Hikmawan Firdaus | Sam Edy
Gambar buku Kecanduan Gadget.[iPusnas]
Sam Edy

Hari gini, siapa sih yang tidak memiliki ponsel atau smartphone? Sepertinya hanya segelintir orang yang tidak memiliki benda canggih yang bisa mempermudah kehidupan manusia.

Ya, lewat smartphone atau ponsel pintar, kita memang dimudahkan dengan banyak hal. Kita dapat terhubung dengan banyak orang di berbagai belahan dunia dengan mudah dan sangat cepat.

Lewat beragam aplikasi di gawai yang kita genggam, kita juga bisa belanja online, melakukan transfer tanpa harus repot ke bank. Kita juga bisa memesan makanan tanpa ribet, tiket kereta, pesawat, dan masih banyak yang lainnya.

Itulah mengapa banyak orang yang begitu kecanduan dengan gadget. Terlebih semakin hari ponsel semakin canggih dan tentunya semakin membuat orang-orang betah berlama-lama dengan gawai di tangan. Inilah yang menjadi persoalan, bahwa selain memiliki dampak positif, keberadaan gadget juga membawa dampak buruk bila kita tidak bijak dalam menggunakannya.

Terlebih bagi anak-anak atau mereka yang menapaki masa remaja. Gadget bisa membawa pengaruh buruk bagi mereka bila para orang tua membebaskan anak-anaknya bermain tanpa kontrol dengan gadget tersebut.

Setidaknya ada tiga dampak negatif gadget yang bisa kita simak dalam buku ‘Kecanduan Gadget dan Efeknya Pada Konsentrasi Belajar’ karya Intan Permata Sari, Esi Afriyanti, dan Elvi Oktarina (penerbit Adab, Indramayu Jabar). Ketiga dampak negatif tersebut yakni:

Pertama, dampak pada aspek fisik dan psikomotorik. Pada aspek ini, perilaku yang muncul akibat gadget yakni gangguan kesehatan fisik, seperti sakit mata atau ganguan penglihatan dan sakit kepala, gangguan keseimbangan, obesitas karena malas beraktivitas, gangguan tidur, juga dapat menyebabkan gangguan imun yang disebabkan radiasi dari gadget.

Kedua, dampak pada aspek agama dan moral. Misalnya, berdampak pada kedisiplinan. Anak menjadi malas melakukan apa pun, meninggalkan kewajibannya untuk beribadah. Dan berkurangnya waktu belajr akibat terlalu sering bermain game, menonton, dan mengakses internet. Terlalu asyik bermain gadget dapat menimbulkan sifat malas sehingga lupa waktu belajar dan shalat, dan sebagainya.

Ketiga, dampak pada aspek kognitif. Dampak negatif pada aspek ini meliputi penurunan konsentrasi belajar (pada saat belajar anak menjadi tidak fokus dan hanya teringat dengan gadget), malas menulis dan membaca, dan sebagainya (Damayanti et al., 2020).

Tentu saja, masih ada dampak buruk lain yang bisa kita teliti lebih lanjut terkait keberadaan gadget di zaman serba teknologi seperti saat ini. Kesimpulannya, dibutuhkan kebijaksanaan dalam menggunakan gadget yang kita miliki. Sesuaikan saja dengan fungsinya, jangan terlalu berlebihan. Hindari konten-konten yang tidak mendidik yang banyak tersebar di berbagai media sosial.

Terbitnya buku ini semoga dapat menjadi bahan renungan bersama tentang fenomena gadget yang bikin banyak orang kecanduan sehingga dapat terdampak oleh hal-hal buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.