Carry-On merupakan film thriller aksi mendebarkan garapan sutradara Jaume Collet-Serra, dengan naskah yang ditulis oleh T.J Fixman dan Michael Green.
Film ini dirilis di Netflix pada 13 Desember 2024, dibintangi oleh Taron Egerton, Jason Batemen, Sofia Carson, Logan Marshall-Green, Danielle Deadwyler, hingga Theo Rossi.
Ceritanya berpusat pada Ethan Kopek (Taron Egerton), seorang petugas Transport Security Administration (TSA), di Bandara Internasional Los Angeles (LAX).
Menjelang malam Natal, Ethan ditugaskan di jalur pemeriksaan bagasi dan menerima sebuah earbud misterius.
Melalui komunikasi menggunakan earbud tersebut, seorang pria yang hanya dikenal sebagai Traveler (Jason Bateman) memaksanya untuk membiarkan sebuah koper lolos dari pemeriksaan tanpa hambatan.
Jika Ethan tidak mematuhi, sang Traveler mengancam akan menghabisi nyawa Nora (Sofia Carson), pacar Ethan yang juga bekerja di bandara sebagai manager operasi maskapai
Ethan mencoba berbagai cara untuk memberi tahu rekan kerjanya tentang situasi tersebut tanpa menarik perhatian Traveler misterius itu.
Namun, setiap upaya yang dilakukannya digagalkan, dan ancaman terhadap Nora semakin meningkat. Akhirnya, Ethan terpaksa membiarkan koper tersebut melewati pemeriksaan.
Belakangan, Ethan mengetahui bahwa koper tersebut berisi senjata kimia berbahaya, bernama Novichock. Traveler berencana melepaskan senjata ini di dalam penerbangan ke New York dan membunuh ratusan penumpang tak bersalah.
Dengan bantuan Detektif Elena Cole (Danielle Deadwyler), Ethan harus menggunakan akalnya untuk menghentikan ancaman senjata tersebut sebelum pesawat lepas landas.
Ulasan Film Carry-On
Carry-On merupakan sajian thriller aksi yang menegangkan dengan cerita yang simpel tapi memiliki daya tarik unik.
Di bawah arahan Jaume Collet-Serra, yang sebelumnya dikenal lewat film seperti The Shallows dan Jungle Cruise, film ini tidak hanya menawarkan aksi seru, tetapi juga menggali dilema batin yang dialami karakter utamanya, Ethan Kopek.
Salah satu daya tarik utama film ini tentu saja terletak pada performa luar biasa Taron Egerton sebagai Ethan Kopek. Taron berhasil menyampaikan setiap emosi yang dirasakan karakter Ethan dengan sangat autentik.
Penonton benar-benar dapat merasakan kecemasan, tekanan, dan kebingungan yang dialami oleh Ethan sepanjang cerita. Aktingnya saat berinteraksi hanya melalui suara di earbud juga patut dipuji karena tetap terasa natural dan emosional.
Di sisi lain, Jason Bateman yang biasanya dikenal lewat peran dalam film komedi, juga tampil impresif. Ia mampu memerankan karakter antagonis yang cerdas dan manipulatif dengan gaya yang tenang namun penuh intimidasi.
Tidak hanya dari segi akting, pacing film ini pun terjaga dengan sangat baik. Cerita yang berlangsung dalam waktu singkat, hanya satu hari, tak membuatnya terasa terburu-buru.
Setiap adegan berpindah dengan dinamis, memastikan tensi tetap tinggi dari awal hingga akhir, tanpa memberi ruang bagi penonton untuk merasa bosan.
Elemen menarik lainnya dalam Carry-On adalah pemanfaatan latar bandara yang memberikan nuansa tegang. Bandara, dengan segala kesibukan dan keramaian, memang sudah bisa menimbulkan perasaan cemas, apalagi saat dikombinasikan dengan situasi kritis seperti yang terjadi di film ini.
Selain itu, meskipun ruangnya terkesan terbatas, sutradara dan tim produksi tetap berhasil menciptakan adegan-adegan laga yang mendebarkan.
Momen klimaks dalam pesawat juga menjadi salah satu puncak yang paling mencuri perhatian. Seperti yang sudah ditunjukkan oleh Jaume Collet-Serra sebelumnya dalam film The Commuter dan Run All Night, dia mampu merancang adegan penuh adrenalin seperti ini, dengan sangat efektif.
Selain itu, Carry-On juga mengandalkan soundtrack yang cukup unik, salah satunya adalah lagu Last Christmas milik Wham! yang digunakan pada saat adegan pertarungan antara karakter Elena Cole dan Agen Alcott palsu (Logan Marshall-Green). Hal ini memberikan kontras yang unik antara lagu yang bernuansa ceria dengan suasana tegang yang terjadi.
Secara keseluruhan, Carry-On adalah film thriller aksi yang solid. Dengan pacing yang stabil, atmosfer yang menegangkan, didukung oleh akting mumpuni dari para pemerannya, film ini layak sekali untuk ditonton.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Film Marty Supreme: Super Chaos dan Menyesakkan Sepanjang Durasi!
-
Marty Supreme: Drama Ambisi yang Intens dan Melelahkan
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Sekuel yang Lebih Sadis dan Artistik
-
Review The Long Walk: Film Distopia yang Brutal, Suram, dan Emosional
-
Review Film Weapons: Horor Non-Linear dengan Atmosfer Super Mencekam
Artikel Terkait
-
Ulasan Film The Mother, Perjuangan Seorang Ibu Lindungi Putrinya
-
Rampung Syuting 2022, Film Secret dari D.O. EXO Segera Tayang pada 2025 Mendatang
-
Syuting Film Pulung Gantung, Nadia Bulan Sofya Sampai Susah Tidur
-
Rania Putrisari Jadi Enggan Buru-Buru Menikah Usai Perankan Korban KDRT
-
Temukan Kenyamanan di Industri Layar Lebar, Erika Carlina Punya Target Besar Tahun 2025
Ulasan
-
Mengapa Film Tabula Rasa Masih Relevan Kita Tonton di Bulan Syawal?
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa
-
Review The Defects: Ketika Anak Bisa 'Diretur' seperti Barang Rusak
-
Ulasan Novel 86, Membedah Akar Budaya Korupsi dalam Birokrasi
-
Lebih dari Novel Anak, Na Willa Syarat akan Isu Sosial yang Berat
Terkini
-
Ramadan Berlalu, Lebaran Usai: Bagaimana Merawat Makna Fitri di Tengah Kesibukan Sehari-hari
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Jeno NCT Mendadak Hapus Selfie: Mata Elang Netizen Temukan Vape?
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026