Film horor yang diadaptasi dari karya Stephen King selalu punya daya tarik tersendiri. Nggak hanya menawarkan teror supernatural, banyak di antaranya juga menyelipkan unsur psikologis yang ngeri banget. Kali ini, Film The Monkey yang tayang sejak 5 Maret 2025 di bioskop Indonesia, hadir sebagai sajian horor terbaru yang menggabungkan kengerian brutal dengan sentuhan komedi gelap.
Disutradarai sama Osgood Perkins, yang sebelumnya mengarahkan Film The Blackcoat’s Daughter (2015) dan Film Gretel & Hansel (2020), dan diramaikan pula sama Theo James, yang memerankan dua karakter sekaligus, serta Elijah Wood, Christian Convery, dan Tatiana Maslany. Diproduseri James Wan melalui Atomic Monster, film ini memang ngeri tapi agak bego sih.
Sinopsis Film The Monkey
Film ini mengikuti dua saudara kembar, Hal dan Bill (diperankan Theo James), yang menemukan kembali boneka monyet mekanis milik mereka di masa kecil. Sejak dulu, setiap kali boneka berbunyi, seseorang di sekitar mereka tewas secara misterius. Setelah bertahun-tahun, Hal dan Bill berusaha menghancurkan boneka itu dan menguburnya dalam-dalam. Namun, takdir berkata lain—boneka itu kembali ke kehidupan mereka, membawa malapetaka yang lebih mengerikan.
Kengerian Brutal ala Osgood Perkins
dalam Film The Monkey, sang sutradara tampaknya mengambil pendekatan berbeda. Film ini disebut-sebut sebagai salah satu adaptasi Stephen King yang paling brutal, dengan adegan-adegan kematian yang mengerikan.
Jika biasanya Perkins bermain dengan horor yang subtil seperti dalam The Blackcoat’s Daughter, di sini dia lebih eksplisit, bahkan dibandingkan dengan film-film slasher klasik. Beberapa adegan sadis dalam film ini bahkan rada-rada menyerupai Final Final Destination, di mana kematian datang dengan cara yang nggak terduga dan kejam, tapi rada bego sih. Ups.
Komedi Gelap yang Mengimbangi Teror
Meski penuh darah dan agak bego, Film The Monkey nggak hanya menawarkan horor semata. Ada sentuhan komedi gelap yang membuat film ini terasa lebih segar. Beberapa karakter punya reaksi yang absurd terhadap kejadian-kejadian mengerikan, sehingga menciptakan momen ironis di tengah suasana mencekam.
Osgood Perkins tampaknya memahami bahwa horor nggak melulu harus serius sepanjang waktu. Dengan memasukkan elemen komedi gelap, film ini nggak hanya menakutkan, tapi juga menghibur dalam cara yang unik.
Dengan arahan Osgood Perkins yang berani bereksperimen, Film The Monkey jadi film horor yang menjanjikan biarpun rasa bagonya terus terasa. Film ini masih sangat layak buat kamu tonton.
Skor: 3,2/5
Baca Juga
-
Spoiler Alert! Tujuh Seni Kematian yang Dipentaskan Film Ghost in the Cell
-
Mendobrak Eksplorasi Provokatif lewat Benturan Humor Gelap Film The Drama
-
Sinisme Ghost in the Cell, Saat Kematian Disulap Jadi Karya Seni
-
Mengulik Petrova Line, Garis Ancaman Kiamat dalam Film Project Hail Mary
-
Hitung Mundur Mimpi Buruk dalam Something Very Bad is Going to Happen
Artikel Terkait
-
Terlibat di Film Jumbo, Bikin Bunga Citra Lestari Lebih Hargai Waktu Bersama Anak
-
Imelda Therinne dan Kevin Julio Bongkar Rahasia Film Samar: Ilmira Nirmala
-
Gaji Ifan Seventeen Sebagai Direktur PT PFN, Capai Dua Digit Per Bulan?
-
Joko Anwar Temukan Sisi Positif Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Pengalaman di Industri Hiburan
-
To Catch a Killer, Film Thriller yang Gagal Mengupas Isu Penting?
Ulasan
-
Menapak Jejak Islam di Eropa: Membaca Ulang 99 Cahaya di Langit Eropa
-
Mengulik Amanat dalam Novel Bukan Semillah: Jejak Hidayah di Meja Judi
-
Pertikaian dan Konflik Kian Menyaru dalam Anime Diabolik Lovers: More Blood
-
Setiap Proses Harus Kita Nikmati: Membaca Remember Me & I Will Remember You
-
Realitas Quarter Life Crisis dan Jodoh Absurd dalam Novel Ze Pengantin Koboi
Terkini
-
4 Serum Retinol dan Hyaluronic Acid untuk Lawan Penuaan tanpa Kulit Iritasi
-
Sekolah Mahal vs Sekolah Biasa: Kita Sebenarnya Tahu Bedanya
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Cara Dengerin Musik Cermin Cara Mencintai: Si Telinga Detail Pasti Relate
-
Alyssa Daguise Tempuh Prenatal Acupuncture Demi Persalinan Normal