Suku Mandar merupakan salah satu suku yang ada di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Suku ini dulunya tergabung dalam suku-suku utama di Sulawesi Selatan seperti Bugis, Makassar, dan juga Toraja.
Dari berbagai sumber disebutkan bahwa suku Mandar lahir pada abad ke-16. Pada waktu itu ada istilah ‘persekutuan’ antara tujuh Kerajaan pesisir dan tujuh Kerajaan di daratan. Alhasil, berdasarkan konferensi ke-14 Kerajaan (Pitu Ba-bana Binanga Pitu Ulunna Salu) bisa melahirkan suku Mandar.
Sama seperti dengan suku-suku yang lain di Indonesia, suku Mandar juga memiliki beragam budaya dan peninggalan dari nenek moyang. Bukan hanya dari segi perilaku sosial dan ritual masyarakat, tetapi juga ada peninggalan alat musik tradisional suku Mandar.
Alat-alat musik tradisional suku Mandar kini banyak dipamerkan dan dimainkan dalam festival budaya, sehingga alat-alat musik tradisional ini juga menjadi entitas tersendiri bagi suku Mandar di Sulawesi Barat dan sudah mendunia. Berikut setidaknya ada 5 alat musik tradisional suku Mandar di Sulawesi Barat.
1. Rebana
Rebana atau dalam bahasa Mandar disebut ‘Rawana’ merupakan alat musik yang ketika dimainkan dengan cara dipukul atau membrafon. Rawana adalah gabungan antara budaya Mandar dengan Arab. Untuk pemain alat musik ini disebut dengan istilah ‘Parrawana’.
Pertunjukan Rebana ini biasanya unjuk gigi di sejumlah acara, seperti acara khatam Al-Qur’an, dan kadang juga dilakukan kolaborasi dengan alat musik yang lain. Selain itu, permainan alat musik Rebana juga sering dimainkan dalam acara kebudayaan serta acara-acara hajatan masyarakat.
Dalam memainkan alat musik tradisional ini, Parrawana tampak sering mengekspresikan ekspresinya secara bebas, sehingga bisa memikat mata para penonton yang melihatnya.
2. Gongga Lima
Alat music Gongga Lima hampir mirip sumpit yang terbuat dari bambu. Cara memainkan alat musik tradisional suku Mandar yang satu ini dengan cara memukulkannya ke tangan.
Gongga Lima terdiri dari kata ‘gongga’ dan ‘lima’. Gongga adalah alat itu sendiri, sementara ‘lima’ mewakili jumlah jari pada satu tangan. Gongga Lima dimainkan dengan orang-orang Mandar khususnya di kecamatan Balanipa, mirip dengan Parappasa, instrument dari Gowa, Sulawesi Selatan.
3. Kecapi Mandar
Kecapi Mandar adalah alat musik tradisional suku Mandar. Kecapi Mandar memiliki bentuk seperti kecapi pada umumnya, namun Kecapi Mandar yang dimainkan oleh perempuan biasanya memiliki bentuk yang berbeda.
BACA JUGA: Dibintangi Yayan Ruhian, Inilah Sinopsis Film Hollywood 'Boy Kills World'
Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Kecapi Mandar yang digunakan perempuan berbentuk melengkung, sehingga pemainnya harus mengangkat kaki untuk mendekatkan kecapi ke badan.
4. Pakkeke
Pakkeke salah satu alat musik tradisional suku Mandar yang memiliki bunyi yang khas. Alat ini juga dikenal dengan nama Keke yang terbuat dari bambu berukuran kecil dengan diameter sekitar 2 sentimeter. Bagian ujung bambu itu dililit daun kelapa kering yang memberi ornament menarik pada bunyi akhir. Pakkeke menyerupai suling, lengkap dengan lubang di sepanjang batangnya.
5. Calong
Namanya mirip dengan calung, salah satu alat music tradisional dari Jawa Barat yang sama-sama terbuat dari bilah bambu. Bilah bambu yang dirakit kuat ke atas buah kelapa hingga membentuk seperti mangkok. Buah kelapa tersebut berfungsi sebagai wadah keluarnya bunyi, sementara bambunya menghasilkan nada.
Alat musik ini bisa menghasilkan beragam nada, yang di mana biasa dimainkan dengan banyak secara bersamaan maupun dengan satu orang. Calong dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul yang biasanya terbuat dari kayu maupun bambu.
Nah, itulah setidaknya ada 5 alat musik tradisional suku Mandar di Sulawesi Barat. Apakah di daerah kamu juga memiliki alat musik tradisional seperti di atas?
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
Ulasan
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
Terkini
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif
-
Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World