Menyambut bulan puasa Ramadan 2025 kali ini, tentunya banyak tradisi-tradisi di Nusantara yang turut hadir memeriahkan salah satu bulan ibadah terbesar bagi umat muslim tersebut.
Di kota Bandung sendiri, banyak suku-suku Sunda yang mendiami ibu kota provinsi Jawa barat tersebut menyambut bulan Ramadan dengan berbagai tradisi unik dan menarik tentunya.
Berikut adalah 3 tradisi unik masyarakat Sunda di kota Bandung yang selalu hadir saat menyambut bulan puasa Ramadan.
1. Kuramasan
Tradisi Kuramasan adalah salah satu tradisi masyarakat Sunda yang tersebar di seluruh Jawa barat, khususnya di kota Bandung.
Dilansir dari kanal berita suara.com, tradisi Kuramasan sendiri memiliki makna membersihkan diri dengan cara mandi dan melakukan pembersihan rambut dan kepala atau keramas. Hal ini biasanya dilakukan sehari sebelum memasuki bulan Ramadan. Namun, tradisi kuramasan sendiri juga bisa selalu dilakukan sepanjang bulan Ramadan.
Dalam tradisi kuramasan sendiri umumnya juga akan dilakukan kegiatan berkumpul dengan orang-orang lainnya dalam suatu kampung dan melakukan doa bersama serta diikuti acara makan besar.
Pembersihan diri dengan cara mandi ini sendiri bisa dilakukan di sebuah kolam pemandian atau dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
2. Munggahan
Tradisi Munggahan atau Munggah merupakan salah satu tradisi masyarakat kota Bandung yang paling sering ditemui.
Dilansir dari artikel berjudul “Perkembangan Tradisi Keagamaan Munggahan Kota Bandung Jawa Barat Tahun 1990-2020”, Tradisi ini umumnya dilakukan saat memasuki bulan Ramadan.
Orang-orang umumnya akan berkumpul di sebuah lapangan dalam suatu kampung untuk melakukan doa bersama dan diikuti dengan acara makan bersama-sama.
Tradisi ini umumnya akan membuat masyarakat saling membawa makanan sendiri-sendiri dalam sebuah keluarga dan kemudian dikumpulkan lalu dimakan bersama-sama dengan warga lainnya.
Tradisi ini sendiri dipercaya memiliki makna untuk saling menguatkan rasa gotong-royong di masyarakat dan menjadi jalan untuk membantu sesama manusia.
3. Nyekar
Nyekar umumnya tak hanya ditemui dalam tradisi masyarakat sunda saja, tetapi juga ditemukan di hampir seluruh tradisi di masyarakat pulau Jawa.
Nyekar sendiri memiliki makna untuk berziarah ke makam keluarga atau sesepuh daerah menjelang bulan Ramadan atau saat minggu pertama bulan Ramadan.
Nyekar sendiri dilakukan dengan cara membersihkan makan tersebut, menaburinya dengan bunga lalu kemudian berdoa kepada Yang Maha Esa. Tradisi ini menjadi salah satu kegiatan paling sering dilakukan masyarakat Sunda di kota Bandung saat bulan Ramadan.
Nah, itulah beberapa tradisi unik masyarakat Sunda di kota Bandung yang sering dilakukan saat bulan Ramadan tiba.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Menu Sahur Perdana Keluarga Besar Raffi Ahmad Jadi Sorotan: Dikira Sayur Asem, padahal ...
-
Sambut Ramadan, PNM Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
-
Tempat Ngabuburit Menunggu Buka Puasa Ramadan di Jakarta
-
Tak Bikin Batal, Ini Waktu Terbaik Olahraga saat Puasa Menurut Ustaz Zaidul Akbar
-
Menyoal Ruang Literasi di Bandung: Antara Kafe dan Perpustakaan
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan