M. Reza Sulaiman | Sherly Azizah
ilustrasi belanja online [pexels/cottonbro studio]
Sherly Azizah

"Aduh, capek banget sehabis mengoreksi tugas mahasiswa se-fakultas, checkout sepatu baru di keranjang kuning sepertinya sah-sah saja, kan?"

Pernahkah bisikan maut itu mampir di telinga Sobat saat sedang lelah-lelahnya?

Melansir studi dari Journal of Happiness Studies, kebahagiaan dari barang material itu ibarat fatamorgana—terlihat indah di awal, tetapi cepat menguap dalam hitungan hari. Sebagai asisten dosen yang sering "bertempur" dengan tumpukan jurnal, saya sering kali terjebak dalam jebakan Batman bernama "self-rampok".

Kita sering memakai label self-reward untuk menjustifikasi belanja impulsif yang sebenarnya hanya cara halus kita merampok masa depan finansial sendiri. Ramadan tahun ini, saya memutuskan untuk "bertobat" dari gaya konsumsi ini dan memilih cara yang lebih bijak untuk memanjakan jiwa tanpa harus menyiksa isi dompet.

Coba tanya ke cermin, Sob, apakah kamu benar-benar butuh tas baru itu, atau sebenarnya hanya butuh tidur siang yang berkualitas tanpa gangguan notifikasi grup WhatsApp? Saya mulai menyadari bahwa sering kali kita salah mengonsumsi solusi atas rasa lelah kita.

Bijak berkonsumsi versiku adalah dengan berhenti mengonsumsi narasi iklan yang mendikte bahwa "bahagia itu harus beli". Keputusan saya untuk beralih dari hadiah barang (material reward) ke hadiah pengalaman (experiential reward) adalah bentuk kemandirian mental yang nyata.

Sekarang, setiap kali saya berhasil menyelesaikan tugas asistensi yang berat, hadiah terbaik bagi saya adalah memberikan diri saya waktu 30 menit untuk membaca novel sastra favorit di pojok kamar sambil menyesap teh hangat. Rasanya? Jauh lebih tenang dan tanpa ada rasa bersalah (buyer’s remorse) yang biasanya muncul setelah menggesek kartu kredit.

Hayo, siapa di sini yang jarinya otomatis membuka aplikasi belanja setiap kali mendapat honor atau kiriman bulanan dengan alasan "buat menyenangkan diri sendiri"?

Sob, fenomena self-care yang kebablasan sering kali membuat kita buta akan skala prioritas. Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, saya menerapkan teknik "Kurasi Kata Hati" sebelum menekan tombol bayar. Saya mempraktikkan aturan tunggu 48 jam untuk setiap barang keinginan.

Inilah gaya hidup bijak yang sesungguhnya: kita menghargai hasil jerih payah kita dengan tidak membuangnya pada tren yang akan basi dalam hitungan minggu. Bukankah lebih keren punya saldo tabungan yang "menyala" daripada sekadar pamer barang branded di story Instagram yang hanya bertahan 24 jam?

Sobat pernah tidak merasa bahwa hadiah terbaik sebenarnya bukanlah sesuatu yang bisa dibungkus kertas kado? Menghargai diri dengan meningkatkan kualitas ibadah di sepertiga malam terakhir Ramadan atau sekadar menikmati waktu sunyi (solitude) ternyata memberikan dampak kebahagiaan yang jauh lebih stabil.

Saya merasa lebih ringan menghadapi revisi dosen atau komplain mahasiswa karena batin saya sudah "kenyang" dengan apresiasi yang sifatnya spiritual. Inilah bentuk konsumsi yang bertanggung jawab; kita memilih untuk "mengonsumsi" ketenangan, bukan tumpukan barang yang hanya memenuhi gudang. Ternyata, saat kita bijak mengatur ekspektasi terhadap kebahagiaan, kita tidak lagi butuh aksi "perampokan" terhadap diri sendiri untuk merasa berharga.

Jadi, sebelum Sobat kembali tergiur promo flash sale tengah malam, coba tanyakan sekali lagi: ini beneran self-reward atau cuma pelarian dari rasa stres yang tidak selesai-selesai?

Kemenangan Ramadan bagi saya adalah saat berhasil menaklukkan nafsu konsumerisme yang dibungkus rapi dengan label apresiasi diri. Bijak berkonsumsi dengan cara menghargai diri lewat hal-hal sederhana namun bermakna adalah kunci kedewasaan finansial yang sesungguhnya.

Saya merasa jauh lebih siap menyambut Idulfitri dengan hati yang lapang dan rekening yang tetap tenang. Bagaimana dengan kalian? Masih hobi "merampok" diri sendiri, atau sudah punya cara unik buat self-reward yang tetap bikin dompet tersenyum?

Yuk, kita saling berbagi ide apresiasi diri yang ramah saldo di kolom komentar!