Baru-baru ini, saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan yang sudah lama saya impikan: menyelam di Pulau Weh, Aceh. Sebagai pecinta alam yang selalu tertarik dengan keindahan bawah laut, kesempatan ini tentu sangat saya nantikan. Pulau Weh terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang luar biasa, membuatnya menjadi salah satu destinasi favorit para penyelam dari seluruh dunia.
Saya tiba di Pulau Weh pada pagi hari, setelah menempuh perjalanan dari Banda Aceh dengan menggunakan feri. Udara segar dan pemandangan laut biru yang tenang segera menyambut saya, menghilangkan rasa lelah akibat perjalanan panjang. Setelah check-in di penginapan, saya langsung menuju ke pusat diving yang sudah saya reservasi sebelumnya. Di sana, saya bertemu dengan instruktur yang akan memandu saya selama kegiatan menyelam berlangsung.
Setelah mengenakan peralatan menyelam dan mendengarkan briefing singkat tentang keselamatan, kami berangkat menuju salah satu titik penyelaman terkenal di Pulau Weh, yaitu Batee Tokong. Perjalanan menuju titik penyelaman ditempuh menggunakan perahu kecil, yang memakan waktu sekitar 20 menit. Selama perjalanan, saya merasakan campuran perasaan antara antusias dan sedikit gugup, mengingat ini adalah pengalaman pertama saya menyelam di laut terbuka.
Sesampainya di lokasi, instruktur memberi aba-aba untuk mulai turun ke dalam air. Begitu masuk ke dalam laut, saya langsung disambut oleh pemandangan yang luar biasa indah. Terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan tropis yang berenang bebas, serta air laut yang jernih menciptakan pemandangan yang tak terlupakan. Saya bahkan sempat melihat seekor penyu besar yang dengan santai berenang melewati kami, membuat momen ini terasa semakin magis.
Selama kurang lebih 45 menit di bawah laut, saya dan instruktur menjelajahi keindahan alam bawah laut yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Instruktur saya sangat berpengalaman dan tahu persis di mana menemukan spot-spot terbaik untuk melihat kehidupan laut yang menakjubkan. Kami juga sempat berhenti sejenak di salah satu spot untuk mengambil beberapa foto bawah laut, sebagai kenang-kenangan dari pengalaman tak terlupakan ini.
Setelah menyelesaikan sesi penyelaman, kami kembali ke permukaan dan naik ke perahu. Rasa puas dan bahagia jelas terasa di hati saya, karena akhirnya saya bisa mewujudkan impian lama untuk menyelam di Pulau Weh. Instruktur kemudian mengajak saya kembali ke pusat diving, di mana kami melakukan pengecekan terakhir terhadap peralatan dan membahas pengalaman yang baru saja kami alami.
Pengalaman menyelam di Pulau Weh ini benar-benar membuka mata saya tentang betapa kaya dan indahnya kehidupan laut di Indonesia. Saya merasa bersyukur bisa menyaksikan langsung keindahan yang selama ini hanya saya lihat di foto atau video. Perjalanan ini juga mengingatkan saya akan pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama ekosistem laut yang begitu rentan terhadap kerusakan.
Saat sore menjelang, saya kembali ke penginapan dengan perasaan puas dan penuh kenangan indah. Hari itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidup saya, dan saya bertekad untuk terus menjaga kecintaan saya terhadap alam serta berusaha untuk kembali lagi ke Pulau Weh suatu hari nanti.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Film Greenland 2: Migration, Resiliensi Pasca Hantaman Komet Clarke
-
Memahami Manusia Lewat Biologi di Buku Behave karya Robert Sapolsky
-
Ulasan Buku The Magic of Thinking Big: Motivasi yang Tak Lekang oleh Zaman
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Aspal: Menenun Kembali Harapan di Tanah Sumatera
-
Pemulihan Infrastruktur Sukses, Senyum Aceh Balik Kembali
-
Menyambung Nadi, Memulihkan Asa: Wajah Kemanusiaan di Balik Pemulihan Infrastruktur Aceh
-
8 Cara Melupakan Mantan Dengan Cepat Tanpa Drama, Mulai dari Jangan Menyalahkan Diri Sendiri!
-
4 Body Serum Anti-Aging Harga Rp40 Ribuan, Rahasia Kulit Kencang dan Cerah