiliki range vokal yang luas. Bahkan meski ia seorang dancer di grupnya, tapi dia tetap begitu mengagumkan saat membawakan nada tinggi dan part rap di lagu ini.
"Guilty" juga seperti rangkuman dari perjalanan Taemin selama 15 tahun berkarir di industri Kpop. Semua teaser dan bagian dari album ini seperti merepresentasikan karyanya sebelumnya, baik saat bersama SHINee maupun solo.
Sehingga saat melihat "Guilty", saya meyakini kalau konsep ini tidak bisa ditiru oleh siapa pun karena semua konsepnya bercerita tentang Taemin dan SHINee.
Akhir kata, cobalah melihat sekali lagi "Guilty" Taemin karena lagu ini bukan tentang sensual atau sesuatu yang semacam itu. Namun tentang rasa sakit yang dikemas dalam konsep dark dan creepy.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki