Buku Gaga dan Ruri mengisahkan kehidupan dua sahabat bernama Gaga (seekor gajah) dan Ruri (seekor kanguru). Meski keduanya merupakan sepasang sahabat, namun karakter dan wataknya berbeda. Gaga mempunyai sifat yang lembut dan baik hati kepada sahabat. Beda halnya dengan Ruri yang mempunyai sifat keras kepala.
Suatu ketika Gaga kelaparan, sebab sudah dua hari perutnya tidak tersentuh makanan. Saat berjalan-jalan di tengah hutan, ia melihat ada tumpukan wortel di depannya. Gaga serasa tak ingin kehilangan kesempatan, dengan rasa lapar yang memuncak, Gaga makan tumpukan wortel yang tergeletak di atas tanah itu tanpa minta izin kepada pemiliknya.
Ketika Ruri melihat wortelnya dimakan Gaga dengan lahap, ia pun marah dan langsung pergi meninggalkan Gaga. Sementara Gaga berusaha mengejar Ruri untuk meminta maaf.
Di tengah perjalanan, Ruri bertemu Momo (seekor monyet). Ia bertanya kepada Momo di mana Ruri berada, sebab ia ingin meminta maaf karena telah mengambil makanan Ruri tanpa izin. Gaga sampaikan bahwa ia terpaksa mengambil makanan Ruri sebab dirinya sangat lapar, sudah dua hari tidak makan. Gaga pun terus mencari keberadaan Ruri hingga larut malam.
Keesokan harinya, Momo bertemu Ruri di hutan. Ia sampaikan kalau Gaga datang mencarinya ingin meminta maaf. Gaga terpaksa mengambil makanannya karena perutnya sangat lapar. Dua hari belum tersentuh makanan sama sekali.
Ruri pun langsung mencari Gaga. Ia juga mau meminta maaf karena sempat marah. Setelah Ruri melewati beberapa tempat, akhirnya ia melihat Gaga dari kejauhan. Ruri berteriak memanggilnya, lalu Gaga datang menghampirinya.
Gaga langsung meminta maaf kepada Ruri. Gaga mengakui bahwa perbuatannya salah. Mereka pun akhirnya saling meminta maaf.
Gaga dan Ruri adalah sebuah kisah fabel antara Gajah dan Kanguru karya Dwi Efiyana yang mengisahkan tentang hubungan persahabatan antara dua karakter utama. Dengan latar belakang kehidupan yang sederhana, cerita ini mengangkat tema tentang pentingnya mengakui kesalahan dan saling memaafkan.
Buku dengan tebal 14 halaman ini, juga berhasil menyampaikan pesan moral yang mendalam mengenai kehati-hatian terhadap barang atau makanan milik orang lain. Mengambil harta milik orang lain tanpa izin termasuk pencurian. Dan pencurian tergolong perbuatan dosa, hal yang dilarang agama, dan bisa diproses secara hukum negara.
Meskipun terbatas oleh jumlah halaman yang singkat, buku ini tidak kehilangan daya tariknya. Setiap adegan terasa penuh makna, memberikan pembaca kesempatan untuk merenungkan hubungan mereka dengan orang-orang di sekitar mereka. Buku ini dapat menjadi pilihan yang baik untuk pembaca anak-anak. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Gaga dan Ruri
Penulis: Dwi Efiyana
Penerbit: Indocamp
Cetakan: I, 2023
Tebal: 14 Halaman
ISBN: 978-623-06-0863-6
Baca Juga
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Cari HP dengan Kamera Terbaik 2026? Ini 3 Pilihan Flagship yang Setara Kamera iPhone!
-
Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja
-
Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari
-
Photo Assist Samsung Galaxy S26 Series: Solusi Praktis Menghilangkan Objek Mengganggu di Foto
Artikel Terkait
-
Mengulik Misteri Denah Rumah Tak Lazim Lewat Buku Teka-Teki Rumah Aneh
-
Ulasan Novel 'Ranah 3 Warna', Buah dari Kesabaran dalam Meraih Cita-cita
-
Duka di Balik Komedi, Ulasan Novel Capslok: Capster Anjlok
-
Nicholas Saputra Siap Bintangi Film 'Tukar Takdir', Adaptasi Buku Laris!
-
Ulasan Novel Persona: Kisah Remaja dalam Menghadapi Ekspektasi Sosial
Ulasan
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja
-
Kesepian dan Depresi: Kisah Tragis Kusunoki dalam Three Days of Happiness
Terkini
-
Iduladha dan Generasi Muda: Makna Lama yang Masih Relevan di Era Modern
-
Mengapa Tuduhan Amien Rais soal Teddy Mudah Dipercaya Publik?
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?