"The Lost Apothecary" adalah novel debut Sarah Penner yang rilis pada Maret 2021 dan langsung menjadi New York Times bestseller. Cerita menggunakan struktur dual-timeline, satu cerita berlatar di London pada tahun 1791 yang mengikuti Nella, pemilik toko apoteker rahasia yang menyediakan ramuan mematikan bagi perempuan yang ingin melawan pria yang menyakiti mereka, dan timeline modern, mengikuti Caroline Parcewell, sejarawan amatir yang sedang menghadapi krisis pernikahan dan menemukan sebuah botol apoteker tua di Sungai Thames.
Penner memperkenalkan tiga perspektif utama yaitu, Nella (si apoteker), Eliza (asistennya yang masih muda), dan Caroline (tokoh perempuan di masa kini). Teknik ini efektif menciptakan suspense dengan masing-masing timeline yang saling melengkapi. Alur cerita bergerak dari masa lalu ke masa kini dengan ritme yang cukup seimbang, tiap pergantian bab menambah teka-teki dan memperdalam misteri apoteker bayangan dan tragedi di baliknya.
Nella Clavinger digambarkan sebagai sosok yang kuat namun penuh keraguan moral. Ia menyediakan ramuan untuk membebaskan perempuan, tapi mengikuti kode etik ketat: ramuan tidak boleh digunakan untuk menyakiti perempuan lain, dan setiap penyediaan harus dicatat.
Eliza, sang asistennya yang berusia sekitar 12 tahun, menambah dimensi emosional sekaligus tragis. Keingintahuannya menggiringnya ke situasi yang berbahaya, simbolisasi transisi antara masa kanak-kanak dan kerasnya dunia dewasa.
Caroline menghadapi patah hati karena perselingkuhan suami dan kembali menggali jati diri melalui jejak apoteker tersembunyi. Ia merepresentasikan pembaca modern yang ingin menemukan kembali makna eksistensi dan kebebasan pribadi.
Salah satu tema utama adalah pemberdayaan perempuan. Nella memilih cara ekstrem menggunakan racun untuk melawan kalau sistem tidak memberi jalan. Novel ini menunjukkan bahwa perempuan juga bisa “menyelamatkan” satu sama lain di era patriarki.
Tema lainnya adalah konsekuensi pilihan. Setiap rancangan racun membawa dampak besar, bukan hanya terhadap korban, tetapi juga pada penciptanya, Nella dan Eliza harus membayar harga dari tindakan mereka. Di zaman kini, pilihan Caroline untuk menyelidiki rahasia masa lalu juga memengaruhi hidupnya dan keluarganya.
Penggambaran London pada abad ke-18 yang berkabut dan suram terasa hidup berkat deskripsi detail tentang limpahan jalanan, barang apoteker, dan nuansa kota kuno. Sisi modern juga terasa nyata berkat adegan mudlarking, yang menjadi pemicu utama pencarian Caroline.
Penner menggunakan gaya bahasa yang atmosferik, membaurkan deskripsi indera seperti aroma ramuan dan bisikan toko tersembunyi. Teknik dual-timeline ditangani secara halus, dengan keseimbangan porsi cerita masa lalu dan masa kini.
Kelebihan dari novel ini adalah tema feminis yang kuat dengan simbolisme racun sebagai alat pembebasan. Narasi tiga karakter yang memberi dimensi mendalam dan emotional impact. Detail historis berhasil menghidupkan latar, dari rutinitas apoteker hingga kehidupan modern di London.
Namun novel ini juga memiliki beberapa kekurangan, pembaca merasa alur masa kini terlalu kebetulan dan karakter Caroline kurang berkembang. Plot terasa terlalu rapi, sehingga membuat twist terkesan didesain sempurna secara terstruktur. Karakter Eliza juga dianggap terlalu matang untuk usianya oleh sebagian pembaca.
"The Lost Apothecary" menghadirkan kisah penuh intrik, sejarah, dan emosi dengan narasi dual timeline yang menarik. Bagi penyuka historical fiction bertema kekuatan perempuan dalam sistem patriarki, novel ini memberi sesuatu yang segar dan memikat. Namun, jika kamu lebih mencari karakter modern yang dalam dan plot kontemporer yang realistis, bagian itu mungkin terasa kurang memuaskan.
Identitas Buku
Judul: The Lost Apothecary
Penulis: Sarah Penner
Penerbit: Park Row
Tanggal Terbit: 2 Maret 2021
Tebal: 301 Halaman
Baca Juga
-
Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah
-
Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri
-
Drama Undercover Miss Hong, Perjalanan Membongkar Skandal Investasi Bodong
-
Drama The Art Of Sarah, Sisi Gelap Obsesi Manusia terhadap Hidup Mewah
-
Drama Our Sticky Love, Misteri Kecelakaan yang Berakhir Hubungan Pura-Pura
Artikel Terkait
Ulasan
-
A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata
-
Mengingat Kembali Pentingnya Pendidikan Lewat Novel Ronggeng Dukuh Paruk
-
Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam
-
Membongkar Mitos: Benarkah Pemimpin Harus Galak dan Toksik Agar Perusahaan Sukses?
-
Mencermati Arti Kehidupan: Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon
Terkini
-
489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam
-
PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis
-
Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja
-
Bye-Bye Lapar Mata! Saat Pajak E-Commerce Bikin Anak Muda Otomatis Jadi Minimalis
-
Sinopsis Rock Paper Landmine, Drama Misteri Jepang Mori Nana di Prime Video