Hubungan kerjasama antara Indonesia dan Turki di bidang pertahanan sepertinya akan kembali memasuki babak baru. Setelah sebelukmnya sukses menjajaki penjualan drone intai-serang Anka-B buatan Turki, kini Indonesia dikabarkan tengah menjajaki kesepakatan produksi secara lisensi rudal serangan darat MAM-L yang juga merupakan salah satu sistem persenjataan yang mampu dibawa oleh drone buatan Turki tersebut.
Melansir dari kanal berita indomiliter.com, pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan pihak Pabrikan Roketsan dari Turki telah menjalin hubungan kerjasama produksi lisensi rudal serangan darat MAM-L. Produksi lisensi ini dikabarkan pula akan mencakup kesepakatan alih teknologi atau transfer of technology (TOT) kepada pihak Indonesia. Namun, belum jelas seberapa besar sistem alih teknologi dari pihak Turki kepada Indonesia perihal produksi rudal MAM-L tersebut.
Rudal Serbaguna Berjenis Smart Munition
Melansir dari laman resmi Roketsan (roketsan.tr), rudal MAM-L atau yang memiliki nama resmi Mini Akll Mühimmat-L sejatinya bukanlah sebuah sistem rudal murni, melainkan sebuah bom pintar atau bom berpemandu (smart-bomb/smart munition) yang dikembangkan oleh industry pertahanan Turki melalui pabrikan Roketsan. Sistem ini kemungkinan mulai dikembangkan pada dekade 2010-an yang dimana saat itu kemajuan industri pertahanan Turki mulai menggeliat.
Sejatinya keluarga bom berpemandu MAM sendiri memiliki 3 varian utama, yakni MAM-C, MAM-L dan MAM-T yang merupakan varian tercanggihnya. Rudal atau bom MAM-L sendiri diketahui mampu menyerang target hingga jarak 15 km. Sesuai, namanya, rudal atau bom MAM-L sendiri memiliki panjang sekitar 1 meter dan berat kurang lebih sekitar 22 kg. Hal inilah yang membuat bom ini tergolong sistem persenjataan ringan yang mampu dipasang dalam banyak kendaraan udara.
Beberapa kendaraan udara yang bisa dipasangi sistem bom MAM-L adalah drone serang Bayraktar TB-2, Drone Intai-serang Anka-B, beberapa jenis helikopter serang dan intai, serta beberapa jenis pesawat serang ringan maupun pesawat tempur konvensional. Sistem rudal ini menggunakan pelacakan dengan semi-active infrared laser homing yang bisa dipandu oleh awak di darat maupun oleh pesawat yang membawanya.
Selain digunakan oleh Turki, rudal MAM-L juga digunakan oleh beberapa negara seperti Azerbaijan, Pakistan, Maroko, Ukraina, Qatar, Tunisia dan Saudi Arabia. Dalam perang Rusia-Ukraina, rudal ini diketahui seringkali menghancurkan tank-tank dan ranpur milik Rusia dalam perang tersebut.
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
Ulasan
-
Wisata Mangrove Pantai Kelapa, Eksotisme Laut Lepas dan Satwa Jinak Tungkal
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah
Terkini
-
Teriak 'Viva Palestine', Harry Styles Respons Fan Saat Konser di Belanda
-
Krisis Lapangan Kerja Formal: Biang Kerok di Balik UMR Masuk Benefit!
-
Pemeran Utama Perfect Crown Minta Maaf soal Kontroversi Distorsi Sejarah
-
Tak Sekadar Riding, Begundal War Wer Tunjukkan Sisi Positif Komunitas Motor
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!