Lewat 16 cerita pendek di dalam buku Kupukupu-Kupukupu di dalam Perutku ini, pembaca akan dibawa ke dalam dunia cinta. Menelusuri jejak cinta dengan konflik yang beragam. Air mata, tawa, senyum, pelukan hangat, persahabatan, perselingkuhan, dan kasih sayang.
Semuanya dituturkan dengan menawan. Inspiratif dan mendalam. Lembut tapi menghanyutkan. Dan ada beberapa cerita yang kurang dimengerti. Mengundang diri untuk mengerutkan dahi.
Membaca buku karya Dadan Erlangga ini, memberi kesan sekaligus pengandaian. Seandainya emosi dan perasaan kita bisa hidup menjadi sosok yang utuh, maka ia akan mengintip dari sela-sela rongga dada kita dan di luar sana ia akan terus mengamati tingkah laku kita, lalu bermonolog menggunakan pikiran dan logikanya sendiri.
Dalam kumpulan cerpen ini, kita dapat membaca kecenderungan penulis dalam menggunakan sudut pandang orang pertama. Sudut pandang yang berpusat pada diri 'aku' itu seringkali menimbulkan kesan terisolasi, terutama bagaimana aku' selalu menjelaskan tokoh lain dan peristiwa dengan sangat subjektif.
'Aku' seolah-olah tak bernama, tak berjenis kelamin, dan bahkan tak berbentuk. Hal ini tampaknya bukan disebabkan karena penulis kurang mahir dalam mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan fisik, namun karena ia lebih suka menggambarkan hal-hal yang berbau abstrak. Seperti di awal paragraf pada cerpen pertama, Semacam Cinta.
"Aku lupa rasanya jatuh cinta. Jadi, jangan tanya perasaan apa yang tengah berkelana di antara remah-remah rasa lainnya yang kunamakan hampa. Meskipun di dalamnya ada kamu dan aku. Dan kata 'kita' yang sungguh menggoda untuk lantas diterjemahkan ke dalam bahasa kebersamaan yang nyata." (Halaman 7).
Meski demikian, ada bagian-bagian yang kurang saya pahami dalam penuturan kisah, sehingga membuat saya dan barangkali juga pembaca yang lain kesulitan untuk menyelami isi cerita. Seperti yang terdapat di paragraf terakhir pada cerpen kedua, Cerita Pendek Tentang Sepasang Mata.
"Kembali memandangi lantai, saya melihat ada sepasang kaki saya, kemudian pasangan-pasangan kaki orang-orang di sekitar saya. Sepasang kaki bersepatu, yang masing-masing bermata tetapi tidak untuk melihat sesuatu. Seperti mereka. Seperti kamu." (Halaman 17)
Secara umum, cerita-cerita di dalam buku ini lebih banyak menjelajah sisi dalam dari seorang manusia, daripada memaparkan peristiwa yang telah diamati melalui panca indera.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Kupukupu-Kupukupu di dalam Perutku
Penulis: Dadan Erlangga
Penerbit: Garuda Mas Sejahtera
Cetakan: I, 2011
Tebal: 126 Halaman
Baca Juga
-
Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis: TWS Unik dengan Desain Jepit Telinga dan Baterai Awet
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua
Artikel Terkait
-
Menjadi Pendidik yang Mampu Beradaptasi dalam Buku Guru Masa Kini
-
Ulasan Buku Jejak Cinta Separuh Jiwa, Ungkap Mudah dan Sulitnya Dapat Jodoh
-
Ulasan Buku Ulama Perempuan Madura: Peran Istri Kiai dalam Mengayomi Santri
-
Kiat Mewujudkan Cinta Tanah Air dalam Buku Bangga Menjadi Anak Indonesia
-
Melihat Dunia dengan Sensasi yang Berbeda dalam Buku Dunia Tanpa Kacamata
Ulasan
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif