Buku sebuah seni untuk memahami kekasih karya Agus Mulyadi merupakan buku yang mengisahkan tentang perjalanan asmara Agus dan Kalis Mardiasih kekasihnya. Buku ini memuat tiga puluh delapan cerita yang mungkin sangat inspiratif dan layak diteladani bagi pasangan muda era sekarang.
Buku yang memiliki ketebalan sembilan puluh empat halaman ini penuh dengan kenarsisan dan sangat megalomaniak. Bagi Agus si penulisnya, kisah-kisah bersama kekasihnya sangat sayang jika hanya disimpan untuk dirinya sendiri. Ia ingin bercerita tentang hal-hal unik yang terjadi sepanjang kisah kasihnya bersama Kalis Mardiasih.
Buku ini diterbitkan oleh Shira Media dan sudah mencapai cetakan ketiga. Cetakan pertama lahir pada tahun 2019. Kemudian cetakan kedua hadir pada tahun 2020, dan cetakan ketiga terbit pada tahun 2022. Daftar isinya pun terbilang lucu. Hanya satu, dua, hingga tiga kata saja pada setiap cerita yang dituliskan. Ada jok motor, daster, pecel lele, dan lainnya.
Selain pemilihan judul yang terbilang lucu dan unik, buku ini sebagian isi tulisannya menggunakan bahasa jawa. Lagi-lagi menurut Agus memasukkan bahasa jawa kedalam ceritanya terasa memiliki ruh kelucuan dan guyonananya lebih padat. Salah satunya judul yang berjudul Ngrumangsani ini.
"Mas, aku ki paling males nek ndelok wong wedok ayu,"
"Lha ngopo, tho, Lis?"
"Lha soale ra bakal iso tak oyak, nek urusan pinter ngono iseh iso tak usahake."
"Wah, cocok, yo iki sing jenenge sikap ngrumangsani, tulung sikapmu iki dipertahanke yo, Lis." (halaman 21)
Dialog-dialog yang menggelitik ini akan pembaca dapatkan dari awal hingga pada halaman terakhir.
Selain kisah yang dapat membuat pembacanya tertawa, didalam buku ini juga disematkan ilustrasi gambar pada setiap judulnya. Bahkan sebelum sesi membaca dimulai, pembaca akan dibuat tertawa dengan cover buku ini. Gambar Agus Mulyadi yang mengusap air mata Kalis dengan taplak meja/serbet. Ini merupakan pemandangan yang sangat out of the box sekali.
Buku yang bercerita tentang perjalanan cinta dua sejoli manusia memang sudah banyak sekali. Tapi setidaknya mampir lah untuk membaca buku satu ini agar dapat memperkuat hubungan anda dengan kekasih. Tak banyak waktu yang akan anda habiskan untuk melalap habis buku ini. Karena isi ceritanya pun tak bertele-tele dan tentunya mengandung humor dengan bahasa yang lugas serta trengginas.
Buku ini recomended sekali. Dan kabar bahagianya, buku ini telah divisualisasikan dan rencananya akan tayang pada pertengahan bulan september tahun ini sesuai poster yang telah beredar. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Second Chance: Pengelolaan Sumber Daya untuk Masa Depan
-
Secuil Cerita Menyambut Satu Dekade Suara.com
-
Ulasan Buku 'Born To Be Success': Cara Mudah Meraih Sukses
-
Hapus Ketidakadilan Berbasis Gender, Pahami Feminisme Lewat Buku 'Menggugat Feminisme'
-
Kisah Inspiratif Dibalik Buku 'Guru Penggerak 2020'
Artikel Terkait
Ulasan
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Menenun Kembali Persahabatan di Ujung Cakrawala Aldebaran
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Aku Punya Kendala Allah Punya Kendali: Sebuah Obat untuk Hati yang Lelah
Terkini
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga