Apakah kalian pernah merasa dicuekin teman, pasangan, atau orang terdekat? Hal tersebut kemudian membuatmu overthinking tentang apa kesalahan yang sudah kamu buat.
Buat kamu yang sering berpura-pura baik-baik saja padahal takut mengecewakan orang lain, takut kesepian, dan takut terlihat lemah, buku 'Sebenarnya, Aku Tidak Baik-Baik Saja' karya Geulbaewoo menjadi bacaan yang tepat buat kamu.
Sebelumnya, Geulbaewoo telah menulis buku self help yang berjudul "Aku Bukannya Menyerah Hanya Sedang Lelah". Dibandingkan dengan buku tersebut, saya lebih suka buku ini karena isinya yang lebih pas dengan kondisiku sekarang.
Buku ini berisi kumpulan esai berupa nasihat, tips, serta pengalaman kehidupan dari banyak orang. Geulbaewoo menyajikan banyak pengalaman hidup orang yang dikenal dan ditemuinya. Dari pengalaman orang tersebut hadirlah sebuah cerita inspiratif yang dikemas dalam buku ini.
Walaupun ceritanya pendek-pendek, namun makna yang disampaikan cukup dalam dan mengena. Topik yang dibahas juga beragam, mulai dari hubungan dengan teman, pasangan, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.
Tujuan buku ini adalah mengingatkan pembaca bahwa tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja. Bukan untuk mengasihani, tapi justru buku ini menyadarkan bahwa ada solusi untuk masalah tersebut.
Uniknya, buku ini dibagi dalam beberapa bab yang menyuguhkan topik masalah serta tips-tips untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi yang diberikan juga didapat dari orang-orang yang memiliki masalah dan pengalaman yang sama.
Ketika membaca buku ini, rasanya seperti ada yang berkata, "Tidak apa-apa kalau kamu sedang tidak baik-baik saja. Tidak usah berpura-pura. Kamu tidak perlu terlalu keras dengan diri sendiri." Bacaannya sangat sesuai dengan keadaan saya sebagai orang yang sering berpura-pura untuk baik-baik saja.
Melalui buku ini, Geulbaewoo juga memberitahukan kepada pembaca bahwa kamu tidak sendiri. Semua orang di dunia ini mengalami hal yang sama dan itu semua normal.
Secara keseluruhan, buku ini menjadi bacaan yang direkomendasikan bagi kamu yang membutuhkan semangat dan motivasi. Cerita-cerita di buku ini akan membantu kamu untuk introspeksi diri dan lebih memahami perasaanmu sendiri, terutama perasaan cemas atau negatif yang kamu rasakan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
Ulasan Novel Di Balik Jendela, Ketegangan dalam Rumah yang Terkepung
-
Novel Ziarah, Sebuah Perenungan tentang Hidup dan Kematian
-
Novel "Angin dari Tebing 2", Ketika Cerita Anak Menjadi Cermin Kehidupan
-
Buku 'Rumah Baru dan Hal-Hal Baru', Makna Besar tentang Rumah dan Masa Lalu
Artikel Terkait
-
Review Cheeky Romance Karya Kim Eun Jong: Menyegarkan, Lucu, dan Romantis
-
Last Love Story Of Walden Brothers: Kisah Romantis yang Menggugah Hati
-
Ulasan Novel 'Maut di Udara': Mengungkap Kasus Pembunuhan di Atas Pesawat
-
Review 'Another I' Karya Ayatsuji Yukito: Mengungkap Misteri di Sekolah Baru
-
Ulasan Buku 'Beauty of Trauma': Bacaan Indah bagi Mereka yang Berjuang untuk Pulih
Ulasan
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
Terkini
-
Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah