Film horor dengan latar desa terpencil selalu punya daya tarik tersendiri. Ada sesuatu yang menegangkan ketika karakter utama memasuki tempat asing yang penuh misteri, jauh dari peradaban, dan sulit untuk keluar. Nah, Film Desa Mati The Movie mencoba membawa konsep ini dengan kisah tentang mahasiswa yang tanpa sengaja terjebak di sebuah desa berbahaya.
Film ini disutradarai Sipu Groso dan diproduksi sama Kami Sinema. Nama Sipu Groso mungkin masih terdengar baru di industri film horor, tapi kita nggak bisa menilai begitu saja sebelum nonton full filmnya.
Oh iya, ‘Desa Mati The Movie’, diperankan sama Frislly Herlind sebagai Lintang, Kiesha Alvaro sebagai Arga, Adila Fitri sebagai Ajeng, Shakira Sheldrick sebagai Sandra, Brenda Ehan sebagai Dimas, Samuel Rizal sebagai Wiryo (ayah Lintang), Ibnu Gundul sebagai Trimo (lurah desa), dan termasuk para pendukung lainnya.
Sinopsis Film Desa Mati The Movie
Awalnya, ‘Desa Mati The Movie’ yang tayang 6 Maret 2025 tampak seperti film petualangan biasa.
Gitu deh. Lima mahasiswa—Lintang, Arga, Ajeng, Sandra, dan Dimas—memutuskan mengunjungi Air Terjun Sampang. Mereka bersemangat untuk menghabiskan waktu bersama, menikmati keindahan alam, dan mencari pengalaman baru.
Namun, perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika mobil mereka mogok di tengah hutan dan mereka terpaksa mencari bantuan. Tanpa mereka sadari, mereka telah memasuki sebuah desa yang penuh dengan rahasia kelam.
Penduduk desa, yang dipimpin Lurah Trimo, awalnya tampak ramah dan bersedia membantu. Namun, suasana berubah ketika para mahasiswa mulai melihat kejanggalan di desa itu. Mereka menemukan mayat dan potongan tubuh manusia di dalam kuali masakan. Penemuan itu mengungkapkan fakta mengerikan: Desa itu dihuni pemangsa manusia. Seketika, petualangan seru berubah menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Lumayan menarik meski generik ya. Kalau kamu mau tahu banyak lagi terkait film ini, lanjut baca sampai tuntas ya!
Review Film Desa Mati The Movie
Latar desa terpencil yang penuh misteri memang bukan konsep baru dalam film horor, tapi selalu efektif menciptakan atmosfer menakutkan.Desa yang jauh dari peradaban membuat karakter utama nggak bisa meminta bantuan atau kabur dengan mudah, memaksa mereka untuk menghadapi teror sendirian.
Dalam Desa Mati The Movie, desa tersebut digambarkan sebagai tempat yang hampir nggak tersentuh dunia luar. Para penduduknya tampak memiliki aturan dan kebiasaan sendiri yang membuat siapa pun yang masuk ke sana merasa nggak nyaman. Dengan unsur kehadiran pemangsa manusia, film ini semakin memperkuat kesan mengerikan dari desa tersebut.
Namun, entah mengapa ada ganjalan yang aneh terkait judulnya. ‘The Movie’ yang padahal sudah jelas ini adalah film. Memangnya sebelum versi film ada versi sinetron atau series? Aku sendiri belum menemukan penjelasan tentang itu semua.
Jika kamu penggemar film horor yang menyukai cerita dengan unsur misteri, ‘Desa Mati The Movie’ bisa jadi pilihan yang menarik. Satu hal, kamu nggak perlu berekspektasi lebih ya. Pokoknya selamat nonton!
Baca Juga
-
Review Film Decorado: Dekorasi Eksistensial yang Menghantam Mental Penonton
-
Review Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu yang Lebih Personal
-
Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua
-
Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan
-
Duka Sunyi di Balik Mata Bocah Enam Tahun: Menyelami Kedalaman Film Summer 1993
Artikel Terkait
-
11 Rekomendasi Film dan Series yang Cocok Ditonton Saat Libur Lebaran, dari Wicked Hingga Sonic The Hedgehog 3
-
Buru Pembunuh Demi Konten, Intip Transformasi Kang Ha Neul di 'Streaming'
-
Anggy Umbara Merasa Belum Siap Pimpin PFN, Sebut Penunjukan Ifan Seventeen Zonk
-
Pesan Luna Maya Buat Ifan Seventeen Kalau Mau PFN Sukses
-
Ifan Seventeen Kelewat Berani, Luna Maya Saja Tak Pede Pimpin PFN Meski Dua Dekade di Industri Film
Ulasan
-
Tak Sekadar Ilmuwan: Sisi Manusiawi Stephen Hawking dalam My Brief History
-
Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'
-
Review Film Decorado: Dekorasi Eksistensial yang Menghantam Mental Penonton
-
Seni Mencintai dengan Konsistensi: Cermin Relasi Sehat di Yumis Cells 3
-
Ngopi di Tarkam Ledokombo: Ketika Tawa, Asap Kopi, dan Jalan Raya Menjadi Satu Cerita
Terkini
-
Bukan Powerbank! iQOO Z11 Punya Baterai 9.020mAh, Paling Besar di Indonesia
-
5 Drama China Trope si Cewek Bucin Duluan, Ada Drama dari Zhao Lusi!
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
-
Iduladha Era Gen Z: Arti Rela Berkorban di Zaman yang Serba Instan
-
Colony jadi Film Tercepat Rilisan 2026 Tembus 2 Juta Penonton dalam 5 Hari