Sejarah Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah mungkin hanya dijelaskan secara singkat dan ringkas saja karena terbatas jam pelajaran serta kurikulum. Untuk itu, jika kamu masih merasa haus akan sejarah Indonesia yang sebenarnya sangat banyak dan panjang, kamu bisa mencarinya lewat buku-buku non fiksi bertema sejarah.
Ada banyak sekali buku non fiksi yang mengangkat tema tentang sejarah Indonesia. Ditulis oleh para ahli di bidangnya, buku-buku sejarah ini menawarkan pemaparan lengkap dan detail tentang hal-hal yang mungkin tidak kamu temui di buku teks pelajaran sekolah.
Berdasarkan postingan akun Instagram @gramedia.com, berikut ini adalah empat rekomendasi buku untuk membantumu mengenal sejarah Indonesia lebih baik lagi.
1. ORIDA: Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949 karya Suwito Harsono dan Michell Suharli
Rekomendasi yang pertama ini akan menawarkan sebuah paparan menarik tentang koleksi mata uang Indonesia yang pernah beredar pada zamannya. Buku ini menjadi pihakan serta panduan penting untuk setiap anak bangsa yang ingin memahami sejarah Indonesia dari melalui koleksi mata uang Indonesia.
2. Pasang Surut Demokrasi karya M. Faishal Aminuddin dan Wahyu Prasetyawan
Meski belum genap berusia 100 tahun, nyatanya Indonesia telah mengalami pasang surut demokrasi. Buku ini akan mengajak pembaca untuk menilik pernak-pernik perubahan sosial dan politik dari berbagai sudut pandang kasus yang diharapkan dapat mewakili potret demokratisasi selama 20 tahun terakhir ini.
3. Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah karya Boediono
Bagi para pelajar yang ekonomi atau orang-orang yang gemar dengan topik ekonomi, buku yang ditulis oleh seorang guru besar ini tidak hanya berpusat pada teori, tetapi juga penuh dengan pengalaman nyata dalam penyelenggaraan berbagai aspek kehidupan bernegara. Buku ini layak dibaca baik oleh pejabat publik, politisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
4. Indonesia Menghadapi Pandemi karya Asma Jaya Institute of Public Policy (AJIPP)
Meski mengambil tema besar terkait pandemi, beberapa tulisan dalam buku ini mengangkat topik bagaimana ekonomi mengupas situasi krisis yang dapat menjadi katalisator munculnya sebuah inovasi. Tidak hanya berlaku dalam kondisi pandemi Covid-19, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran di masa depan.
Empat rekomendasi buku di atas menawarkan topik dan pembahasan tentang sejarah Indonesia dari berbagai bidang, mulai dari politik hingga ekonomi. Kamu tertarik menyelami sejarah Indonesia dari sisi yang mana dulu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Rilis MV Single Original Ayo Senyumlah, JKT48 Tonjolkan Budaya Indonesia
-
Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati
Artikel Terkait
-
Ini Klub Bola dan Pemain Timnas Indonesia yang Diingat Cesc Fabregas
-
Pabrik Motor Listrik Yadea Serap 3000 Tenaga Kerja, Incar TKDN 90 Persen
-
Donasi Warga Papua yang Diinisiasi Bobon Santoso Capai Rp1,4 Miliar: Artis Sibuk Shopping Bobon Sibuk Sejahterain Rakyat
-
Catatan Marselino Ferdinan di KMSK Deinze Selama 1,5 Musim
-
Susul Negara Lainnya, Chery Akhirnya Umumkan Recall 420 Unit Omoda 5 untuk Pasar Indonesia
Ulasan
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982
-
Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental
-
Review The Longest Wait: Melihat Perjuangan Timnas Garuda dari Balik Layar
Terkini
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran