"The Goodbye Process" adalah kumpulan cerita pendek karya Mary Jones yang diterbitkan pada 30 Juli 2024. Buku ini telah mendapatkan pengakuan luas, termasuk menjadi bestseller di USA Today dan menerima ulasan dari Library Journal.
Dalam kumpulan cerita ini, Jones mengeksplorasi berbagai cara manusia menghadapi perpisahan, baik yang menyakitkan maupun yang surreal, melalui 28 cerita yang beragam.
Tema sentral dalam The Goodbye Process adalah perpisahan dalam berbagai bentuk seperti, akhir dari hubungan, kehilangan kesehatan, hingga hilangnya kepolosan.
Jones menghadirkan karakter-karakter yang berada di ambang perubahan besar dalam hidup mereka, memaksa pembaca untuk merenungkan bagaimana kita menghadapi kehilangan dan transisi.
Misalnya, dalam salah satu cerita, seorang wanita berkemah di teras mantan kekasihnya yang mengurung diri di dalam rumah, sementara dalam cerita lain, seorang gadis pra-remaja yang tertangkap mencuri menghadapi bahaya serius. Cerita-cerita ini menyoroti kompleksitas emosi manusia saat berhadapan dengan perpisahan.
Gaya penulisan Jones dikenal karena kemampuannya membangun kedalaman emosi dengan kalimat yang langsung dan jelas. Pendekatan ini memungkinkan pembaca untuk terhubung dengan karakter dan situasi mereka dengan cepat, meskipun beberapa cerita sangat singkat, bahkan hanya terdiri dari beberapa paragraf. Kekuatan naratif ini membuat setiap cerita terasa utuh dan berdampak.
Selain itu, Jones sering menyisipkan elemen humor gelap dalam ceritanya, menyeimbangkan antara tragedi dan komedi. Dalam sebuah cerita, seorang pria menyewa pelayat profesional untuk memastikan pemakaman istrinya berjalan sukses, sebuah premis yang menggabungkan kesedihan dengan ironi.
Humor semacam ini tidak hanya memberikan kelegaan di tengah tema-tema berat, tetapi juga menyoroti absurditas dalam situasi manusia. Pendekatan ini membuat pembaca merenungkan kompleksitas emosi dan situasi yang dihadapi oleh karakter-karakter dalam cerita.
Kemampuan Jones untuk menangkap nuansa perasaan manusia dan menyajikannya dengan cara yang segar dan mendalam membuat karyanya menonjol di antara penulis-penulis kontemporer lainnya.
Secara keseluruhan, "The Goodbye Process" adalah eksplorasi mendalam tentang bagaimana manusia menghadapi perpisahan dan kehilangan. Dengan gaya penulisan yang tajam, karakter yang kompleks, dan tema yang relevan, Mary Jones berhasil menyajikan kumpulan cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga memprovokasi pemikiran.
Bagi pembaca yang mencari karya sastra yang menggugah emosi dan reflektif, buku ini merupakan pilihan yang sangat direkomendasikan.
Identitas Buku
Judul: The Goodbye Process
Penulis: Mary Jones
Penerbit: Zibby Publishing
Tanggal Terbit: 30 Juli 2024
Tebal: 240 Halaman
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
-
Novel Pukul Setengah Lima, Mencari Pintu Keluar dari Realitas Kehidupan
-
Ulasan Buku Empowered Me, Menjadi Ibu Berdaya Tanpa Kehilangan Identitas
-
Ulasan Novel The Bride Test, Ketulusan Mencintai dalam Ketidaksempurnaan
-
Ulasan Novel Si Putih: Saat Teknologi Menjadi Ancaman dan Kesetiaan Diuji
Artikel Terkait
-
Benarkah Jumlah Buku yang Dibaca Menunjukkan Karakter Seseorang?
-
Ulasan Buku Catatan Kriuk untuk si Single, Kiat Menjadi Jomblo yang Bahagia
-
Novel Ghost Forest: Mengeksplorasi Pengalaman Imigran Hong Kong di Kanada
-
Ulasan Novel Bibi Gill: Dari Perempuan Rapuh Menjadi Perempuan yang Kuat
-
Ulasan Buku Monster Motivasi: Ketika Motivasi yang Biasa Saja Tidak Cukup
Ulasan
-
Sinopsis Museum of Innocence, Kisah Obsesi dan Cinta yang Tayang Februari 2026
-
Membaca Ulang Makna Perceraian di Novel Setelah Putus Karya Isrina Sumia
-
Jika Kucing Lenyap dari Dunia: Tentang Kehilangan dan Arti Kehidupan
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
Terkini
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Maskeran Pakai Bubble Mask? Ini 5 Pilihan Biar Wajah Auto Glowing
-
Kesepian Kolektif di Era Konektivitas: Banyak Teman, Minim Kelekatan
-
Usai Diterpa Rentetan Kontroversi, Jule Ungkap Ingin Jadi Diri Sendiri?
-
Mengenal Non-Apology Apology: Analisis Permintaan Maaf Azkiave yang Tuai Kritik.